Laman

Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

10 Kartun terbaik di Tahun 80-an

Mari bernostalgia. Tahun 80-an boleh dibilang sebagai salah satu dekade yang paling berjaya. Breakdance, baju full warna, bahasa prokem alias preman dan juga film kartun, adalah beberapa hal yang patut dikenang. Membahas kartun, siapa saja sih yang dianggap banyak orang sebagai yang terbaik dan masih membekas di hati? Ini dia 10 kartun 80-an terbaik...

10. Smurf


Spoiler for Smurf:


Siapa tak ingat dengan sekumpulan manusia kerdil berwarna biru ini. Meski mereka terlihat sama, memakai pakaian yang sama dan tinggal di tempat yang sama, masing-masing smurf memiliki kepribadian unik yang mampu menyelamatkan grup dari Gargamel dan Azrael.


9. Gummi Bears

Spoiler for Gummi Bears:


Masih ingat nggak sama kartun yang satu ini? Itu lho, sekumpulan beruang berwarna-warni yang selalu berpetualang. Produksi Disney ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik yang dikeluarkan perusahaan raksasa film itu.

8. GI Joe

Spoiler for GI Joe:


Wah kali ini giliran para lelaki. Ngaku deh, siapa di antara kalian yang kemudian bercita-cita menjadi tentara karena menonton film ini. GI Joe benar-benar meraih sukses besar deh.

7. He-Man

Spoiler for He-Man:


Jagoan yang satu ini digambarkan secara sempurna (pada zamannya) oleh sang kreator. Ganteng, berbadan tegap dan mampu mengalahkan siapa pun musuhnya. Sepertinya tak sedikit juga dari kita yang mempunyai imajinasi menjadi superhero seperti He-Man.

6. Transformers

Spoiler for Transformers:


Yang satu ini tak perlu diragukan lagi ketenarannya. Kendaraan yang dapat berubah menjadi robot dan menumpas kejahatan, dianggap keren oleh pemirsa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari versi kartunnya dulu, hingga versi layar lebar yang dirilis pada 2007 silam, Optimus Prime dkk selalu berhasil mengundang kekaguman.

5. Mario Brothers

Spoiler for Mario Brothers:


Mario dan Luigi, dua kakak beradik ini mempunyai banyak sekali penggemar. Selain film kartun, game petualangan Mario Bros yang dikeluarkan Nintendo juga laku keras di pasaran. Kekonyolan mereka menjadi daya tarik tersendiri selain petualangan yang mengasyikan.

4. Rescue Rangers

Spoiler for Rescue Rangers:


Film ini merupakan kisah petualangan Chip and Dale, dua tupai yang bersahabat namun tak jarang juga terlibat konflik. Menurut banyak orang, karakter yang melekat dalam benak publik serta cerita yang bagus, membuat Rescue Rangers dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik.

3. Thundercats

Spoiler for Thundercats:


Tahun 80-an sangat mengedepankan kerjasama tim, dan tak ada kartun yang menunjukkan contoh tersebut lebih baik dari Thundercats. Sudah jelas kan mengapa kartun ini menjadi yang terbaik nomer tiga.

2. Duck Tales

Spoiler for Duck Tales:


Siapa saja pasti mengingat lagu tema Duck Tales. Petualangan bebek kaya raya Scrooge McDuck dan ketiga bebek kecil, Huey, Dewey dan Louie, dinilai sangat epik. Tak ada anak yang rela melewatkan satu episode pun.

1. Voltron

Spoiler for Voltron:


Ini adalah puncak kejayaan dari kartun tahun 80-an. Film ini mampu mengkombinasikan unsur-unsur dari hampir seluruh kartun yang ada saat itu. Gambar, cerita serta kemampuan kelima robot Voltron dinilai nyaris sempurna. Selain menyaksikan filmnya, kebanyakan dari kita juga pasti mengoleksi mainannya, kan?

Thursday, March 22, 2012

Tom & Jerry, Film Kartun Legendaris Peraih 7 Piala Oscar



Anda pasti tidak menyangka kartun keluarga ini merupakan salah satu kartun terhebat sepanjang masa. Tidak tanggung-tangguh 7 piala oscar pernah disabetnya. Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang sepasang kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini adalah pemenang Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh dua orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudain terkenal sebagai Hanna-Barbera).

Seri animasi ini diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di Hollywood pada tahun 1940 hingga 1957 saat unit animasi studio tersebut ditutup. Pada tahun 1960, MGM mempekerjakan Rembrandt Films (pimpinan Gene Deitch) di Eropa Timur untuk memproduksi seri Tom and Jerry ini.

Produksi Tom and Jerry kembali ke Hollywood pada tahun 1963, dikerjakan oleh Sib-Tower 12 Productions pimpinan Chuck Jones. Seri produksi ini berlangsung hingga tahun 1967.Tom and Jerry muncul kembali di acara kartun televisi hasil produksi Hanna-Barbera (1975-1977; 1990-1993) dan Filmation Studios (1980-1982).

Tomas alias Tom


Spoiler for for Tom:



Tom adalah seekor kucing rumah berwarna abu-abu kebiruan (warna bulu Tom sangat mirip dengan warna bulu kucing Biru Rusia) yang hidup dalam kemanjaan.Tom sangat cepat marah dan mudah tersinggung. Walaupun penuh semangat dan bertekad bulat, niat Tom selalu kalah dengan otak dan kelihaian Jerry.Tapi, hasil sebaliknya bisa terjadi. Terkadang, Tom menjadi pemenang, dari berapa ratus episode Tom and Jerry, hanya tiga belas episode yang menyatakan Tom keluar sebagai pemenang pada akhirnya. Kasihan.

Jerry

Spoiler for for Jerry:



Jerry adalah seekor tikus kecil berwarna coklat yang selalu tinggal dekat dengan dimana Tom hidup.Jerry adalah karakter yang hidup bebas dan sangat pandai mengambil kesempatan. Tikus yang satu ini benar-benar usil menggemaskan. Jika dia mengalami kesusahan wajahnya sangat melas.

Episode-episode yang memenangkan oscar adalah:
*The Yankee Doodle Mouse tahun 1943
*Mouse Trouble tahun 1944:
*Quiet Please tahun 1945:
*The Cat Concerto tahun 1946:
*The Little Orphan tahun 1948
*The Two Mouseketeers tahun 1951
*Johann Mouse tahun 1952

Wednesday, March 14, 2012

Perkembangan Sinema Hong Kong dari masa ke masa

Quote:
Era Film Bisu
Quote:
Quote:
Sejak awal perkembangan sinema industri film Hong Kong berjalan berdampingan bersama industri film China yang berpusat di Shanghai. Opera Cina yang telah ada sejak ribuan tahun silam menjadi akar bagi medium film. Adapun film yang seringkali dianggap sebagai film Hong Kong pertama adalah dua film komedi pendek berjudul Stealing a Roasted Duck dan Right a Wrong with Earthenware Dish masing-masing pada tahun 1909. Film ini disutradarai Liang Shaobo yang juga seorang aktor dan sutradara Opera. Sementara orang yang berjasa di balik awal perkembangan sinema Hong Kong adalah seorang Amerika, Benjamin Brodsky. Brodsky juga turut andil memproduksi film panjang Hong Kong pertama (berdurasi 2 rol) yakni, Zhuangzi Tests His Wife (1913). Film yang diadaptasi dari pertunjukan opera ini diarahkan oleh Lai Man-wai yang kelak dijuluki sebagai Bapak Sinema Hong Kong.

