Laman

Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Friday, January 13, 2012

Manajemen Diri Dengan SESUATU YANG BARU




Manajemen Diri Dengan
SESUATU YANG BARU



Quote:
Masih ingatkah Anda ketika baru pertama kali bisa naik sepeda? Masih ingatkan Anda ketika pertama kali ke suatu tempat yang sekarang menjadi tempat favorit Anda? Masih ingatkah Anda ketika pertama kali merasakan secara nyata bagaimana naik kelas, lulus sekolah, ataupun mendapatkan gaji pertama?

Pengalaman pertama adalah hal yang istimewa. Pengalaman pertama biasanya begitu membekas pada ingatan. Jika kita ingat pengalaman-pengalaman pertama yang kita alami, tentu kita akan merasakan hal-hal yang indah. Ternyata pengalaman pertama, memang memberikan input positif bagi kehidupan kita.

Nah, apa yang Anda dapatkan dari semua ”pengalaman pertama” tersebut?


Quote:
KEPUASAN

Ketika pertama kali kita lulus ujian, berhasil mengendarai sepeda, menyetir mobil, naik ke kelas yang lebih tinggi, mendapat gaji pertama, kita merasakan kepuasan.

Kepuasan karena berhasil melakukan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya ini ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa. Karena kita puas, kita ingin mencoba lagi. Jika pertama kali kita belum terlalu mahir, kali-kali berikutnya kita berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang pertama kali. Akhirnya, kita bisa menjadi mahir.

Jadi kepuasan, mendorong kita untuk maju. Kepuasan juga mendorong kita untuk mencoba lagi dengan cara yang lebih baik. Kepuasan memberi semangat bagi kita untuk mengasah keterampilan, dan belajar.
Quote:
PENEMUAN BARU

Dengan mencoba sesuatu yang baru, seringkali kita menemukan hal-hal baru. Kita menemukan mana yang bisa menyebabkan kegagalan, mana yang bisa membawa keberhasilan.

Ketika kita mencoba naik sepeda untuk pertama kali, biasanya kita akan jatuh. Dari kejatuhan ini, kita belajar bagaimana lain kali agar tidak jatuh lagi.

Motivasi ini menyebabkan kita terdorong untuk mengeksplorasi cara-cara baru lagi yang belum pernah kita lakukan sebelumnya agar terhindar dari kejatuhan kedua kalinya. Jika, ternyata kita masih jatuh juga, kita terdorong untuk mencoba cara lain lagi, sampai akhirnya kita bisa menemukan cara untuk mengendalikan sepeda dengan baik.

Jadi, mencoba sesuatu yang baru akan memberikan inspirasi bagi kita untuk mendapatkan temuan-temuan baru yang bermuara pada pencarian terhadap keberhasilan. Jika kita mencari, pasti kita akan mendapatkannya.
Quote:
PANDANGAN BARU

Dengan mencoba sesuatu yang baru, pandangan dan wawasan kita juga menjadi lebih terbuka. Jika pada awalnya kita hanya mengenal kota kelahiran kita semata, setelah kita pertama kali mengunjungi kota lain, ternyata kita mendapatkan pandangan baru terhadap dunia dan kehidupan ini. Ternyata, udara masih ada yang terasa segar, tidak terpolusi seperti di kota-kota besar. Ketika kita pertama kali belajar di universitas, kita banyak bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah yang ikut belajar di tempat yang sama.

Di sini kita belajar bahwa, terdapat berbagai macam karakter orang, termasuk juga karakter yang positif. Kita juga bisa belajar dari kualitas positif yang dimiliki orang lain yang baru pertama kali kita kenal. Kita bisa saling membagi pengetahuan, dan keterampilan dengan orang-orang yang pertama kali kita temui. Dengan demikian, wawasan kita menjadi lebih diperkaya, demikian juga dengan pengetahuan kita, dan keahlian kita.
Quote:
PRESTASI BARU

Dengan mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita tidak akan tahu bahwa kita ternyata mampu mengukir prestasi baru.

Seorang atlet yang pernah meraih medali perak, akan berusaha mengukir prestasi yang lebih unggul yang belum pernah ia raih sebelumnya. Hanya dengan semangat seperti inilah, rekor-rekor lama di pertandingan olah raga nasional dan internasional berhasil ditumbangkan oleh rekor-rekor baru.

