Laman

Monday, July 18, 2011

Mengenal KUSKUS (The Rarest Indonesian Marsupial)

Quote:
Kuskus tergolong marsupilia, yaitu mamalia berkantung. Seperti kerabat dekatnya, Kanguru, kuskus melahirkan anak yang kecil dan belum sepenuhnya berkembang. Karena itu sejak kelahirannya, anak ini berada di kantung yang berlapis rambut halus di bagian perut induknya. Setelah agak besar, anak Kuskus kadang terlihat naik dipunggung induknya dengan ekor saling berjalinan. Sulawesi merupakan batas barat jangkauan persebaran Kuskus.
Kuskus atau lebih dikenal oleh masyarakat sulawesi dengan sebutan memu dicirikan oleh muka yang bundar dan telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. Kuskus mempunyai ekor panjang yang kuat dan liat dan berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari dahan ke dahan. Bahkan ekor ini merupakan senjata pertahanan kuskus bila dirinya akan ditangkap oleh pemburu, dimana kuskus akan mengaitkan ekornya dengan kuat pada batang atau cabang bila pohon yang dipanjatnya ditebang oleh pemburu.

Quote:
Kuskus sering dianggap hewan yang sama dengan kukang, padahal keduanya berbeda. Ciri utama kus-kus selain kantong yang terdapat di perutnya adalah bentuk muka yang bundar dengan daun telinga yang kecil, serta bulu yang lebat.

Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon.
Quote:


Kuskus Beruang

Quote:


Kukang
Quote:
Kuskus merupakan binatang herbivora dengan makanan utama dedaunan dan buah-buahan. Satwa yang sangat pendiam ini hidup secara soliter. Kuskus merupakan satwa australis yang persebarannya terbatas di Indonesia bagian timur (Sulawesi, Maluku, Papua), Australia dan Papua New Guinea.

Kuskus terbesar adalah kuskus beruang (Ailurops ursinus) yang panjang tubuhnya mencapai 1 meter lebih. Sedangkan jenis kuskus terkecil adalah kus-kus kerdil yang memiliki panjang tubuh hanya 29-38 cm dengan berat hanya 1 kg.
Quote:
Selain dianggap sebagai spesies yang sama dengan kukang, orang juga lebih sering menganggap kuskus sebagai satu spesies. Padahal kuskus terdiri atas beberapa spesies yang terkelompokkan dalam 5 genus yakni Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, Strigocuscus, dan Trichosurus.
Penampakan Kuskus

Quote:

Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:




Spoiler for kus2:

Macam Jenis Kuskus.


Quote:
Dari 5 genus kuskus, 4 genus terdapat di Indonesia yakni Ailurops, Phalanger, Spilocuscus dan Strigocuscus. Beberapa spesies jenis kuskus yang terdapat di Indonesia, diantaranya adalah:


Quote:
* Kuskus Beruang (Ailurops ursinus); Kuskus yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bear Cuscus, Bear Phalanger, atau Sulawesi Bear Cuscus ini terdapat di pulau Sulawesi, pulau Butung, pulau Peleng, pulau Togian, Indonesia. Kuskus terbesar dengan panjang tubuh mencapai lebih dari 1 meter ini oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi “Vulnerable” (Rentan).
Quote:
* Kuskus gebe (Phalanger alexandrae); Kuskus ini merupakan endemik pulau Gebe, pulau kecil di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku, Indonesia) dan baru ditemukan pada tahun 1995. Status konservasinya “Endangered” (terancam punah).[/COLOR


Quote:
* Kuskus gunung atau mountain cuscus (Phalanger carmelitae); Terdapat di Papua (Indonesia dan Papua New Guinea). Status konservasinya “Least Concern”(Resiko rendah).
Quote:
* Kuskus tanah atau ground cuscus (Phalanger gymnotis); Terdapat di Papua (Indonesia dan Papua New Guinea). Status konservasinya “Least Concern”.
Quote:
* Kuskus matabiru atau Blue-eyed Cuscus (Phalanger matabiru); Merupakan kuskus satwa endemik pulau Ternate dan Tidore, Maluku. Kuskus yang baru teridentifikasi pada tahun 1995. status konservasi “Vulnerable”.
Quote:
* Kuskus australia atau Southern Common Cuscus (Phalanger mimicus); mempunyai sebaran yang luas meliputi Australia, Indonesia, (Papua) dan Papua New Guinea. Status konservasi: “Least Concern”.
Quote:
* Northern Common Cuscus (Phalanger orientalis); Kuskus yang disebut juga sebagai Grey Cuscus dan Common Phalanger ini terdapat di Indonesia (pulau Timor, Wetar, Leti, Ambon, Buru, Seram dan beberapa pulau lain di Maluku), Timor Leste, Papua New Guinea, dan Kep. Solomon. Status konservasi: “Least Concern”.
Quote:
* Ornate Cuscus atau Moluccan Cuscus (Phalanger ornatus); Terdapat di pulau Halmahera, Bacan, dan Morotai. Status konservasinya “Least Concern”.
Quote:
* Kuskus pulau obi atau Obi Cuscus (Phalanger rothschildi); Terdapat di pulau Obi dan Bisa, Maluku. Status konservasinya “Least Concern”.
Quote:
* Silky Cuscus (Phalanger sericeus); Terdapat di pulau Papua (Indonesia dan Papua New Guinea). Kuskus yang hidup di ketinggian antara 1.500-3.600 meter dpl. status konservasi “Least Concern”.
Quote:
* Stein’s Cuscus (Phalanger vestitus); Satwa ini terdapat di pulau Papua (Indonesia dan Papua New Guinea). Kuskus yang hidup di ketinggian antara 1.200-2.200 meter dpl. status konservasi “Least Concern”.
Quote:
* Common Spotted Cuscus (Spilocuscus maculatus); Terdapat di Indonesia (Maluku, pulau Yapen, kep. Aru, Papua), Australia, dan Papua New Guinea. Status konservasinya “Least Concern”.
Quote:
* Kuskus kerdil (Strigocuscus celebensis); Kuskus yang disebut juga sebagai Small Sulawesi Cuscus, Little Celebes Cuscus, Small Cuscus ini merupakan kuskus terkecil yang terdapat di Sulawesi dan pulau sekitarnya seperti Sangihe dan Siau. Status konservasinya “Vulnerable”.


Spesies kuskus lainnya:



Code:
    * Eastern Common Cuscus (P. intercastellanus); Papua New Guinea.
    * Woodlark Cuscus (P. lullulae); Papua New Guinea.
    * Telefomin Cuscus (Phalanger matanim); Papua New Guinea.
    * Short-eared Brushtail Possum (Trichosurus caninus); Australia.
    * Common Brushtail Possum (T. vulpecula); Australia.



Dilindungi Tapi Banyak Dipelihara.
Kuskus merupakan salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan PP. No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Namun binatang lucu ini ternyata banyak diperjualbelikan dan dipelihara dengan bebas.

Perundang-undangan Indonesia (PP. No. 7 Tahun 1999) ternyata hanya memasukkan genus Phalanger saja tanpa merinci perspesies. Bahkan 3 genus lainnya (Ailurops, Strigocuscus dan Spilocuscus) tidak termaktub di dalamnya.