Perkembangan selanjutnya sulit untuk dilacak karena hanya sedikit saja film yang selamat dari perang dunia pertama. Perang juga menghambat perkembangan film di Hong Kong karena industri film sangat bergantung pada stok (negatif) film dari Jerman. Hingga akhirnya pada tahun 1923, Lai Man-wai bersama dua saudaranya begabung bersama Liang Shaobo untuk mendirikan studio lokal pertama di Hong Kong yakni, Minxin Studio atau juga dikenal China Sun Motion Picture Company. Pada tahun 1925, Lai memproduksi film panjang pertama yakni, Rogue yang juga sukses komersil. Namun demonstrasi buruh yang melanda Hong Kong pada saat itu memaksa Lai memindahkan operasinya ke Shanghai.
Quote:
Era Film Bicara - Perang Dunia II
Quote:
Kedatangan teknologi suara serta demonstrasi yang mulai mereda di Hong Kong mengubah industri film sangat drastis. Rakyat Cina mayoritas menggunakan bahasa mandarin namun bahasa kanton lebih lazim digunakan warga Hong Kong. Para produser Cina melihat peluang emas ini dan mulai mendirikan studio di Hong Kong untuk memproduksi film-film berbahasa kanton. Perang antara Cina – Jepang yang pecah di tahun 1937 juga memaksa para pelaku industri film di Shanghai pindah ke Hong Kong. Hong Kong selama beberapa waktu menjadi surga bagi para pelaku industri asal Shanghai. Studio-studio besar seperti, Grandview, Tian Yi, Universal, dan Nanyue didirikan. Film-film bergenre adaptasi opera terbukti adalah yang paling sukses pada dekade ini. Hingga akhirnya pada tahun 1941, Jepang menginvasi Hong Kong dan praktis industri film mati total.

Selama era 30-an ini selain film-film adaptasi opera beberapa genre baru bermunculan yakni, perang (propaganda anti Jepang) serta silat. Ketegangan dengan Jepang membuat film-film perang bertema patriotisme dan nasionalis menjadi tema yang populer sejak pertengahan 30-an, seperti Lifeline (1935), Hand to Hand Combat (1937), dan March of the Partisans (1938). Sementara genre silat (umumnya menggunakan pedang) sebenarnya telah populer sejak akhir dekade lalu terutama di Cina melalui adaptasi novel-novel wuxia yang kala itu sangat populer disajikan berseri di surat kabar. Namun pada awal era 30-an pemerintah Cina melarang produksi film-film silat pedang karena dinilai mengandung unsur kekerasan dan tahyul. Hal ini membuat Hong Kong yang merupakan koloni Inggris menjadi sasaran alternatif. Tercatat film silat berbahasa kanton pertama yang diproduksi di Hong Kong adalah The Adamed Pavilion (1938). Setelah perang berakhir kelak silat (dan kung-fu) adalah salah satu genre paling berpengaruh dalam sejarah industri perfilman Hong-Kong.
Quote:
Era Pasca Perang Dunia
Quote:
Sesaat setelah perang dunia selesai, perang sipil yang terjadi di Cina kembali memaksa para pelaku industri film di Shanghai kembali eksodus ke Hong Kong. Hong Kong menjadi pusat industri film terbesar yang memproduksi baik film berbahasa mandarin maupun kanton selama dekade mendatang. Film-film berbahasa mandarin cenderung berbujet besar dengan sasaran penonton yang lebih luas, yakni Cina daratan, Hong Kong, Asia Tenggara, hingga wilayah pecinan di seluruh Eropa dan Amerika. Sementara film-film berbahasa kanton umumnya berbujet rendah dan lebih ditujukan untuk pasar Hong Kong sendiri. Film-film lokal ini banyak didominasi oleh genre adaptasi opera Cina dan kung-fu.

Film-film adaptasi opera Cina dimotori oleh dua aktris top, yakni Yam Kim Fai dan Pak Suet Yin. Film mereka yang paling populer adalah The Purple Hairpin (1959) dan mereka telah bermain dalam lima puluh judul film lebih. Sementara pekembangan mendasar terjadi pada genre silat pedang, yakni munculnya genre kung-fu. Berbeda dengan adaptasi novel wuxia yang berisikan silat menggunakan pedang serta unsur fantasi dan mistik, film-film kung-fu lebih membumi dengan aksi-aksi perkelahian tangan kosong yang realistik. Satu contohnya, pahlawan lokal legendaris, Wong Fei Hung mulai difilmkan dengan seri lebih dari seratus judul film sejak akhir 40-an hingga 70-an. Aktor Kwan Tak Hing berperan sebagai sang master kung-fu dimulai dari The True Story of Wong Fei Hung (1949) hingga Wong Fei Hung Bravely Crushing the Fire Formation (1970). Perubahan juga terjadi pada genre silat pedang yang mulai menggunakan efek visual dan animasi untuk mendukung adegan aksi, seperti tampak pada Buddha’s Palm (1964) dan The Six-Fingered Lord of the Lute (1965).

Pada tahun 1963, pemerintah kolonial (Inggris) mengeluarkan kebijakan mengharuskan setiap film yang diproduksi di Hong Kong disertai teks terjemahan bahasa Inggris. Beberapa pihak menduga hal ini dimaksudkan untuk menghindari tema serta isi film yang berbau propaganda terhadap Inggris. Para produser juga memasukkan teks terjemahan bahasa Cina sehingga baik penonton berbahasa mandarin maupun kanton dapat sama-sama pula menikmati filmnya. Kebijakan ini tidak disadari kelak akan mempopulerkan film-film Hong Kong pada penonton barat. Hingga akhir dekade 60-an, film berbahasa mandarin semakin mendominasi pasar dan pada awal 70-an, film berbahasa kanton hampir sama sekali tidak diproduksi karena kalah bersaing.
Quote:
Dominasi Shaw Brothers
Quote:
Quote:
Pada era 60-an ada dua studio raksasa yang bersaing menguasai pasar, yakni Shaw Brothers (SB) dan Motion Pictures and General Invesment Limited (MP&GI; )SB semakin memperkuat dominasinya di tahun 1964, setelah kepala studio MP&GI; tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. MP&GI; lalu berganti nama menjadi Cathay namun tetap saja kalah bersaing dan akhirnya mereka menutup perusahaannya di tahun 1970. Studio SB sendiri berdiri tahun 1957 namun Shaw Bersaudara, Run Run dan Runme Shaw sebelumnya telah berpengalaman di industri film sejak tiga dekade silam. SB semakin memperlihatkan dominasinya setelah mendirikan studio di Central Bay, Hong Kong pada tahun 1961, dengan luas areal 850.000 hektar dan ribuan karyawan. Dengan segala fasilitas, sineas serta para bintangnya, SB mendominasi industri film selama dua dekade ke depan. Hingga pertengahan 70-an, SB tercatat memiliki 230 teater, satu stasiun televisi, dan sekitar 1,7 juta orang per minggunya melihat film-film produksi SB.