Hanya dengan mencoba melakukan suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita bisa mendorong kemampuan kita melebihi apa yang kita perkirakan. Tanpa mencoba yang lebih, kita tidak akan pernah bisa mengukur kemampuan maksimal kita.
Quote:
MASALAH RESIKO


Selain hal-hal yang positif, tentunya, mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah kita lakukan, mengandung resiko.

Quote:
SALAH atau GAGAL

Ketika mencoba sesuatu pertama kali, kita menghadapi resiko salah. Salah jalan, salah alamat, salah langkah, salah pengertian, salah perkiraan, dan masih banyak kemungkinan kesalahan lainnya.

Ketika pertama kali membangun bisnis, tidak sedikit pebisnis yang melakukan berbagai kesalahan: salah dalam membuat perencanaan, salah dalam memprediksi biaya dan pendapatan, salah dalam menebak selera pasar. Kesalahan yang bertumpuk bisa juga mengarah pada kegagalan: gagal dalam ujian, gagal dalam membangun bisnis, gagal dalam membangun karir.

Namun, dari kesalahan ini kita juga bisa banyak belajar, agar pada kesempatan berikutnya, kesalahan tidak perlu diulang lagi.
Quote:
TIDAK NYAMAN

Apa pun yang dilakukan untuk pertama kalinya, pasti tidak langsung sempurna. Ada proses ketidaknyamanan yang terlibat. Belajar naik sepeda pertama kali pasti pernah jatuh. Mengoperasikan komputer pertama kali ada saja kesalahan yang diperbuat. Mencari rumah seseorang untuk pertama kali mungkin juga tersesat.

Ada juga perasaan ragu-ragu ketika mencoba sesuatu untuk pertama kalinya. Semua ini memang bagian dari pertumbuhan. Ketika gigi bayi pertama kali akan tumbuh, sang bayi juga mengalami demam. Jika seorang anak kelas 6 SD ingin naik ke Sekolah Menengah, ia juga harus mengalami ketidaknyamanan belajar untuk ujian, dan mengambil ujian tersebut, sebelum akhirnya dinyatakan lulus melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi.

Demikian pula dengan sukses. Ketika kita akan meraih sukses, kita harus berani mengambil resiko untuk merasa tidak nyaman. Karena dikaruniai sukses, kita melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya: membuat barang dengan kualitas yang lebih baik, melayani pelanggan dengan layanan yang lebih prima, memasarkan produk dan jasa dengan strategi yang lebih efektif.

Semua kelebihan ini hanya bisa diraih jika kita mau mengambil resiko untuk merasa tidak nyaman ketika mencoba sesuatu untuk pertama kali.
SELANJUTNYA BAGAIMANA?


Setelah kita sadar bahwa melakukan sesuatu untuk pertama kali (sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya) bisa membuka jalan menuju sukses, lalu apa yang harus kita lakukan?

Quote:
MIMPI

Manusia bisa menikmati perjalanan dari satu benua ke benua lain melalui udara, hanya dalam bilangan jam, karena dua bersaudara Wright yang berhasil merealisasikan mimpi mereka untuk terbang seperti burung.

Mimpi inilah yang akan menjadi pendorong kita untuk mencoba hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Tanpa mimpi, kita tidak akan punya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mimpi, kita tidak akan pernah punya keinginan untuk mencoba kemampuan baru, untuk membukukan sukses.
Quote:
KEBERANIAN

Mimpi hanyalah tinggal mimpi jika kita tidak punya keberanian untuk mewujudkannya.

Ray Kroc yang sudah memasuki usia 50 tahun tidak akan pernah menjadi seorang yang superkaya yang memiliki gerai makanan cepat saji yang tersebar di seluruh benua, jika ia tidak memiliki keberanian untuk mencoba membangun usaha sendiri yang belum pernah ia lakukan sebelumnya -sebelumnya ia hanyalah seorang karyawan yang bekerja untuk orang lain ataupun perusahaan lain.

Dengan keberanian, Ray Kroc mencoba membangun usaha sendiri, dengan membeli restoran McDonald bersaudara yang dianggapnya menjalankan usaha makanan yang unik.
Quote:
PERENCANAAN

Keberanian tanpa perencanaan adalah bunuh diri. Perencanaan tanpa keberanian adalah sia-sia.

