Laman

Showing posts with label Penyanyi. Show all posts
Showing posts with label Penyanyi. Show all posts

Tuesday, September 6, 2011

Perokok Pasif Berisiko Tinggi Kena Kanker Serviks.

Quote:
KANKER serviks atau leher rahim sudah menjadi momok bagi wanita di zaman modern ini. Berbagai cara dilakukan agar perempuan tak terkena dampak penyakit tersebut. Tapi tahukah Anda, kanker serviks berpotensi muncul pada perempuan perokok pasif?

Anda mungkin merasa aman tak mengisap rokok. Anda pun tak merasa canggung berada di dekat perokok yang tengah mengepulkan asapnya. Mulai kini, Anda harus tahu meski tak merokok, Anda pun terancam berisiko kanker serviks, lho.

Perempuan perokok memiliki risiko kanker serviks di atas rata-rata. Penelitian terbaru tidak menunjukkan bahwa perempuan yang menghirup asap rokok yang dihembuskan perokok lain akan berakhir dengan kanker itu. Namun studi menunjukkan bahwa perokok pasif memiliki risiko mengalami kerusakan sel pada serviksnya.

Kerusakan itu dilihat dokter dengan tes Pap smear saat mereka diskrining untuk kanker serviks. Temuan itu tidak membuktikan bahwa menjadi perokok pasif bertanggung jawab terhadap abnormalitas serviks.

Namun hasil dari studi yang melibatkan 4.400 perempuan yang menjalani Pap smear menunjukkan bahwa “perempuan yang melaporkan terpapar asap rokok lebih mungkin memiliki tes Pap smear yang abnormal dibandingkan perempuan yang melaporkan tidak terpapar asap rokok,” kata kepala peneliti Dr. Kristy K. Ward, dari University of California San Diego.

Tes Pap yang abnormal pada perempuan bukan berarti yang bersangkutan mengidap kanker serviks. Faktanya, perempuan dengan hasil tes Pap abnormal tidak mengembangkan kanker tersebut. Namun mereka membutuhkan tes lebih lanjut, kadang-kadang pembedahan.

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi persisten oleh strain tertentu human papillomavirus (HPV),* yang menyebabkan kutil kelamin. Dimungkinkan dengan menjadi perokok pasif membuat perempuan lebih rentan membentuk abnormalitas jaringan serviks.

Perokok aktif sejak lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker serviks. Sejumlah studi pun menunjukkan toksin perokok aktif maupun pasif bisa ditemukan pada kanker serviks.

Ward mengatakan karsinogen, materi penyebab kanker pada asap rokok, menyebabkan materi genetik pada sel berubah. “Jadi sel tidak berfungsi dengan normal. Ini bisa menuntun abnormalitas pada sel yang terlihat pada tes Pap smear dan punya potensi berkembang menjadi kanker.”

Studi sebelumnya menemukan kaitan antara perokok pasif dan hasil Pap yang abnormal, namun studi lainnya gagal mengonfirmasi koneksinya. Studi terakhir ini berbeda dengan sebagian besar perempuan yang terlibat adalah Hispanik Amerika.

Perempuan Hispanik di AS memiliki laju risiko kanker serviks sebanyak 11,5 per 100.000 dibandingkan 8 per 100.000 di antara perempuan AS pada umumnya.

Semoga bermanfaat

Friday, May 20, 2011

12 hal yang mungkin anda belum tau tentang Iwan Fals

1. Sebelum album ‘Sarjana Muda’ (1981), Iwan Fals sebenarnya sudah pernah rilis beberapa album. Tetapi sekarang tidak ada satupun yang bisa ditemukan di record store. Semuanya jadi collector item yang diburu para penggemar fanatiknya. Karya-karya yang musik dan liriknya sangat sederhana tersebar dibeberapa album yaitu ‘Yang Muda Yang Bercanda’, ‘Canda Dalam Nada’, ‘Canda Dalam Ronda’, ‘Perjalanan’ dan ‘Tiga Bulan’. Bisa dihitung hanya beberapa yang masih memiliki dan merawat album-album ini.

2. Sebelumnya nama Iwan Fals memiliki ejaan yang berubah-ubah. Dalam beberapa album lamanya pernah memakai ejaan IWAN FALES, IWAN PALES, IWAN FALLS, IWAN FALSE. Hingga akhirnya disederhanakan oleh pihak recording menjadi Iwan Fals saja. Pada album lamanya juga pernah dicantumkan nama asli (Virgiawan Listanto) sebagai pencipta lagu.

3. Iwan Fals pernah membuat lagu berjudul ‘Anissa’ yang intinya bercerita tentang kelahiran putri keduanya (Anissa Cikal Rambu Bassae) dimana banyak peristiwa yang terjadi selama masih didalam kandungan. Sedianya lagu ini masuk dalam album ‘Aku Sayang Kamu’ pada tahun 1986. Namun tidak jadi dimasukkan dengan alasan pihak recording (Musica Studio) tidak mau mengambil resiko menampilkan lagu dengan lirik yang keras. Kalau kita baca sampul album ‘Aku Sayang Kamu’, pada bagian penata musik terdapat kata-kata Anissa namun lagu ini tidak pernah ada. Lagu ini sempat diputar di radio tetapi hanya sebentar. Beberapa fans fanatik beruntung bisa mendapat rekamannya dan menjadikan koleksi yang berharga.

4. Lagu ‘Kemesraan’ adalah karya dari Franky dan Jhony Sahilatua yang pada awalnya dinyanyikan oleh duet legendaris Franky & Jane. Namun pada masa itu lagu ini tidak terlalu populer. Kemudian Iwan Fals ditawari untuk menyanyikan kembali bersama Titiek Hamzah. Lagi-lagi karya ini tidak terlalu dikenal. Baru kemudian pada tahun 1988 lagu ini dinyanyikan bersama-sama penyanyi lain yang tergabung dalam Musica Studio seperti Chrisye (alm), Rafika Duri, Betharia Sonata dan sebagainya dan menjadi lagu yang populer dan legendaris. Lagu Kemesraan versi terakhir ini adalah titik awal populernya lagu gaya ‘keroyokan’ di Indonesia yang saat itu memang sedang menjadi trend. Karya ini sampai sekarang menjadi lagu ‘wajib’ perkumpulan ibu-ibu atau acara seremonial lainnya.

5. Iwan Fals pernah mengusulkan nama ‘Septiktank’ sebagai nama grup band yang akan dibentuk pada tahun 1989 bersama Jabo, Yockie, Naniel, Nanoe, Innisisri, Totok Tewel dan Tatas. Namun beberapa personil menolaknya sehingga dilakukan lotere. Dan terpilihlah nama ‘Swami’ yang merupakan usulan dari Jabo. Ini plesetan dari kata ‘suami’ karena mereka semua sudah beristri. Nama Swami dan Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dan melahirkan single hits yang begitu fenomenal sepanjang masa yaitu lagu ‘Bento’.

6. Pitat Haeng, sebuah nama yang mungkin asing ditelinga kita. Tapi tahukah anda, nama ini adalah nama samaran yang digunakan Iwan Fals. Nama ini dipakainya ketika menciptakan lagu yang cukup terkenal di era 90-an berjudul ‘Pak Tua’ untuk Elpamas sebuah grup band, dan pernah digunakan ketika membantu album ‘Bukan Debu Jalanan’ (1991) milik Sawung Jabo. “Pitat Haeng itu bahasa slengnya Jogja untuk Iwan Fals. Pitat itu Iwan, Haeng itu Fals. Dia pake nama itu karena nggak mau orang lain membeli album saya karena ada namanya. Dia punya pikiran yang baek”, kata Jabo. Iwan Fals suka membuat karya untuk orang lain dengan nama samaran. Dan kemungkinan masih ada beberapa nama yang belum pernah diketahui. 