Sukses besar pertama SB adalah melalui The Kingdom and the Beauty (1958) karya Li Han Hsiang yang sukses komersil baik domestik maupun internasional. Sukses berlanjut melalui Magnificent Concubine (1962) yang meraih penghargaan di Cannes Film Festival. Bersama SB, Li Han Hsiang kembali sukses besar melalui film musikal Love Eterne (1963) yang hingga kini masih dianggap karya klasik. SB juga mengubah tradisi genre silat pedang yang semula didominasi bintang wanita menjadi film laga murni melalui film-film sukses macam Come Drink with Me (1966) karya King Hu serta The One Armed Swordsman (1967) karya Chang Cheh.

Era Transisi
Quote:
Quote:
Sejak akhir dekade lalu film berbahasa kanton mulai menyusut bahkan hingga tahun 1972 jumlahnya sama sekali nol. SB hingga pertengahan dekade ini masih mendominasi melalui film-film kung-fu yang kini mulai digemari penonton barat. Bersama Chang Ceh, SB memproduksi film-film kung-fu sukses seperti Vengeance (1970), The Boxer from Shantung (1972), Five Deadly Venoms (1978) and Crippled Avengers (1979). Sejak awal dekade ini SB mulai mendapat rival yang serius ketika mantan eksekutifnya yakni, Raymond Chow mendirikan studio, Golden Harvest (GH). Dengan kejeliannya, Chow mengontrak beberapa bintang muda yakni Bruce Lee dan Hui Bersaudara yang kelak membawa perubahan besar bagi industri film Hong Kong.

Bruce Lee bisa dibilang adalah satu-satunya aktor superstar legendaris yang menjadi ikon beladiri di muka bumi ini. Sepanjang karirnya Lee hanya memproduksi lima judul film sebelum ia tewas di tahun 1973, yakni The Big Boss (1971), Fist of Fury (1972), The Way of the Dragon (1972), Enter of the Dragon (1973), dan The Game of Death (1979). (The Game of Death adalah film yang belum ia selesaikan produksi tahun 1972). Lee melalui film-filmnya memperkenalkan aksi perkelahian gaya baru yang cepat dengan kharismanya yang khas. Tercatat tiga film pertamanya memecahkan rekor box office domestik. Sementara sukses besar diraih Enter of the Dragon merupakan film produksi patungan Amerika – Hong Kong yang tercatat meraih $90 juta di seluruh dunia.

Pada pertengahan 70-an, memperlihatkan beberapa usaha para pembuat film lokal untuk memproduksi film berbahasa kanton. Satu pemicunya adalah film komedi sukses The House of 72 Tenants (1973) produksi SB yang merupakan satu-satunya film berbahasa kanton yang diproduksi tahun ini. Produksi film berbahasa kanton kembali bergairah terutama setelah film komedi kontemporer Games Gambler’s Play (1974) produksi GH yang dibintangi Hui Bersaudara memecahkan rekor box office domestik. Sukses film ini mengubah arah industri film Hong Kong ke depan. Pada tahun 1974 tercatat hanya 21% film berbahasa kanton diproduksi dan tren ini terus berkembang hingga kelak film berbahasa mandarin sama sekali tidak diproduksi di awal 80-an.
Pada akhir dekade 70-an, GH mengambil-alih kendali pasar menjadi studio nomor satu di Hong Kong. GH kembali melakukan terobosan besar dengan mengontrak aktor muda berbakat sebagai pengganti mendiang Lee, yakni Jacky Chan. Chan melalui Snake in the Eagle Shadow (1978) yang mengkombinasikan aksi kung-fu dengan komedi (kelak menjadi cirinya) terbukti menjadi formula yang sangat diminati penonton. Film-film selanjutnya seperti Drunken Master (1978) serta debut sutradaranya, Fearless Hyena (1979) yang sukses di pasaran semakin meroketkan namanya. Sukses GH serta melemahnya dominasi SB juga membuat para produser dan studio independen semakin menggeliat. SB sendiri masih berproduksi hingga tahun 1987 sebelum akhirnya beralih penuh ke televisi.
Quote:
Era Emas
Quote:
Quote:


Sejak era 80-an, industri film Hong Kong boleh dibilang berubah secara radikal. Para produser dan sineas independen semakin bebas berkreasi dengan ide yang lebih segar. Industri film pada dekade ini mengalami tahap kematangan serta kreatifitas yang belum pernah dicapai era-era sebelumnya. Era gemilang ini berlanjut hingga awal dekade depan ditandai dengan rekor produksi sebanyak 178 judul film pada tahun 1992. Langkah besar dipicu oleh studio baru, Cinema City yang didirikan tahun 1980. Studio ini mengkhususkan diri pada produksi film aksi komedi ber-setting urban dengan film-film sukses macam Chasing Girls (1981) dan Aces Go Places (1982). Parodi ala James Bond, Aces Go Places bersama empat sekuelnya tercatat merupakan seri komedi paling sukses pada dekade ini.

Era ini juga ditandai dengan kemunculan sineas-sineas berbakat yang karirnya dimulai dari televisi, seperti Tsui Hark, Ann Hui, John Woo, Ringo Lam serta lainnya. Tidak seperti Hark dan Woo, sineas wanita Ann Hui memproduksi film-film dengan beragam variasi genre, yakni drama, aksi, horor, fantasi, dan lainnya. Film drama The Boat People (1982) dianggap merupakan salah satu karya terbaiknya. Tsui Hark sukses dengan film-film aksi kung-fu cepat dan energik macam Zu: Warriors from the Magic Mountain (1983), Peking Opera Blues (1986) hingga karya fenomenalnya Once upon a Time in China (1991) yang membesarkan nama Jet Li. Sementara Woo dikenal dengan film-film gangster full action seperti A Better Tomorrow (1986) dan The Killer (1989) yang mengangkat nama aktor karismatik Chow Yun-fat. Tsui Hark dan John Woo pada pertengahan dekade mendatang melanjutkan karirnya di Hollywood.

