Laman

Friday, July 22, 2011

Sunat Kurangi Risiko AIDS Sampai 60 Persen

Penularan HIV/AIDS bisa terjadi melalui hubungan seksual. Akan tetapi, jika pria disunat (sirkumsisi), risiko penularannya bisa ditekan hingga lebih dari 60 persen.

Dalam forum AIDS internasional yang berlangsung di Roma, Italia, pekan ini, para ahli memaparkan tiga bukti ilmiah terbaru manfaat sunat untuk mencegah infeksi HIV.

"Sunat merupakan pencegahan yang sederhana, murah, hanya memakan waktu 20 menit dan dilakukan sekali seumur hidup," kata David Lewis dari University of the Witwatersrand, Afrika Selatan.

Dalam uji coba tahun 2006 di Kenya, Uganda, dan Afrika Selatan, risiko penularan HIV bisa ditekan hingga separuhnya. Penelitian jangka panjang bahkan menunjukkan sunat memiliki manfaat lebih besar dari yang selama ini diketahui.

Para ahli menyebut manfaat sunat sebagai "vaksin melalui operasi" karena memiliki efek pencegahan yang efektif dan murah.
Untuk itu, para ahli terus mengampanyekan pentingnya sunat pada pria dari negara-negara sub-Sahara Afrika yang menjadi "rumah" bagi sepertiga dari 33 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS di dunia.

Pada pertengahan 2010 diperkirakan 175.000 prosedur sirkumsisi dilakukan di lebih 13 negara yang merupakan negara prioritas menurut Badan Dunia Pencegahan AIDS.

Studi terbaru dilakukan antara tahun 2007 dan 2010 di kota provinsi Orange Farm yang sudah melakukan 20.000 prosedur sirkumisisi terutama pada kelompok usia 15-24 tahun yang merupakan kelompok paling aktif secara seksual.

Dalam konferensi di Roma diprensentasikan manfaat dari sunat sebagai berikut:

- Pria yang disunat mengaku mereka lebih bergairah secara seksual. Hal ini terungkap dalam penelitian terhadap 316 pria berusia rata-rata 22 tahun yang menjalani prosedur sunat antara Februari dan September 2009.

Setahun setelah operasi, 220 pria mengatakan mereka aktif secara seksual dan seperempatnya menggunakan kondom saat berhubungan seks. Sekitar 87,7 persen menjawab tidak ada kesulitan dalam mencapai orgasme setelah disunat dan 92,3 persen mengaku lebih bergairah.

- Pria yang baru disunat merasa mereka tak berbeda dengan pria yang tidak disunat dalam mempraktikkan seks yang aman. Kesimpulan itu merupakan hasil wawancara dengan 2.207 pria di Kenya, enam bulan pascaoperasi.

Hal tersebut menjawab ketakutan para ahli bahwa pria yang disunat akan menolak melindungi dirinya dari infeksi HIV.

Peraih Novel tahun 2008, Francoise Barre-Sinoussi, yang menemukan HIV sebagai penyebab AIDS, mengatakan, rasa percaya diri yang berlebihan pada pria yang sudah disunat memang perlu dikhawatirkan.

"Tidak ada yang bisa menjamin perlindungan sampai 100 persen, bahkan vaksin sekalipun. Berhentilah berpikir satu upaya perlindungan sudah cukup. Prosedur sunat adalah bagian dari upaya perlindungan diri selain juga pemakaian kondom," katanya.

Manfaat perlindungan dari sunat tidak ditemui pada perempuan yang melakukan hubungan seks dengan pria yang terinfeksi HIV. Hal yang sama juga berlaku pada pria homoseksual yang melakukan hubungan seks dengan orang dengan HIV AIDS.