Jadi kedua elemen ini harus ada jika kita ingin meraih sukses. Seperti para atlet menyusun rencana sukses untuk memenangkan pertandingan, seperti tentara di medan perang menyusun rencana untuk mengalahkan lawan, demikian pula dengan orang-orang yang ingin meraih sukses.

Suskes perlu dipetakan dalam sebuah rencana. Peta inilah yang akan dijadikan pedoman untuk mengeksplorasi daerah-daerah baru, kemampuan baru, pengalaman baru, strategi baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Semua hal-hal yang baru ini membuka pintu kesempatan yang tidak terbatas untuk meraih sukses.
Jadi, sudahkah Anda melakukan sesuatu untuk pertama kali hari ini?

Belum? Mengapa tidak Anda coba sekarang? Sesuatu yang baru, membuka wawasan baru, dan kemungkinan sukses baru.

Manajemen Waktu: Apa yang Paling Penting?



Coba bayangkan....

Anda sedang berdiri di dalam sebuah jam pasir besar dengan butiran pasirnya yang terbuat dari emas. Pasir di bagian atas jam tersebut mulai menyusut sedikit demi sedikit, sampai akhirnya tak ada pasir yang tersisa.

Sementara, di bagian bawah Anda sudah terkubur dengan pasir tersebut. Anda sudah terkubur oleh berbagai tugas dan pekerjaan.

Ini bisa menjadi ilustrasi bahwa kurangnya waktu adalah musuh kita dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

Dua puluh empat jam bukanlah waktu yang cukup bagi banyak orang untuk melakukan semua yang telah terjadwal. Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan tugas sesuai dengan prioritas.


Quote:

Anda bisa mencoba untuk memprioritaskan atau memanajemen waktu dengan 4 hal berikut:


1. Hal yang penting dan mendesak
2. Hal yang tidak penting tapi mendesak
3. Hal yang tidak mendesak tapi penting
4. Hal yang tidak penting dan tidak mendesak
Quote:

1. Penting dan Mendesak


Pekerjaan semacam ini adalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, dan jika tidak, maka Anda harus menghadapi konsekuensinya. Misalnya saja tagihan listrik yang harus segera dibayar hari ini. Jika Anda tidak membayar tagihan tepat waktu, Anda bisa didenda. Tugas yang masuk dalam kategori ini bukanlah hal yang bisa ditunda. Anda harus membuatnya menjadi prioritas utama.


Kabar baiknya, Anda bisa mendelegasikan tugas pada orang lain untuk pekerjaan tertentu, seperti misalnya berbelanja untuk keperluan hari itu juga. Jika Anda harus mengeluarkan uang untuk hal ini, keluarkan saja. Sebab, orang-orang kaya adalah orang yang menganggap waktu lebih penting daripada uang.
Quote:

2. Tidak Penting Tapi Mendesak


Penting tidaknya pekerjaan dalam kategori ini sebenarnya tergantung dari masing-masing orang. Misalnya, suatu diskon selama 3 hari mungkin mendesak bagi seseorang, dan tidak mendesak bagi orang lain yang tidak membutuhkan barang yang didiskon tersebut. Atau, hal seperti ini mungkin juga menjadi mendesak bagi seseorang, padahal barangnya tidak dibutuhkan.


Lalu bagaimana Anda bisa menentukan apakah sesuatu mendesak atau tidak?


Anda bisa mempertimbangkan tentang dampak negatif apa yang mungkin terjadi jika Anda tidak melakukan pekerjaan itu. Kalau misalnya tidak akan ada apa-apa yang terjadi jika Anda melewatkan diskon 3 hari tersebut, sebaiknya lewati saja.
Quote:

3. Tidak Mendesak Tapi Penting


Anda mungkin sering menunda tugas yang termasuk dalam kategori ini, padahal kategori inilah yang harusnya mendapat perhatian lebih.


Bahaya dari menunda tugas yang berada dalam kategori ini adalah, Anda justru melakukan sesuatu yang Anda anggap mendesak, padahal kenyataannya tidak. Inilah yang akan membuang waktu Anda.
Quote:

Contohnya, bukannya berusaha untuk meningkatkan penjualan dan meminimalisasi biaya dalam bisnis, Anda justru menghabiskan waktu untuk menyenangkan pelanggan (yang padahal bisa dilakukan oleh orang lain. Atau lebih buruk lagi, Anda bisa menunda-nunda tugas Anda, sampai Anda sadar bahwa tugas Anda penting.
Berikan prioritas tinggi untuk kategori ini. Mungkin hasilnya tidak bisa segera Anda rasakan, tapi untuk jangka panjang ini akan sangat bermanfaat.
Quote:

4. Tidak Mendesak dan Tidak Penting


Mungkin Anda pikir aktivitas yang berada dalam kategori ini hanya-buang waktu saja. Tapi coba pikirkan kembali. Kenyataanya, banyak orang justru menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas dalam kategori ini, yaitu yang tidak mendesak dan tidak penting. Misalnya saja menonton TV, bermain game, ngerumpi, dan lain lain.