Sang superstar, Jacky Chan setelah sukses dengan film-film kung-fu pada dekade lalu melanjutkan suksesnya dengan film-film aksi berlatar kontemporer, seperti Project A (1983), Police Story (1985) dan Armour of God (1986). Dalam semua filmnya, Chan tidak pernah menggunakan pemain pengganti untuk melakukan adegan berbahaya. Di masa mendatang Chan semakin menanjak popularitasnya bahkan kini menjadi bintang top Hollywood. Kolega Chan, Sammo Hung pada dekade ini sukses dengan film-film aksi-komedi horor, Encounter of the Spooky Kind dan The Dead and the Deadly (1982) yang mempelopori sukses genre “hantu" pada dekade ini. Beberapa bintang lain yang menonjol antara lain aktris Brigitte Lin yang sukses dengan film-film roman silat serta aktor spesialis komedi, Stephen Chow yang meraih sukses awalnya melalui film komedi “judi”, All for the Winner (1990).

Sukses sinema mainstream ternyata juga diikuti film-film nonmainstream (art film) di kancah film internasional. Para sineas seperti Wong Kar-wai, Stanley Kwan, Clara Law, Mabel Cheung menekankan pada tema serta gaya yang tidak lazim dalam film-film Hong Kong kebanyakan. Satu nama yang paling mencuat hanyalah Wong Kar-wai. Wong memulai debutnya melalui As Tears Go By (1988) adalah film garapannya yang paling sukses komersil. Karya-karya terbaiknya berlanjut melalui Days of Being Wild (1991) dan Chungking Express (1994) namun adalah Happy Togethers (1997) yang membuat namanya meroket setelah meraih penghargaan sineas terbaik dalam Cannes Film Festival. Film-film Wong sendiri dikenal memiliki gaya visual yang unik serta kolaborasinya dengan aktor-aktris, Tony Leung dan Maggie Cheung. Dua bintang ini juga terlibat dalam In the Mood for Love (2000) yang kini dianggap merupakan salah satu karya masterpiece Wong.

Era Kejatuhan hingga Kini
Quote:
Quote:
Sekitar pertengahan era 90-an merupakan era paling gelap dalam sejarah industri film Hong Kong. Produksi film lokal dari tahun ke tahun terus merosot tajam. Pada tahun 1997 tercatat jumlah produksi film dibawah seratus judul film, terburuk sejak dua dekade silam. Banyak faktor yang melatarbelakangi kejatuhan perfilman Hong Kong, antara lain krisis keuangan yang melanda Asia, banyak sineas serta aktor besar yang hijrah ke Hollywood, kualitas film yang semakin menurun, pembajakan film yang makin marak, dominasi film-film Hollywood, serta paling berpengaruh adalah pemindahtanganan Hong Kong ke Cina dari tangan pemerintah Inggris pada tahun 1997. Janji pemerintah Cina untuk mendukung industri film belum menunjukkan hasil, justru industri malah ditekan melalui sensor film yang ketat. Tahun 2003, Pemerintah lokal mengeluarkan kebijakan yang mengajak bank lokal untuk mendukung industri film namun hasilnya juga masih belum maksimal.

Pada era kelam ini para pelaku industri mencoba menggunakan beberapa formula baru untuk memikat penonton muda datang ke bioskop diantaranya mengkasting bintang-bintang (juga penyayi pop) muda seperti Ekin Cheng dan Nicholas Tse, serta membuat film-film aksi kaya efek visual ala Hollwood. Tren ini tampak dalam film-film seperti Downtown Torpedoes (1997), The Storm Riders (1998), Gen X-Cop (1999), Time and Tide (2000), dan Legend of Zu (2001). Sang superstar, Stephen Chow sukses fenomenal dengan dua film komedi uniknya, Shaolin Soccer (2001) dan Kung Fu Hustle (2004). Kung Fu Hustle bahkan sukses meraih nominasi Oscar untuk film berbahasa asing terbaik. Film-film gangster dan kriminal juga cukup sukses, seperti Young and Dangerous (1996) dan Infernal Affairs (2002) bersama sekuel-sekuelnya. Infernal Affairs bahkan di-remake Hollywood melalui The Departed (2006) yang meraih Oscar untuk Film Terbaik.

Hingga saat ini pun kondisi perfilman Hong Kong masih jauh jika dibandingkan era emas 80-an. Industri film kini hanya memproduksi sekitar 50-an judul film saja per tahunnya. Sayangnya, di saat industri film semakin merosot justru popularitas film-film Hong Kong di negara barat semakin meningkat. Sineas dan bintang-bintang Hong Kong seperti John Woo, Jacky Chan, Jet Li, serta Chow Yun-fat sudah menjadi bagian dari Hollywood. John Woo bahkan dipercaya memproduksi film-film berbujet besar macam Broken Arrow (1996), Face/Off (1998), Mission Impossible 2 (2000), dan Windtalkers (2002) bersama bintang-bintang top macam Tom Cruise, Nicholas Cage, dan John Travolta. Jacky Chan meraih sukses melebihi karirnya di Hong Kong melalui tiga seri aksi-komedi, Rush Hour. Sementara penata laga kawakan, Yuen Woo-ping hingga kini masih menjadi langganan dalam banyak film aksi laga Hollywood. Pengaruh sinema Hong Kong pun juga tampak dalam karya-karya sineas besar seperti Quentin Tarantino, Robert Rodriguez, Wachowsky Bersaudara, hingga Martin Scorcese. Sebagai penutup, perkembangan industri perfilman dunia boleh jadi tidak memiliki warna seperti saat ini jika sinema Hong Kong tidak pernah eksis.

Thursday, March 1, 2012

Kumpulan Kata-kata Bijak Dari Charlie Chaplin + Sejarah

Ane yakin agan-agan dari tadi pasti ada ngeliat-liat thread tentang Charlie Chaplin kan? Ini ane share kata-kata yang pernah diucapkan sang legenda komedi dunia, dialah Charlie Chaplin. Ya, beberapa agan-agan pasti tahu kalo hari ini adalah ulang tahun ke-122nya.

Kalo agan-agan pernah nonton SPONTAN di SCTV waktu jaman kita kecil dulu pasti ingat dengan yang namanya Den Bagus. Ya dialah Charlie Chaplin versi Indonesia.

Berikut semua tentang Charlie Chaplin :



Spoiler for Sejarahnya:

Quote:
Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.

Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.

Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter "The Tramp", seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.


Quote:
Spoiler for Perintis dunia sinema:


Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di Keystone Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film, sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya, Kid Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film ketiganya Mabel's Strange Predicament (9 Januari 1914).

Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film tersebut ternyata sukses besar. Di tahun 1915, Chaplin menyetujui kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua reel disepakati Chaplin dengan studio Mutual Film di tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film. Film-film ini nantinya berhasil menjadi film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai periode paling membahagiakan dalam kariernya.

Setelah kontrak dengan studio Mutual habis di tahun 1917, Chaplin menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua reel dengan studio First National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923) yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan, Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain. Film-film yang diproduksi Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar singkat, misalnya: A Dog's Life (1918) dan Pay Day (1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya: Shoulder Arms (1918), dan The Pilgrim (1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan berhasil menjadi klasik adalah The Kid (1921).

Di tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film United Artists bersama-sama Mary Pickford, Douglas Fairbanks, dan D. W. Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood. Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan direktur UA hingga di awal tahun 1950-an.
Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar standar, dimulai dari A Woman of Paris (1923), diikuti film The Gold Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan The Circus (1928).

Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya terbesarnya, City Lights (1931) dan Modern Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film City Lights mungkin berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala Chaplin. Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: "sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid".
Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah: The Great Dictator (1940), Monsieur Verdoux (1947), dan Limelight (1952).

Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Film Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film di tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Film Modern Times sekaligus film pertama yang memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film). Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.

Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Lagu berjudul "Smile" merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang pernah ditulisnya. Ditulis untuk film "Modern Times", lagu "Smile" diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan Nat King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali di tahun 1950-an. Lagu "This Is My Song" dari film terakhir Chaplin, "A Countess From Hong Kong" berhasil menjadi hit dalam berbagai bahasa di tahun 1960-an (terutama versi Petula Clark). Film Limelight berisi lagu tema berjudul "Eternally" yang berhasil menjadi hit di tahun 1950-an.
.

Berikut petikan kata-katanya, silakan direnungkan dan diambil hikmahnya.
Yang ane bold itu favorit ane gan.

Quote:
A day without laughter is a day wasted.
Charlie Chaplin


A man's true character comes out when he's drunk.
Charlie Chaplin


A tramp, a gentleman, a poet, a dreamer, a lonely fellow, always hopeful of romance and adventure.
Charlie Chaplin

Actors search for rejection. If they don't get it they reject themselves.
Charlie Chaplin

All I need to make a comedy is a park, a policeman and a pretty girl.
Charlie Chaplin

All my pictures are built around the idea of getting in trouble and so giving me the chance to be desperately serious in my attempt to appear as a normal little gentleman.
Charlie Chaplin

Brunettes are troublemakers. They're worse than the Jews.
Charlie Chaplin

Despair is a narcotic. It lulls the mind into indifference.
Charlie Chaplin

Dictators free themselves, but they enslave the people.
Charlie Chaplin

Failure is unimportant. It takes courage to make a fool of yourself.
Charlie Chaplin


I am at peace with God. My conflict is with Man.
Charlie Chaplin


I am for people. I can't help it.
Charlie Chaplin
Quote:
I do not have much patience with a thing of beauty that must be explained to be understood. If it does need additional interpretation by someone other than the creator, then I question whether it has fulfilled its purpose.
Charlie Chaplin

I don't believe that the public knows what it wants; this is the conclusion that I have drawn from my career.
Charlie Chaplin

I had no idea of the character. But the moment I was dressed, the clothes and the make-up made me feel the person he was. I began to know him, and by the time I walked onto the stage he was fully born.
Charlie Chaplin

I have no further use for America. I wouldn't go back there if Jesus Christ was President.
Charlie Chaplin

I remain just one thing, and one thing only, and that is a clown. It places me on a far higher plane than any politician.
Charlie Chaplin

I suppose that's one of the ironies of life doing the wrong thing at the right moment.
Charlie Chaplin

I thought I would dress in baggy pants, big shoes, a cane and a derby hat. everything a contradiction: the pants baggy, the coat tight, the hat small and the shoes large.
Charlie Chaplin

I went into the business for the money, and the art grew out of it. If people are disillusioned by that remark, I can't help it. It's the truth.
Charlie Chaplin

We think too much and feel too little.
Charlie Chaplin
Spoiler for Prestasi Standing Ovation Terlama:

Quote:
Chaplin memenangkan 2 penghargaan kehormatan Academy Awards. Waktu itu belum ada prosedur audit pemungutan suara, dan penghargaan Oscar yang pertama dibagi-bagikan pada 16 Mei 1929 berdasarkan pembagian kategori yang sangat luwes. Chaplin mulanya dinominasikan sebagai Aktor Terbaik dan Sutradara Komedi Terbaik untuk karyanya The Circus, tapi namanya ditarik kembali dan dewan Academy justru memutuskan untuk memberi penghargaan istimewa untuk "kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film The Circus".

Film lain yang menerima penghargaan istimewa pada tahun itu adalah The Jazz Singer.
Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44 tahun kemudian di tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas "pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai bentuk seni abad ini". Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin berdiri memberikan sambutan tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat sebagai standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.

Chaplin juga pernah masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Academy untuk Aktor Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Terbaik untuk karyanya The Great Dictator, tapi gagal. Film Monsieur Verdoux (1947) juga pernah dicalonkan sebagai Skenario Asli Terbaik, namun lagi-lagi gagal meraih penghargaan. Sewaktu masih aktif sebagai pembuat film, Chaplin pernah menyatakan ketidakpuasannya pada Academy Awards. Putranya yang bernama Charles Jr. bercerita tentang tindakan Chaplin menjadikan penghargaan Oscar yang diterimanya di tahun 1929 sebagai pengganjal pintu yang menjadi sebab kemarahan dewan Academy di tahun 1930-an. Hal ini mungkin menjadi alasan film City Lights sama sekali tidak pernah masuk nominasi, padahal berbagai hasil jajak pendapat sepakat film ini sebagai salah satu film terbesar dalam sejarah layar perak.

Di usia lanjut, Chaplin pernah memperoleh Academy Award yang didapatnya dari hasil kompetisi dan bukan secara kehormatan. Di tahun 1973, film Limelight (1952) mendapat penghargaan Oscar untuk Academy Award untuk Ilustrasi Musik Asli (Best Music in an Original Dramatic Score). Chaplin membintangi film ini bersama Claire Bloom, serta tampil secara cameo bersama Buster Keaton yang merupakan satu-satunya penampilan kedua komedian terbesar dalam satu film. Setelah film selesai diproduksi, kecenderungan politik yang dianut Chaplin menyebabkan film Limelight tidak jadi diputar di Los Angeles. Pemutaran di Amerika Serikat baru berlangsung di tahun 1972, sehingga film ini walaupun diproduksi tahun 1952 berhak masuk nominasi.