7. Album ‘Cikal’ (1991) adalah salah satu album solo paling dahsyat dalam sejarah karir Iwan Fals. One of Iwan Fals’s loose albums. Terdapat sentuhan jazz dalam beberapa lagu seperti ‘Proyek 13’ dan ‘Cendrawasih’. Kemampuan Iwan Fals menulis lirik disini benar-benar mengagumkan. Album ini hanyalah sebagian dari kejeniusan seorang Iwan Fals. Ini adalah album dimana Iwan Fals menanggalkan bayang-bayang Bob Dylan, dan dia melakukan dengan sempurna.

8. Album 'Hijau' adalah album Iwan Fals yang ‘melawan arus’. Namun album yang keluar pada tahun 1992 ini sangat istimewa, baik pengerjaan musik, lirik, maupun kisah dibalik prosesnya. Iwan Fals sempat akan membakar master album ini sebelum diproduksi. Alasannya Iwan Fals merasa tersinggung albumnya ditawar-tawar oleh dua produser dari Harpa Record dan Prosound yang bersaing ketat membeli master album ini. Setelah album ‘1910’ (1988), Iwan Fals tidak dikontrak lagi dengan Musica Studio. Akhirnya master album ini dibeli oleh Prosound seharga Rp.365 juta termasuk sampul yang dibuat Dik Doang dan video klip. Bayangkan nilai segitu pada 1992. Sayangnya album yang mengusung musik kontemporer berkualitas tinggi ini tidak terlalu laku. Bukan album yang mudah dikonsumsi telinga pendengar biasa. Dan lebih tepatnya bisa dibilang hanya yang mengerti musik yang bisa mengatakan album ini luar biasa.

9. Iwan Fals hanya membutuhkan gitar akustik dan harmonika untuk menghasilkan sebuah album yang mengagumkan dan luar biasa. Pada album ‘Belum Ada Judul’ (1992) dia kembali ke gaya awal. Walaupun karya Iwan Fals di album ini mengingatkan kembali pada karya-karya Bob Dylan, terutama tiupan harmonikanya, tetap saja kalau bicara soal album akustik ini adalah karya Iwan Fals yang paling maksimal dari yang pernah ada. Album ini direkam secara live hanya selama 6 (enam) jam.

10. Iwan Fals kembali mengusulkan nama nyeleneh untuk grup band barunya. Ia pernah mengusulkan nama ‘Duda’ untuk band yang formasinya tidak jauh beda dengan grup ‘Swami’ yang telah lama vakum. Namun usul itu ditolak, dan akhirnya sepakat menggunakan nama ‘Dalbo’ yang berarti anak genderuwo. Album ini meluncur pada tahun 1993.

11. Album ‘Manusia Setengah Dewa’ (2004) adalah sebuah album akustik Iwan Fals yang mengingatkan kembali kepada album ‘Belum Ada Judul’ (1992). Album ini sempat mendapat protes karena tampilan gambar di covernya. Album ini dikerjakan secara live dan memakan waktu 2 (dua) bulan. Yang menarik disini adalah, setelah proses rekaman sudah final dan siap diproduksi, Iwan Fals baru sadar kalau dia lupa memainkan harmonika. Untuk mengulang lagi jelas memakan waktu, akhirnya album ini total hanya menampilkan permainan gitar akustik Iwan Fals.

12. Kalau diperhatikan, beberapa tahun terakhir ini kita tidak pernah mengetahui apa merk gitar atau alat musik lainnya yang digunakan oleh Iwan Fals juga musisi pendukung dalam setiap konsernya. Semua merk atau logo baik yang ada di alat musik dan sound system selalu ditutupi atau dihilangkan. Hal yang sama juga berlaku pada background panggung yang bersih dari sponsor.