Laman

Wednesday, May 11, 2011

Ganja Mengandung Bahan Pembunuh Sel Kanker Otak

New York, Beberapa zat yang terdapat dalam ganja diketahui bisa melawan dan membunuh sel-sel kanker otak. Zat dalam ganja bekerja sebagai penyelimut yang mengganggu pembentukan sel-sel kanker dan merusaknya.

Riset tersebut menunjukkan peluang kemungkinan penggunaan ganja untuk penyembuhan kanker otak. Namun hal itu bukan berarti pasien bisa buru-buru menggunakan ganja karena dosis yang dipakai dalam studi tersebut terlalu besar untuk dihisap layaknya mengganja.

Peneliti telah lama menganalisa bahan yang terdapat dalam ganja, yakni cannabinoid sebagai bahan yang mempunyai efek baik untuk kesehatan. Zat lainnya yang terkandung dalam ganja adalah THC yang bisa membuat seseorang merasa melayang tinggi saat menghisap ganja. Zat inilah yang digunakan peneliti untuk melawan tumor otak atau glioblastoma.

Hasil studi yang dimuat dalam Molecular Cancer Theraupetic menyebutkan bahwa dua zat yang terdapat dalam ganja, yaitu cannabinoid dan THC terbukti efektif dalam membunuh sel-sel kanker dan mencegahnya tumbuh kembali.

"Pengobatan dengan ganja memungkinkan sel-sel tumor dipindahkan dari otak. Ketimbang mengincar target sel tumornya, zat dalam ganja bekerja sebagai penyelimut yang akan mengganggu pembentukan sel-sel kanker dan merusaknya," ujar Dr Paul Graham Fischer dari Stanford University dan Packard Children's Hospital seperti dilansir Healthday, Selasa (12/1/2010).

Fisher mengatakan bahwa teknik pengobatan kanker otak dengan ganja ini diperkirakan bisa dimulai pada manusia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang. "Kita harus keluar dari kotak dan menerimanya sebagai obat di masa mendatang," kata Fisher.

Metode yang bisa digunakan dalam pengobatan ini adalah dengan menyuntikan langsung bahan ganja tersebut ke otak, tapi metode itu cukup mahal meski harga ganja sendiri tidaklah mahal.

Percobaan lebih lanjut perlu dilakukan pada manusia untuk mengetahui konsentrasi dan dosis yang tepat penggunaan ganja tersebut dalam melawan tumor atau kanker otak.