Wednesday, February 29, 2012

Tentang Oscar

Quote:
Apakah agan/aganwati tahu kenapa patung ini dinamakan Oscar?
Quote:
Apakah kamu tahu kenapa patung ini dinamakan Oscar? Klik gambar untuk tahu jawabannya.
Patung emas ini mendapat julukan populer "Oscar" saat seorang pustakawan Academy, Margaret Herrick, mengatakan bahwa patung ini mirip pamannya yang bernama Oscar. Sebelum itu, orang-orang biasa memanggil patung ini dengan sebutan "the golden trophy" dan "the iron man". Selama Perang Dunia kedua, akibat kelangkaan logam, piala Oscar yang terbuat dari plester (pelapis tembok). Barulah setelah perang berakhir, mereka mendapatkan penggantinya dalam bentuk logam.
Quote:
Quote:
Siapa nama aktor atau aktris termuda yang memenangkan piala Oscar?
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Aktris termuda yang menerimanya Oscar adalah Shirley Temple (sebelah kanan) pada 1934. Dia menerimanya saat masih berusia 5 tahun. Tapi ketika itu Shirley menerimanya hanya sebagai penghormatan, sehingga Tatum O'Neal (sebelah kiri) dianggap sebagi aktris termuda yang memenangkan Oscar dengan kategori Aktris Pendukung Terbaik untuk film "Paper Moon" pada 1974. Saat itu dirinya baru berusia 10 tahun
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:

Ada satu film porno yang pernah memenangkan piala Oscar, yaitu ... (Petunjuk: Dustion Hoffman berperan sebagai pemeran utama).
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
jawabannya adalah "Midnight Cowboy". Film ini memenangkan Best Picture pada 1969. Film ini disutradarai oleh John Schlesinger, dibintangi oleh Dustin Hoffman dan Jon Voight.
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Berapa banyak piala Oscar yang pernah dimenangkan Charlie Chaplain?

Ternyata Charlie Chaplain hanya memenangkan satu piala Oscar kompetitif dalam hidupnya, dalam kategori Best Original Score untuk film "Limelight". Dia juga mendapatkan dua Honorary Awards.
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Mengapa Marlon Brando menolak untuk menerima penghargaan Aktor Terbaik untuk film "The Godfather"?

Marlon Brando menolak datang ke acara Academy Awards sebagai Aktor Terbaik karena adanya perlakuan buruk terhadap orang Amerika asli di industri perfilman. Dia kemudian mengutus seorang gadis Amerika asli bernama Sacheen Littlefeather untuk mewakili dirinya di acara bergengsi tersebut.
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Ada hal menarik apa di film "Lawrence of Arabia"?

"Lawrence of Arabia" merupakan satu-satunya film yang memenangkan penghargaan Film Terbaik yang tidak memiliki suara wanita di dalamnya. Satu-satunya pemeran wanita dalam film ini adalah Gladys, dan dia seekor unta!
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Siapa orang India pertama yang memenangkan piala Oscar?

Bhanu Athaiya (sebelah kiri) menjadi orang India pertama yang memenangkan piala Oscar ketika dirinya meraih penghargaan untuk Desain Kostum lewat film "Gandhi". Film garapan Richard Attenborough itu menyabet 7 piala Oscar, termasuk Best Picture dan Sutradara Terbaik.
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Sampai sekarang, hanya ada satu aktor yang berhasil mengantongi penghargaan Aktor Terbaik untuk perannya di film bukan bahasa Inggris. Siapakah dia?

Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Tahun 1998, Roberto Benigni menjadi orang pertama yang memenangkan penghargaan Aktor Terbaik untuk perannya di sebuah film bukan bahasa Inggris "Life Is Beautiful"
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Hanya ada dua aktor yang pernah memenangkan piala Oscar anumerta, dan keduanya merupakan berkewarganegaraan Australia. Siapa mereka?
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Peter Finch menang Academy Awards sbagai Aktor Terbaik tahun 1977 untuk perannya di film "Network", dan Heath Ledger meraih penghargaan Aktor Pembantu Terbaik lewat perannya di film "The Dark Knight".
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Quote:
Sebutkan nama film yang paling banyak menyabet piala Oscar!

Ada tiga film yang masing-masing berhasil merebut 11 piala Oscar. 1. The Lord of the Rings: The Return of the King - 11 piala dari 12 nominasi; 2. Titanic - 11 piala dari 14 nominasi; 3. Ben Hur - 11 piala dari 13 nominasi.
Quote:
Spoiler for oscar:
Quote:
Spoiler for oscar:

Thursday, August 4, 2011

Sejarah Dan Evolusi Logo Warner Bros

Awal pendirian film studio Warner Bros
Pada tahun 1903, Albert Warner, Harry Warner, Sam Warner, dan Jack Warner mengambil langkah-langkah pertama mereka sementara ke dalam industri hiburan. Pada awal 1900-an, Sam Warner membentuk kemitraan bisnis dengan lain penduduk lokal dan "mengambil alih" Old Grand Opera House di kota Youngstown, yang ia gunakan sebagai tempat untuk industri film murahan. Usaha itu gagal pada musim panas pada tahun tersebut. Sam Warner kemudian bekerja pekerjaan sebagai proyeksionis di Idora Park. Dia yakin keluarga kemungkinan media baru dan menegosiasikan pembelian Model B Kinetoscope dari proyektor yang "di atas keberuntungannya.
Spoiler for Pict:

Quote:
Peluncuran perusahaan Warner Bros. dan majalah TIME
Warner bersaudara mengumpulkan sumber daya mereka dan pindah ke produksi film pada tahun 1910. Kemudian, pada tahun 1912, mereka memberikan dukungan mereka untuk Carl Laemmle, pembuat film yang bekerja di Independent Motion Picture Company yang menantang kontrol monopolistis Edison Trust. Pada tahun yang sama, Jack Warner memperoleh pekerjaan sebagai splicer film di New York, di mana dia membantu saudaranya Sam dengan produksi film Dante's Inferno. Meskipun film itu sukses di box office, Harry Warner tetap khawatir tentang ancaman ekonomi yang diperbuat oleh Edison Trust. Ia kemudian memutus hubungan dengan Laemmle dan mengirim Jack untuk mendirikan sebuah pertukaran film di San Francisco, sementara Sam melakukan hal yang sama di Los Angeles. Saudara-saudara segera siap untuk memanfaatkan pasar California film berkembang. Pada tahun 1917, Jack dikirim ke Los Angeles untuk membuka perusahaan lain pertukaran film. Kesempatan pertama mereka untuk menghasilkan film besar datang pada tahun 1918, ketika mereka membeli hak film untuk novel laris My Four Years in Germany, yang mengutuk kekejaman masa perang Jerman. Film ini terbukti sukses komersial dan kritis, dan empat bersaudara mampu mendirikan sebuah studio di Hollywood, California.
Warner Bros. resmi didirikan pada tahun 1918. Dalam studio film, Jack menjadi kepala produksi bersama dengan kakaknya, Sam. Studio tersebut ditindaklanjuti dengan keberhasilan serial populer The Tiger's Claw pada tahun 1919.
Pada tanggal 3 Maret 1923, Joseph G. Cannon menerbitkan edisi pertama majalah TIME. TIME terbit lebih awal dari pesaing-pesaingnya, sekaligus menciptakan format majalah berita mingguan. Ia didirikan pada 1923 oleh Briton Hadden dan Henry Luce. Keduanya telah pernah bekerja sama semasa di Yale, menjadi editor dan ketua Yale Daily News. Hadden meninggal pada 1929, dan Luce menjadi orang penting di TIME dan tokoh besar dalam media pada abad ke-20