Tentu saja, meluangkan waktu untuk bersantai itu penting. Seperti kata orang,


”All work and no play makes Jack a dull boy,” - kalau Anda hanya bekerja saja, maka Anda bisa menjadi orang yang membosankan.


Tapi, sebaiknya Anda membatasi aktivitas seperti ini; itu jika Anda ingin mewujudkan banyak hal dalam hidup.


Perlakukanlah aktivitas dalam kategori ini dengan prioritas yang paling rendah. Jika Anda benar-benar ingin berhasil, maka batasilah waktu untuk melakukan hal dalam kategori ini, dan fokuslah pada aktivitas yang dapat membuat Anda bisa mengembangkan diri dan juga memberi Anda hasil.

Tipe Pekerja Berdasarkan Manajemen Emosi


Quote:
SETIAP individu memiliki karakter yang berbeda-beda di tempat kerja. Ada tipe yang tegas dan selalu terjun untuk menyelesaikan masalah, dan ada pula tipe yang lebih diplomatis dan menerima.

Dengan memahami gaya emosi rekan kerja, termasuk diri Anda sendiri, orang dapat terhindar dari pertikaian, meningkatkan efektivitas, serta membuat suasana kantor terasa lebih menyenangkan.

Dalam buku berjudul 'It's Always Personal,' Anne Kreamer bekerja sama dengan JWT untuk menyurvei 1.239 pekerja Amerika, mulai dari tingkat manajer sampai entry level. Dari data yang terkumpul, berhasil diidentifikasi empat tipe pekerja berikut ini, seperti dikutip situs forbes.com
Quote:
Quote:
Solver
Kelebihan: Tipe profesional seperti ini adalah jenis yang paling langka. Mereka menunjukkan performa terbaik di bawah tekanan. Umumnya, tipe ini merasa puas terhadap diri sendiri dan memiliki kekuatan batin yang solid.
Kekurangan: Karena sifatnya yang tegas, mereka mungkin menutup diskusi sebelum orang lain merasa memiliki kesempatan untuk didengarkan. Mereka juga bisa dipandang sebagai penyendiri.
Saran: Bagi pemikiran di balik pilihan-pilihan Anda dengan kolega.
Quote:
Quote:
Accepter
Kelebihan: Berorientasi detail dan diplomatis. Kebanyakan orang biasa masuk ke dalam kategori ini.
Kekurangan: Pesimistis dan penunda. Tipe seperti ini kerap menyembunyikan emosi dan cenderung merasa tidak dihargai.
Saran: Anda membutuhkan sarana untuk mengeluarkan emosi. Tuliskan perasaan Anda atau ceritakan uneg-uneg kepada teman yang dipercaya.
Quote:
Quote:
Believer
Kelebihan: Tipe ini biasanya puas dengan kehidupan mereka, dan menemukan makna tentang berbagai hal di luar diri mereka sendiri seperti keyakinan, negara, dan organisasi.
Kekurangan: Meski tidak keberatan orang lain mengekspresikan emosi mereka, tipe ini sendiri tidak nyaman melakukan hal tersebut. Mereka selalu berhati-hati.
Saran: Anda dapat membantu menyelesaikan konflik di tempat kerja, dengan turun tangan dan mengingatkan kolega tentang tujuan dan keyakinan bersama mereka.
Quote:
Quote:
Spouter
Kelebihan: Karismatik dan menarik. Tipe seperti ini mampu memperlihatkan semua emosi, termasuk air mata, di depan publik.
Kekurangan: Tipe seperti ini merupakan yang paling cemas, dan lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Ketika terjadi sesuatu yang salah, mereka sering menyalahkan rekan kerja.
Saran: Lakukan aktivitas fisik seperti yoga atau berlari, untuk membantuk mengatasi stres dan mencegah ledakan emosi.