Laman

Showing posts with label Burung. Show all posts
Showing posts with label Burung. Show all posts

Thursday, September 6, 2012

Mengenal Fauna yang Identik dengan Lambang Negara Kita


Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa.
Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Nama latin untuk elang jawa kini resminya telah berganti dari Spizaetus bartelsi menjadi Nisaetus bartelsi.




Quote:

Code:
  Populasi dan Habitat Elang Jawa 

Spoilerfor wow:

Quote:Populasi burung Elang Jawa di alam bebas diperkirakan tinggal 600 ekor. Badan Konservasi Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengategorikannya terancam punah. Konvensi Perdagangan Internasional untuk Flora dan Fauna yang Terancam Punah memasukkannya dalam Apendiks 1 yang berarti mengatur perdagangannya ekstra ketat. Berdasarkan kriteria keterancaman terbaru dari IUCN, Elang Jawa dimasukan dalam kategori Endangered atau “Genting” (Collar et al., 1994, Shannaz et al., 1995). Melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, Pemerintah RI mengukuhkan Elang Jawa sebagai wakil satwa langka dirgantara.

Habitat burung Elang Jawa hanya terbatas di Pulau Jawa, terutama di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan.Bahkan saat ini, habitat burung ini semakin menyempit akibat minimnya ekosistem hutan akibat perusakan oleh manusia, dampak pemanasan global, dan dampak pestisida.
Di Jawa Barat, Elang Jawa hanya terdapat di Gunung Pancar, Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, Papandayan, Patuha dan Gunung Halimun.
Di Jawa Tengah Elang Jawa terdapat di Gunung Slamet, Gunung Ungaran, Gunung Muria, Gunung Lawu, dan Gunung Merapi, sedangkan
Di Jawa Timur terdapat di Merubetiri, Baluran, Alas Purwo, Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, dan Wilis.


Quote:
Code:
 Karakteristik Elang Jawa 

Spoilerfor wow:

Quote:
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis. Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil. Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.


Quote:
Code:
  Terancam Punah 5 Tahun Mendatang  

Spoilerfor wow:

Quote:Metrotvnews.com, Jakarta: Satwa langka elang Jawa yang dilindungi terancam kepunahan. Dalam lima tahun mendatang diperkirakan hewan ini akan punah karena habibatnya semakin bekurang.

Hal itu dikatakan peneliti burung Susanti Withaningsih di kantor Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud, Jakarta, Selasa (3/4).

Menurut Susanti, elang Jawa merupakan hewan langka di dunia karena bersifat endemik yaitu hanya berada di pulau Jawa saja. Populasinya saat ini semakin berkurang dan hanya tinggal 100 pasang.

Susanti mengemukakan dari penelitiannya, habitat elang Jawa makin berkurang akibat perubahan makin banyaknya hutan yang kini berubah fungsi.

Dengan kondisi itu, banyak pohon tempat burung elang bersarang berkurang. "Jadi habitatnya semakin rusak sehingga keberadaan elang semakin terancam," ungkap Susanti yang juga Kordinator Kerjasama Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca-Sarjana Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Untuk mengatasi kelangkaan dan mengurangi kepunahan elang Jawa, ia mengemukan pentingnya strategi menjaga hutan alam, mengurangi perubahan tata guna lahan, kepedulian pecinta burung, dan kepedulian pemerintah terhadap keberadaan elang tersebut terutama dari Departemen Kehutanan. (MI/Wrt3)

Quote:
  Berapa Umur Elang Jawa ?  

Spoilerfor wow:

Quote:Tahukah agan agan , berapa umur elang jawa?
Umur elang jawa dapat mencapai 70 tahun.
Wow..
Sebuah usia yang luar biasa bagi ukuran unggas.
Tetapi apakah teman-teman tahu, bagaimana perjuangan si Elang untuk mencapai usia tersebut?
Inilah kisahnya :
Elang dalam usia normalnya dapat mencapai 40 tahun. Pada usia inilah elang tersebut harus menentukan pilihan hidupnya, apakah ia mau hidup sampai usia 70 tahun atau tidak? Keputusan yang berat ini harus diambil, jika tidak maka usia elang tersebut akan berakhir di usia 40.
Hal tersebut terjadi karena pada usianya yang ke 40, paruhnya sudah terlalu panjang membengkok sehingga hampir menyentuh dada, sehingga mengakibatkan ia tidak dapat menangkap mangsanya. Kuku cakarnya telah menua dan rapuh, sehingga ia sulit mencengkeram mangsanya. Kemudian bulu-bulu di tubuhnya telah semakin lebat dan panjang, sehingga menjadi terlalu berat baginya untuk bermanuver dengan gesit dan anggun. Mangsanya pun dapat melarikan diri.
Keputusan yang diambil oleh elang jawa membuat ia menderita selama kurang lebih lima bulan. Keputusan ini akan membawa elang pada sebuah proses perubahan yang sangat menyakitkan.
Proses ini mengharuskan si elang terbang menuju puncak gunung yang tinggi, di mana tidak ada gangguan apapun. Pertama, si elang harus menghantamkan paruh bengkoknya berkali-kali pada dinding-dinding batu gunung sehingga paruh lamanya terlepas dari mulutnya.
Setelah paruh yang lama terlepas, si Elang harus berpuasa menahan lapar sambil menanti tumbuhnya paruh yang baru. Lalu, setelah paruh baru tumbuh adalah mencabut cakarnya yang menua dan menanti tumbuhnya cakar baru.
Terakhir adalah mencabuti bulu-bulunya satu persatu. Proses selama 5 bulan ini sangat menyakitkan bagi si elang, tetapi dibalik proses yang menyakitkan itu, si elang mampu untuk hidup 30 tahun lagi.


Quote:
Code:
  Foto Foto Elang Jawa  

Spoilerfor wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Spoilerfor Wow:

Monday, February 27, 2012

Burung Namdur, Disainer Sarang Terhebat

Burung ini sebesar burung merpati. Dalam artikel yang dimuat di National Geographic edisi terbaru (Juli 2010), Namdur digambarkan sebagai burung arsitek dan designer yang amat cerdas. Ia membangun sarang yang indah, kemudian membuat dekorasi. Ia pandai memilah benda-benda yang menarik untuk diletakkan di sarangnya sehingga nampak estetis. Kemampuannya memilah sesuatu dan menyusunnya dengan rapi adalah kemampuan yang setara dengan manusia serta menunjukkan kebudayaan dan estetika yang tinggi.

Yang luar biasa, Namdur juga mengecat sarangnya. Ketika membangun sarangnya, ia mengatur ratusan cabang tipis dalam dua jalur yang saling berhadapan, seperti terlihat pada gambar ini. Dengan cara ini, Namdur membangun sebuah sarang yang teduh. Ia lalu menumpuk semua benda yang ditemukannya dari lingkungan sekitarnya di bawah sarangnya. Misalnya, sayap kupu-kupu, bulu burung, kunci mobil, atau beberapa cabikan kertas pembungkus. Burung ini paling tertarik pada benda-benda berwarna biru. Seperti dapat disaksikan pada gambar, burung ini mengumpulkan di dalam sarangnya semua benda berwarna biru yang dapat ditemukannya.

Di samping itu, Namdur juga menggunakan sarana menghias lainnya. Yang lebih hebat lagi, ia menyiapkan sendiri catnya. Ingin tahu bagaimana caranya? Namdur mengumpulkan tanaman berbagai warna dan mengecat dinding menggunakan sari tanaman tersebut. Terkadang, ia menggunakan batu bara, yang dicampur dengan ludahnya. Namdur juga mengecat sarangnya, yang terbuat dari ranting-ranting, dengan sepotong kulit kayu yang dikunyah di mulutnya.

Burung Namdur dapat kita jumpai di Indonesia yaitu di Irian Jaya. Burung namdur memang jagoan pembuat sarang. Pada awalnya banyak yang menduga sarang yang dibuatnya merupakan buatan manusia, karena bentuknya yang unik dan sangat indah.Tapi kenyataannya tidaklah demikian, sarang-sarang indah itu ternya hanya buatan seekor burung namdur Jantan.

Quote:
Quote:
Karena sifat burung Namdur betina yang materialis, dan hanya mau kimpoi dengan burung jantan yang memiliki sarang terindah, maka apa boleh buat Namdur jantan pun harus bisa unjuk gigi dalam memikat hati pasangannya. Persaingan Namdur ketat juga ya..

Untuk mengerjakkan sebuah sarang, burung Namdur membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa mencapai sembilan bulan, Wowww.Trus bagaimana kalau ternyata sarang yang sudah susah payah dibangun tidak sanggup menggaet hati sang pujaan hati. Tidak, mereka tidak akan menghancurkan sarangkan karena frustasi, melainkan sarang tersebut akan terus di dekorasi hingga ada betina yang mau.Burung Namdur termasuk jenis hewan monogami, meski ada beberapa yang bersifat poligini.

Quote:
Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:
]


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:


Spoiler for Gambar Sarang Namdur:
Quote:
Quote:
Selain hebat dalam membuat sarang, Namdur juga terkenal dapat menirukan suara berbagai jenis hewan. Seperti anjing, kucing, harimau, kambing dan lainnya. Suara menyerupai binatang digunakan untuk mengusir hewan pengusik yang mendekati sarangnya. Dalam membuat sarang, burung Namdur menggunakan barang unik yang dijumpainya, baik bebatuan, kain sisa manusia, pot bunga bekas, sisa plastik dan lainnya.

Akan tetapi sangat disayangkan, nampaknya burung Namdur belum bisa mengolah semen dan batu bata ya, kalaupun bisa pastinya nanti sarangnya akan terbuat dari bahan-bahan meteria komplit. Dan pastinya dalam membuat sarang tersebut tidak dilakukan sendiri karena harus butuh kenek..
Quote:
Burung Paling Romantis

Untuk apakah sebuah sarang yang estetis itu? Kali ini saya kembali tercengang. Marilah kita bersama membedah tanda-tanda ala mini. Namdur yang membuat sarang adalah Namdur jantan. Ternyata ia menyiapkan sarang indah itu untuk memikat betina. Ia adalah tipe burung yang mencintai pasangannya dan melakukan apapun demi memuaskan sang pasangan. Semua yang indah-indah itu dibangun untuk memikat betina. Pada akhirnya, ia bersaing dengan sesama jantan -yang juga memiki estetika tinggi-demi memikat burung betina.

Friday, May 20, 2011

Hooded Pitohui : Satu2nya Burung Beracun di Dunia





Quote:
Hooded Pitohui ditemukan di Papua Nugini, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun. Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari racun katak panah Amerika Selatan).

Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu mereka sendiri dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai "burung sampah", karena toksisitasnya membuat tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut.

Menyentuh Hooded Pitohui dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin (seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu), sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya. Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohuis dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.
Menurut XiMAD... Hooded Pitohui adalah satu-satunya burung di dunia yang memiliki racun.
Spoiler for Gambar:



Saturday, May 14, 2011

5 dari 10 burung yang memiliki pertahanan paling unik di dunia

1. Hooded Pitohui


Hooded Pitohui ditemukan di New Guinea, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun. Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari racun katak panah Amerika Selatan). Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu mereka sendiri dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai "burung sampah", karena toksisitas mereka membuat mereka tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut. Menyentuh Hooded Pitohuis dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin (seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu), sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya. Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa Hooded Pitohuis dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.

2. African White Masked Owl


Burung hantu kecil ini sedikit diketahui oleh publik setelah baru-baru ini ketika acara TV Jepang menampilkan metode pertahanannya yang luar biasa. Jika didekati oleh musuh kecil burung ini akan mendesis untuk membuat dirinya terlihat lebih besar dan ganas, ini adalah metode defensif umum di antara burung hantu dan tampaknya cukup untuk menakuti musuhnya. Namun, ketika berhadapan dengan musuh yang lebih besar an lebih kuat, burung hantu ini tidak mencoba untuk mengintimidasinya dengan cara itu, melainkan meratakan bulu dan menyipitkan mata sehingga matanya hampir tidak terlihat oleh predator. Dengan tetap bergerak burung ini melakukan sesuatu untuk menyerupai tunggul pohon atau cabang pohon, seperti Potoo, melarikan diri dari perhatian pemangsa lebih besar.

3. Potoo


Sering ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, burung ini adalah pemangsa nokturnal yang aneh juga dikenal sebagai "Ghost Bird", karena kamuflase luar biasa mereka. Potoo memakan serangga, hewan terbang kecil seperti kelelawar dan burung kecil. Di siang hari potoo bertengger di pohon dan tetap benar-benar bergerak dan meniru tunggul pohon mati atau seperti tunggul yang patah. Bulunya menyerupai kulit kayu dan kelopak mata memiliki celah yang memungkinkannya untuk melihat bahkan ketika mata tertutup. Potoo biasanya akan tetap bergerak bahkan ketika didekati oleh hewan lain (atau manusia) dan mereka hanya terbang ketika mereka merasa bahwa penyamaran mereka telah diketahui. Kamuflase ini begitu baik, namun, mereka hampir tidak pernah ditemukan dan mereka hampir tidak memiliki predator. Hal ini juga membuat Potoo sangat sulit untuk kita amati. Pada malam hari Potoo hanya dapat ditemukan karena matanya memantulkan cahaya, bersinar seperti mata kucing dan burung hantu.

4. Hoatzin


Ditemukan di hutan hujan di Amerika Selatan, Hoatzin pernah diyakini menjadi "fosil hidup". Hal ini tergambar dalam banyak hal misalnya, ia makan pada daun pohon, diet yang sangat aneh untuk seekor burung dan fermentasi menggunakan bakteri untuk mencerna makanannya, seperti sapi. Karena ini, Hoatzin memiliki bau yang sangat menyengat seperti pupuk kandang. Tetapi bau mengerikan Hoatzin bukanlah alasan mengapa dia termasuk dalam daftar ini. Hoatzin biasanya membangun sarang mereka di cabang-cabang pohon yang menggantung di atas air. Ketika terganggu atau terancam oleh pemangsa, maka anak Hoatzin melompat ke dalam air untuk melarikan diri. Mereka adalah perenang dan penyelam yang sangat baik dan ketika bahaya telah berlalu, mereka dapat memanjat pohon dan kembali ke sarang. Untuk melakukan hal ini, anak Hoatzin memiliki 2 cakar pada masing-masing sayapnya, mengingatkan kita pada orang-orang dari Archaeopteryx dan yang berbulu lainnya, lebih tepatnya dinosaurus mirip burung. Hanya Hoatzin muda yang memiliki cakar tersebut, mereka menghilang dan dapat menghindari predator dengan terbang. Hoatzin telah menjadi objek perdebatan di kalangan ilmuwan sejak penemuannya pada tahun 1776.

5. Ferruginous Pygmy Owl


Meskipun burung hantu biasanya dikenal memangsa tikus dan binatang pengerat lainnya, ternyata mereka juga berburu sesama burung hantu dan burung paling kecil biasanya takut kepada burung hantu, ketika mereka melihat burung hantu pada siang hari (ketika burung hantu cenderung kurang mau melakukan serangan kejutan), mereka berebut untuk mengganggu untuk mendorongnya pergi. Perilaku ini dikenal sebagai "Mobbing". Burung hantu ini adalah pemburu burung terampil, mengambil mangsa sampai dua kali ukuran mereka sendiri, dan karena itu mereka dikhawatirkan oleh semua burung kecil lainnya di wilayah mereka. Tentu hal ini sangat berbahaya untuk spesies yang lebih kecil seperti Ferruginous Pygmy Owl. Untuk melindungi diri dari mobbing, burung ini memiliki 2 bintik di bagian belakang kepalanya yang menyerupai mata. Ini cukup untuk menghalangi burung paling kecil, karena mereka biasanya tidak akan menyerang burung hantu yang melihat arah mereka. Jika menghadapai burung yang lebih besar, pasrah mungkin lebih baik.

sumber:http://aktadiurna.blogspot.com/2011/...ertahanan.html

for hooded pitohui


for african white masked owl


for potoo


for hoatzin chick


for ferruginous pygmy owl

Tuesday, May 10, 2011

10 Burung Cendrawasih Terindah di Dunia

Ada lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Ada sekitar 13 Genus dari burung-burung ini dan yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea. Di Indonesia kita menyebutnya dengan burung cendrawasih. Bercirikan dengan warna yang mencolok dan cerah, bulu berwarna kuning, biru, merah, dan hijau. Dengan warna-warna yang demikian mereka menjadi burung paling indah dan menarik di dunia, sehingga disebut sebagai burung dari surga. Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.

1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)

The Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.

2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)

The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut. Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan. Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.

3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)

Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.

4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)

Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.

5. Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus)

Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun. Merupakan endemik di Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung betina untuk memikat mereka.

6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra)

Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)
Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini. Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.

8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)

King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.

9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)

Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.

10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)

Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan. Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.