Quote:
Era 1930-an
Pada tahun 1930, Time Inc. menerbitkan majalah Fortune. Hugh Harman dan Rudolf Ising, yang membuka studio tersendiri 2 tahun sebelumnya, telah memperkenalkan karakter yang dikenal sebagai Bosko dengan kartun pertamanya, Bosko, the Talk-Ink Kid. Sementara itu, Warner Bros. sedang mencoba untuk menciptakan film berwarna. Hal ini terjadi pada tahun 1935.
Setahun kemudian Time Inc. menerbitkan edisi pertama majalah Life. Pada tahun 1937, sebuah perusahaan komik bernama National Allied Publications didirikan. Komik pertama yang dirilis ialah Detective Comics. Pada tahun 1938, Warner Bros. membuka perusahaan kartun Harman dan Ising. Karakter yang paling awal ialah Bugs Bunny, Daffy Bebek, Granny, Petunia Pig dan Porky Pig.
Kartun yang dirilis ialah Looney Tunes dan Merrie Melodies.[5] Kartun tersebut disutradarai oleh Leon Schlesinger hingga pensiun pada tahun 1944. Studio animasinya kadang-kadang dikenal dengan sebutan "Termite Terrace"
.

Quote:
Era 1940-an
Pada tahun 1942, studio kartun milik Leon Schlesinger telah melampaui Walt Disney Studios. Pada tahun 1946, merilis episode Looney Tunes berjudul Tweetie Pie.
Karakter-karakter baru Looney Tunes era tersebut adalah Elmer Fudd, Foghorn Leghorn, Marvin the Martian, Pepé Le Pew, Penelope Pussycat, Sylvester the Cat, Tweety, Yosemite Sam, Wile E. Coyote dan Road Runner.
Pada akhir 1947, studio WB mencapai rekor laba bersih sebesar $ 22 juta. Hal ini turun 50% pada tahun berikutnya.
Pada akhir 1940-an, Warner Bros. mulai merencanakan studio televisi. Pada tahun 1949, Warner Bros. dipaksa untuk menjual jaringan film teaternya

Quote:
Era 1950-an dan 1960-an
Warner Bros. membuka studio televisinya yang pertama, dan membuka usaha kartun. Setelah itu mulai membuka usaha film layar lebar dengan menggunakan CinemaScope. Warner Bros. Television juga merilis serial TV seperti "Cheyenne", "Maverick", "Sunset Strip", dll. Pada tahun 1954, Time Inc. menerbitkan edisi pertama majalah Sports Illustrated.
Pada tahun 1957, seorang animator bernama William Hanna, bersama dengan Joseph Barbera, mengambil sebagian besar unit unit studio kartun Metro-Goldwyn-Mayer, ketika studio kartun tersebut ditutup pada bulan Mei 1957. Baik Hanna dan Barbera kemudian mulai memproduksi kartun televisi dengan perusahaan mereka, Hanna-Barbera Productions. Hanna-Barbera meminta MGM untuk mendistribusikan kartun mereka untuk televisi, tetapi ditolak. Oleh karena itu, Screen Gems milik Columbia Pictures mengambil produk Hanna-Barbera, dan studio segera menjadi produsen paling sukses animasi televisi di dunia.

Pada tahun 1960, Time Inc. menerbitkan buku Time-Life. Warner Bros. Pictures juga meluncurkan beberapa film era itu seperti "Ocean’s Eleven", "Splendor in the Grass", "Gypsy", "The Music Man", "My Fair Lady", "The Great Race", "Who’s Afraid of Virginia Woolf?", "What Ever Happened to Baby Jane?", "Bonnie and Clyde", "Camelot", "Cool Hand Luke", dsb
 
Era 1990-an
Hampir satu tahun setelah merger Time Warner berjalan, tepatnya pada tahun 1991, Ruby-Spears mengakhiri hubungan mereka dengan Hanna-Barbera dan menjadi independen lagi. Sesudah itu, Warner Bros. Animation membuka usaha film kartun Tiny Toon Adventures. Pada tahun yang sama Turner Broadcasting membeli Hanna-Barbera dan materi animasinya, termasuk The Jetsons, Yogi Bear, Scooby-Doo, The Flintstones, Huckleberry Hound, Top Cat, dan Space Ghost serta materi film dan kartun Ruby-Spears. HBO menggabungkan The Comedy Channel dengan Ha! menjadi Comedy Central, sementara Quantum Computer Services mengubah namanya menjadi America Online.
Turner meluncurkan Cartoon Network pada hari Kamis, 1 Oktober 1992. Sementara itu, Time Warner membentuk anak perusahaan Time Warner Entertainment ke perusahaan kabel domestik dan America Online (AOL) membuat penawaran umum perdana, mengumumkan aliansi dengan Apple Computer.
Pada tahun 1993, AOL memperkenalkan layanan online yang dirancang khusus untuk pengguna Windows. Pada tahun 1994, Turner Classic Movies diluncurkan oleh Turner Broadcasting. Turner juga memperoleh perusahaan film New Line Cinema dan Castle Rock Entertainment.
Pada tahun 1995, Time Warner mendirikan The WB Television Network. Tokoh kartun Michigan J. Frog muncul sebagai maskot resmi jaringan tersebut, dan akan tetap berada di branding jaringan itu dalam satu bentuk atau lain sampai dengan tahun 2005.
Setahun kemudian, Time Warner membeli Turner Broadcasting, termasuk Cartoon Network. Cartoon Network akhirnya berhasil memiliki seluruh koleksi animasi Warner Bros. secara lengkap yang sejak tahun 1957 dimiliki oleh beberapa orang pemilik. Koleksi ini mencakup kartun WB dari tahun 1950-an hingga 1980-an, dan kartun-kartun terbaru seperti Road Rovers, Animaniacs, Freakazoid, dan Pinky and the Brain.
Time Warner mengubah arah Hanna-Barbera Productions (studio ini skrang dikenal dengan Cartoon Network Studios), dan berfokus hanya pada produksi materi-materi baru untuk Cartoon Network, seperti Dexter's Laboratory (1996), Johnny Bravo (1997), Cow and Chicken (1997), dan The Powerpuff Girls (1998), serta yang lebih baru: Codename: Kids Next Door (2003), Foster's Home for Imaginary Friends (2004), dan Camp Lazlo (2005)




Quote:
Masa kini
Time Warner juga pernah membuka rantai Six Flags Theme Parks, hingga perusahaan tersebut memutus hubungan dengan operator taman tema
tersebut pada tahun 1997.
Pada bulan September 1999, Time Warner menandatangani kontak kepemilikan masing-masing 50% dari MTV Networks dan Showtime Networks milik Viacom, serta menggabungkan Comedy Central dengan Viacom.
Pada bulan Januari 2000, perusahaan America Online dan Time Warner menyatakan bergabung dengan jumlah saham perusahaan America Online paling tidak 55% dari perusahaan AOL yang baru ini.
Hasil merger menyatakan, ISP AOL menurun drastis. Nilai AOL telah menurun tajam dari $ 240 milyar yang tinggi. Basis pelanggan AOL yakin melihat tidak ada pertumbuhan triwulanan sejak tahun 2002. AOL sejak berusaha untuk mereposisi diri sebagai penyedia konten mirip dengan perusahaan seperti Yahoo! sebagai lawan dari penyedia layanan Internet. Pada tahun 2003, kata "AOL" dihapus dari nama perusahaan tersebut dan mengakhiri pembagian saham 50% dari MTV Networks dan Showtime Networks bersama Viacom. Pada tahun itu juga, Time Warner memisahkan Time-Life versi domestik kepada Direct Holdings Americas, Inc.
Pada tahun 2004, Time Warner memecah aset musik Warner Music Group menjadi perusahaan publik.
Penghasilan dari Time Warner cukup meningkat drastis pada tahun 2005. Tahun 2006, WB Network bergabung dengan UPN sebagai CW Network.
Pada bulan Februari 2008, Warner Bros. mengumumkan bahawa mereka akan menggabungkan New Line Cinema ka dalam studio baru tersebut. Picturehouse direncanakan akan bergabung ke Warner Independent Pictures, namun, diumumkan bahwa kedua divisi khusus ini akan ditutup, dan itu terjadi pada tanggal 8 Mei 2008.
Time Warner juga pernah memiliki aset Time Warner Cable sebanyak 84%.Namun, tidak lagi berafiliasi dengan Time Warner, yang telah dipisahkan untuk pemegang saham sejak Maret 2009.Perpindahan ini menjadikan Time Warner Cable sebagai operator kabel terbesar di Amerika Serikat yang hanya dimiliki oleh satu kelas pemegang saham (tanpa supervoting saham).
Pada bulan Maret 2009, Time Warner sepakat dengan Warner Bros. & Sony Pictures Entertainment untuk membeli FremantleMedia sebesar 20% yang sangat meningkat drastis dan akhirnya menjadi divisi dari dua perusahaan mereka.
Pada tanggal 28 Mei 2009, memutuskan untuk menghentikan operasi dengan AOL, dan akan melepasnya sebagai perusahaan independen sekali pangsa Google berhenti pada akhir tahun fiskal.Dan pada bulan Oktober 2009, Time Warner, melalui divisi Warner Bros. memperoleh hasil keluaran Sesame Workshop (Sesame Street) sebanyak 20%.
AOL tidak lagi menjadi bagian dari Time Warner sejak 9 Desember 2009. AOL menyatakan Penawaran umum perdana pada tanggal 9 bulan itu, dengan simbol saham NYSE: AOL.
Pada tanggal 19 Januari 2010, Time Inc. memperoleh StyleFeeder, mesin belanja pribadi.
Pada tanggal 25 Agustus 2010, divisi Amerika Latin dari Time Warner membeli stasiun televisi terestrial nasional Chili Chilevisión dari presiden Chili Pinera Sebastián. Time Warner sudah beroperasi di negara dengan CNN Chili.
Quote:
GALERI FOTO MARKAS WARNER BROS

Spoiler for Pict:

Tampak Dari luar markas


Spoiler for Pict:

Tampak dari monumen markan warner


Spoiler for Pict:

Pintu Masuk


Spoiler for Pict:

Pusat Perbelanjaan


Spoiler for Pict:

Restoran


Spoiler for Pict:

Tampak Kota dari Gedung


Spoiler for Pict:

saat senja




Quote:
EVOLUSI LOGO WARNER BROS

Quote:
Apakah Anda pernah bertanya-tanya apa kisah di balik logo Warner Bros yang membawa perusahaan untuk ketenaran?

Warner Bros adalah dunia ketiga tertua rumah produksi Amerika didirikan pada tahun 1918 oleh empat bersaudara Yahudi, yang emigran dari Polandia, Harry, Albert, Sam dan Jack. Namun, itu bukan nama mereka lahir dengan, Hirsz (Harry), Abraham (Albert), Szmul (Sam) dan Itzhak (Jack) adalah nama asli mereka.

Logo Bentuk perisai memainkan peran besar bagi keunggulan perusahaan dan promosi. Logo visual membantu perusahaan menonjol dari orang lain dengan dampak keberhasilan visual. Warna dan bentuk logo membentuk identitas yang kuat dan pengakuan untuk Warner Bros perisai pada logo melambangkan kekuatan, kekuasaan dan supremasi Warner Bros

Warna emas dan warna biru pada logo menciptakan mata yang kuat menangkap logo. Warna emas pada logo melambangkan atribut perusahaan dan rona biru ditambahkan untuk meningkatkan karakteristik dari logo.

Kata "WB" pada logo indah menggabungkan dengan bentuk perisai dan kata-kata "Warner Home Video" adalah tumpang tindih pada kata-kata "WB" membuat sisi korporasi perusahaan.

Logo Warner Bros telah pergi untuk revisi banyak sepanjang 90 tahun beroperasi. Logo pertama dibangun pada tahun 1923. Ini disebut "Otak Shield" seperti yang Anda lihat di bawah ini.
Quote:
#1: "Brain Shield" (1923-29)
Spoiler for Pict:

#2: "Vitaphone Shield" (1929-36)
Spoiler for Pict:

#3: "Zooming Shield" (1936-37)
Spoiler for Pict:

#4: "WB Shield" (1937-48)
Spoiler for Pict:

#5: "Classic Shield" (1948-67)
Spoiler for Pict:

#6: "WB-7" (1967-70)
Spoiler for Pict:

#7: "The Kinney Shield" (1970-72)
Spoiler for Pict:

#8: "WCI Shield" (1972)
Spoiler for Pict:

#9: "The Big W" (1972-84)
Spoiler for Pict:

#10: "The Shield Returns" (1984-1998)
Spoiler for Pict:

#11: "CGI Shield" (1998 - ?)
Spoiler for Pict: