Laman

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Wednesday, April 10, 2013

10 Museum Dinosaurus Paling Keren di Dunia Gan..!!



Quote:Quote:Masih ingat film Jurassic Park yang terkenal di era 90-an? Kini Anda tak hanya bisa melihat kegagahan dinosaurus dalam film tersebut. Tapi juga melihat langsung di 10 museum dinosaurus paling keren di dunia.

Saat ini dinosaurus memang telah punah. Namun, keberadaannya selalu mengundang penasaran banyak orang. Sebuah film fiksi bertema kehidupan liar hewan purba ini pun dibuat.

Namun kini, untuk mengetahui keberadaannya, Anda tak hanya bisa melihat lewat layar kaca. Sudah ada banyak museum bertemakan dinosaurus di berbagai belahan dunia. Di dalamnya, turis bisa melihat banyak rangka hewan purba ini ditampilkan.
Inilah 10 museum dinosaurus paling keren di dunia

Quote:Quote:Museum fuer Naturkunde, Berlin, Jerman
Quote:
Quote:Saat ke Berlin, jangan cuma singgah ke Tembok Berlin. Cobalah sekali-kali mampir ke Museum fuer Naturkunde di Invalidenstrasse 43, Berlin. Ini adalah museum sains yang mengoleksi banyak rangka hewan.

Sebagian besar rangka digali dari Tanzania di abad ke-20. Yang paling mengesankan adalah rangka brachiosaurus setinggi 12 meter. Ini adalah rangka yang memegang rekor Guinness World Record dan mendominasi pandangan di ruangan galeri.

Tak hanya itu, Museum fuer Naturkunde juga menampilkan fosil burung archeopteryx. Jadi, datang ke sana, turis juga akan diberi tahu hubungan antara burung dan dinosaurus.


Quote:Quote:Field Museum, Chicago, AS
Quote:
Quote:Museum dinosaurus terkeren kedua di dunia adalah Field Museum di Chicago, AS. Pameran museum yang bertema perkembangan planet didedikasikan untuk 4 miliar tahun evolusi dinosaurus, seperti di Madagaskar dan Antartika.

Daya tarik utama museum ini sudah terlihat dari pintu masuk. Anda akan menemukan Sue, tyrannosaurus terbesar di dunia. Inilah spesimen terkeren yang ada di museum.

Berapa tidak, Sue hadir dengan tengkorak asli seberat 272 kg, lengkap dengan 58 gigi. Jika penasaran dengan keberadaannya, turis bisa datang langsung ke museum yang berada di S Lake Shore Drive, Chicago, AS.


Quote:Quote: Royal Belgian Institute of Natural Science, Brussels, Belgia
Quote:
Quote:Museum dinosaurus keren lainnya adalah Royal Belgian Institute of Natural Science di Brussels, Belgia. Sama seperti museum lain, tempat ini memiliki rangka raksasa dinosaurus.

Ada sekitar 30 iguanodons, dinosaurus yang diklasifikasikan pada tahun 1800-an. Hewan ini memiliki spike atau tanduk aneh di tubuhnya. Anda bisa melihatnya langsung di Rue Vautier 19, Brussel.


Quote:Quote:National Dinosaur Museum, Canberra, Australia
Quote:
Quote:Australia ternyata juga memiliki museum dinosaurus yang keren di dunia. Tak sekadar mempelajari hewan zaman purba, museum ini juga disebut sebagai tempatnya mengetahui sejarah Australia.

Berada di Gold Creek Road dan Barton Highway, Nicholls, ACT 2913, National Dinosaur Museum menjadi tempat koleksi fosil dinosaurus terbesar di Canberra. Selain mengoleksi fosil dan jejak kaki, museum ini juga memiliki taman dengan patung dinosaurus.

Lebih asyik lagi, museum ini punya tur seru untuk pengunjung cilik, yaitu berupa pekan wisata gratis. Anda bisa mengajak sang buah hati mengenal dinosaurus, sambil bermain seperti penggalian fosil.


Quote:Quote:Royal Tyrell Museum of Paleontology, Alberta, Kanada
Quote:
Quote:Berada di 1500 North Dinosaur Trail, Canadian Badlands, Royal Tyrell Museum of Palentology menjadi rumahnya bagi lebih 130.000 fosil dinosaurus, termasuk kerangka tyrannosaurus.

Tak hanya tyrannosaurus, museum ini juga menampilkan model harimau dengan taring tajam yang sedang menyerang mammoth. Anda pun seakan dibawa ke zaman prasejarah.

Nah, untuk wisatawan yang tertarik melihat bagaimana paleontolog bekerja, ada laboratorium di bisa Anda kunjungi. Di sana, turis bisa melihat bagaimana para ahli mengidentifikasi fosil


Quote:Quote:Wyoming Dinosaur Center, Wyoming, AS
Quote:
Quote:Museum ini menampilkan satwa purba Supersaurus sepanjang 32 meter. Ini adalah salah satu dinosaurus terpanjang di dunia. Tak hanya itu, museum yang ada di 110 Carter Ranch Road juga mengoleksi archaeopteryx, rangka triceratops, stegosaurus, dan velociraptor.

Sama seperti National Dinosaur Museum, Canberra, Australia, museum ini juga memiliki paket wisata. Paket tersebut berupa acara menggali fosil.


Quote:Quote: Zigong Dinosaur Museum, Zigong, China
Quote:
Quote:Museum lain yang juga menampilkan kehidupan zaman prasejarah adalah Zigong Dinosaur Museum di China. Atraksi wisata di China ini memiliki 18 rangka hewan purba yang lengkap.

Yang membuat museum ini menarik adalah museum ini berdiri di atas lokasi penggalian fosil dinosaurus di China. Jadi, pengunjung yang datang bisa langsung melihat seperti apa lokasi penggalian fosil.


Quote:Quote:Iziko Museum, Cape Town, Afrika Selatan
Quote:
Quote:Iziko Museum di Jalan Queen Victoria adalah lokasi yang tepat untuk Anda mengetahui dinosaurus asli Afrika Selatan. Anda bisa melihat T rex dalam ukuran raksasa.

Meski bukan fosil asli, kebesaran rangka T rex ini pasti membuat siapa saja merasa ngeri begitu melihatnya. Salah satu jenis T rex yang bisa pengunjung lihat adalah Carcharodontosaurus.


Quote:Quote: Jurassic Land, Istanbul, Turki
Quote:
Quote:Berada di Kocatepe Mah, Istanbul, Turski, Jurassic Land resmi dibuka pada tahun 2011. Jangan berpikir ini seperti taman Jurassic yang ada di film Jurassic Park.

Tempat ini tidak menampilkan hewan dinosaurus yang sesungguhnya, tapi hanya fosil, sama seperti museum lainnya. Selain itu, Jurassis Land juga memiliki animatronik atau robot yang dibuat mirip dinosaurus, untuk menghibur pengunjung yang datang.


Quote:Quote:Fernbank Museum of Natural History, Atlanta
Quote:
Quote:Museum dinosaurus terakhir yang bisa Anda kunjungi adalah Fernbank Museum of Natural History, Atlanta. Museum ini memiliki salah satu rangka karnivora purba raksasa, yaitu Argentinosaurus.

Kehadiran Argentinosaurus bisa Anda lihat di ruang pameran Mesozoikum. Tak hanya itu, di dalam ruangan tersebut juga terdapat Gigantosaurus yang besarnya menyaingi T rex.

Jika bosan melihat rangka, cobalah berkeliling museum. Anda bisa melihat zaman prasejarah Georgia lewat mural dan model dinosaurus.

All About Benteng Keraton Buton (Benteng Terluas di Dunia)

Quote:
Quote:


Quote:
Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana dengan tujuan untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen. Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi Kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektar. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton. Benteng ini terdiri dari tiga komponen yaitu Badili, Lawa, dan Baluara


Quote:BALIDI (MERIAM)
Obyek wisata ini merupakan meriam yang terbuat dari besi tua yang berukuran 2 sampai 3 depa. Meriam ini bekas persenjataan Kesultanan Buton peninggalan Portugis dan Belanda yang dapat ditemui hampir pada seluruh benteng di Kota Bau-Bau.

Quote:L A W ADalam bahasa Wolio berarti pintu gerbang. Lawa berfungsi sebagai penghubung keraton dengan kampung-kampung yang berada disekeliling benteng keraton. Terdapat 12 lawa pada benteng keraton. Angka 12 menurut keyakinan masyarakat mewakili jumlah lubang pada tubuh manusia, sehingga benteng keraton diibaratkan sebagai tubuh manusia. Ke-12 lawa memiliki masing-masing nama sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya, penyebutan lawa dirangkai dengan namanya. Kata lawa diimbuhi akhiran 'na' menjadi 'lawana'. Akhiran 'na' dalam bahasa Buton berfungsi sebagai pengganti kata milik "nya". Setiap lawa memiliki bentuk yang berbeda-beda tapi secara umum dapat dibedakan baik bentuk, lebar maupun konstruksinya ada yang terbuat dari batu dan juga dipadukan dengan kayu, semacam gazebo diatasnya yang berfungsi sebagai menara pengamat. 12 Nama lawa diantaranya : lawana rakia, lawana lanto, lawana labunta, lawana kampebuni, lawana waborobo, lawana dete, lawana kalau, lawana wajo/bariya, lawana burukene/tanailandu, lawana melai/baau, lawana lantongau dan lawana gundu-gundu.

Quote:BALUARA


Kata baluara berasal dari bahasa portugis yaitu 'baluer' yang berarti bastion. Baluara dibangun sebelum benteng keraton didirikan pada tahun 1613 pada masa pemerintahan La Elangi/Dayanu Ikhsanuddin (sultan buton ke-4) bersamaan dengan pembangunan 'godo' (gudang). Dari 16 baluara dua diantaranya memiliki godo yang terletak diatas baluara tersebut. Masing-masing berfungsi sebagai tempat penyimpanan peluru dan mesiu. Setiap baluara memiliki bentuk yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi lahan dan tempatnya. Nama-nama baluara dinamai sesuai dengan nama kampung tempat baluara tersebut berada. Nama kampung tersebut ada di dalam benteng keraton pada masa Kesultanan Buton. 16 Nama Baluara : baluarana gama, baluarana litao, baluarana barangkatopa, baluarana wandailolo, baluarana baluwu, baluarana dete, baluarana kalau, baluarana godona oba, baluarana wajo/bariya, baluarana tanailandu, baluarana melai/baau, baluarana godona batu, baluarana lantongau, baluarana gundu-gundu, baluarana siompu dan baluarana rakia.


Quote:BENTENG TERLUAS DI DUNIA

Benteng Keraton ini masuk Guiness of Record tahun 2006 dan rekor MURI sebagai benteng terluas di dunia. Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter. Bangunannya terdiri atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari agar-agar, sejenis rumput laut. Luas seluruh kompleks keraton yang dikitari benteng meliputi 401.911 meter persegi. Area yang demikian luas itu mengalahkan benteng terluas di dunia sebelumnya yang berada di Denmark. Dengan demikian, Benteng Keraton tercatat sebagai yang terluas di dunia. Luasnya benteng ini bukan sekadar isapan jempol, di dalam kompleks benteng melingkupi satu wilayah kelurahan, dengan nama kelurahan Melai, dan tercatat sebagai salah satu kawasan terpadat di kota ini.


Quote:
Banyak objek menarik di dalam benteng Keraton Wolio itu. Di sana ada batu Wolio, batu popaua, masjid agung, makam Sultan Murhum (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno. Batu Wolio adalah sebuah batu biasa berwarna gelap. Besarnya kurang lebih sama dengan seekor lembu sedang duduk berkubang. Konon, di sekitar batu inilah rakyat setempat menemukan seorang putri jelita bernama Wakaa-Kaa yang dikatakan berasal dari Tiongkok.

Ada satu hal menarik yang patut diketahui mengenai keberadaan benteng Keraton Buton, yakni sebuah benteng yang tidak hanya berdiri dan diam membisu, tetapi di dalam kawasan benteng keraton terdapat aktivitas masyarakat yang tetap melakukan berbagai macam ritual layaknya yang terjadi pada masa kesultanan berabad-abad lalu.

Di dalam kawasan benteng terdapat permukiman penduduk yang merupakan pewaris keturunan dari para keluarga bangsawan Keraton Buton masa lalu. Di tempat ini juga terdapat situs peninggalan sejarah masa lalu yang masih tetap terpelihara dengan baik. Di tengah benteng terdapat sebuah masjid tua dan tiang bendera yang usianya seumur masjid. Yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton III La Sangaji Sultan Kaimuddin atau dikenal dengan julukan ‘Sangia Makengkuna’ yang memegang takhta antara tahun 1591-1597.

Benteng ini memiliki panjang 2.740 meter yang mengelilingi perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua yang tetap terpelihara hingga saat ini. Masyarakat yang bermukim di kawasan benteng ini juga masih menerapkan budaya asli yang dikemas dalam beragam tampilan seni budaya yang kerap ditampilkan pada upacara upacara adat.

Tetapi, ada sedikit bau mistik di dalam masjid tua itu. Di belakang mimbar khatib atau di ujung kepala imam tatkala dalam keadaan sujud terdapat pintu gua yang disebut ”pusena tanah” (pusat bumi) oleh orang-orang tua di Buton. Konon dari dalam gua itu keluar suara azan pada suatu hari Jumat. Peristiwa itu menjadi latar belakang pendirian masjid di tempat tersebut.

Ketika masjid itu direhabilitasi pada tahun 1930-an, pintu gua tadi ditutup dengan semen sehingga ukurannya lebih kecil menjadi sebesar bola kaki. Lubangnya diberi penutup dari papan yang bisa dibuka oleh siapa yang ingin melihat pintu gua itu.

Di salah sebuah kamar Kamali (istana) Badia, masih di kompleks keraton, terdapat meriam bermoncong naga. Meriam bersimbol naga tersebut dibawa leluhurnya Wakaa-kaa dari Tiongkok sekitar 700 tahun silam.

Meriam itu masih memiliki peluru dan masih bisa diledakkan. Kamali Badia itu sendiri tidak lebih dari rumah konstruksi kayu khas Buton sebagaimana rumah anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sesuai tradisi, rumah atau istana Kesultanan Buton harus dibuat keluarga sultan dengan biaya sendiri.

Khusus Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut Keraton Wolio dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton VI (1632-1645), bernama Gafurul Wadudu. Benteng ini berbentuk huruf dhal dalam alpabet Arab yang diambil dari huruf terakhir nama Nabi Muhammad SAW.

Benteng Keraton Wolio memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga (bastion). Tiap pintu gerbang (lawa) dan bastion dikawal empat sampai enam meriam. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Konon pada masa pembuatan benteng keraton ini bahan baku utama yang digunakan adalah batu-batu gunung yang disusun rapi dengan kapur dan rumput laut (agar-agar) serta putih telur sebagai bahan perekat.

Peninggalan Dunia

Direktorat Sejarah dan Purbakala, Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan RI, Syaiful Mujahid SH, di Baubau, mengatakan bahwa potensi cagar budaya yang dimiliki benteng keraton Buton sangat luar biasa, Benteng Keraton Buton memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan benteng lainnya.

Potensi cagar budaya di Kota Baubau sangat besar. Selain itu, banyak pula peninggalan-peninggalan sejarah di dalamnya. salah Satunya Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas dan terpanjang di dunia.



Spoilerfor Gambar:


Monday, April 8, 2013

Pantai Ini Tidak Memiliki Laut

Pantai Gulpiyuri di Spanyol memang berbeda. Pantai ini memiliki pasir seperti pantai umumnya, tapi coba lihat ke depan, Anda tidak akan menemukan laut luas, hanya ada tebing tinggi. Inilah pantai unik tanpa laut.

Pantai unik ini terletak di Llanes, sebuah kota kecil di utara Spanyol, di antara Punta Rociera dan Castro Molina. Pantai Gulpiyuri cukup kecil dengan panjang 40 meter dan lebar 15 meter.



Walau kecil, pantai di Spanyol ini sangat spesial karena setiap pengunjung yang datang tidak akan melihat laut, seperti yang ditulis situs World Tourist Place. Panorama yang tersaji dari pantai hanyalah kumpulan air asin dengan tebing tinggi. Unik bukan?

Mungkin Anda bertanya, dari mana asalnya air asin di Pantai Gulpiyuri? Air ini berasal dari laut yang berjarak 100 meter dari pantai. Melalui gua yang berada di bawah tebing, air laut masuk dan mengalir ke arah pantai secara terus menerus. Fenomena alam yang menakjubkan.



Sama seperti pantai pada umumnya, air laut di Pantai Gulpiyuri seringkali mengalami pasang. Meskipun seringkali mengalami pasang, turis tidak akan melihat adanya ombak atau gelombang besar di sini. Cocok untuk pelancong yang ingin menenangkan diri.

Cobalah jejakkan kaki telanjang Anda di sepanjang Pantai Gulpiyuri. Pasirnya yang putih dan halus, tidak mengandung banyak kerang, jadi tidak akan melukai kaki halus Anda.

Tebing-tebing tinggi yang mengelilingi Pantai Gulpiyuri terlihat begitu kokoh. Rerumputan hijau yang tumbuh di atas tebing, menambah kesan anggun tersendiri dibalik keunikannya.

Thursday, March 28, 2013

Kisah Cinta Tragis Putri Raja di Pulau Kemaro

Palembang - Di balik keindahan Pulau Kemaro, Palembang, Sumsel, terselip kisah cinta tragis Putri Raja Palembang, Siti Fatimah. Di pulau ini pun ada makam yang konon menjadi tempat pembaringan terakhir sang putri. Penasaran?

Ada sebuah destinasi di tengah Delta Sungai Musi yang mencuri perhatian wisatawan. Pulau Kamaro namanya. Lokai pulau ini tak begitu jauh dari Kuto Gawang. Nama Kemaro diambil karena pulau ini tidak pernah bajir, meski Sungai Musi meluap.



Saat menapakkan kaki di pulau ini, Anda akan merasakan nuansa Tionghoa yang kental. Ini bisa dilihat dari adanya pagoda dan kelenteng yang menghiasi pulau tersebut.






Warna kelenteng yang merah menantang di antara pepohonan hijau, membuatnya mudah ditemukan. Namanya Kelenteng Hok Tjing Rio. Sedangkan pagoda yang baru dibangun pada 2006 ini, tingginya mencapai 9 lantai. Sehingga, membuatnya terlihat menjulang di tengah pulau.



Selain kelenteng dan pagoda, ada legenda tragis percintaan. Dilansir dari situs resmi Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (7/2/2013), legenda ini menceritakan tentang kisah cinta antara Putri Raja Palembang, Siti Fatimah dengan saudagar kaya sekaligus pangeran asal negeri China, Tan Bun Ann.

Keduanya saling jatuh cinta dan sepakat untuk menikah. Siti Fatimah mengajukan syarat pada Tan Bun Ann untuk menyediakan 9 guci berisi emas. Tan Bun Ann kemudian mengirim seorang pengawalnya pulang ke Tiongkok untuk meminta emas dan restu pada orang tuanya. Tentu saja permintaan ini disetujui orang tua Tan Bun Ann.

Untuk menjaga emas tersebut dari bajak laut, guci berisi emas tersebut ditutupi dengan asinan sawi. Sesampainya di dekat Pulau Kemaro, Tan Bun Ann terdorong untuk memeriksa isi guci. Melihat isinya hanya asinan sawi, ia pun kesal dan membuang guci-guci itu ke sungai. Namun, guci terakhir yang ia lempar tidak sengaja pecah. Di situlah ia melihat keping-keping emas.

Tan Bun Ann pun terkejut melihat hal tersebut. Dia pun sangat menyesal karena terlambat menyadari hal itu. Diperintahkan pengawalnya untuk mengambil kembali guci-guci yang sudah tenggelam di Sungai Musi. Namun, pengawal justru ikut tenggelam. Akhirnya, Tan Bun Ann memutuskan untuk terjun ke sungai dan mencari guci-guci tersebut. Naas, dirinya juga tenggelam di Sungai Musi.

Mendengar kejadian yang menimpa calon suaminya, Siti Fatimah pun berinisiatif terjun dengan niat membantu. Dirinya berkata, "Jika ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka di situlah kuburan saya." Ternyata Siti Fatimah dan Tan Bun Ann tidak pernah muncul ke permukaan.

Tak lama, muncul dua gundukan tanah yang dipercaya sebagai makam Siti Fatimah dan Tan Bun Ann. Untuk mengenang mereka, dibuatlah makam keduanya di Pulau Kemaro.

Tak ketinggalan, di daerah ini juga ada pohon cinta. Pohon cinta ini adalah sebuah beringin yang sudah cukup tua dengan ranting yang sangat rimbun. Konon, bila seseorang menuliskan nama dirinya dan pasangannya di pohon itu, maka jalinan cinta mereka akan semakin langgeng.



Untuk sampai ke pulau ini, traveler harus menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit. Perjalanan di mulai dari dermaga kecil yang berada di depan Benteng Kuto Besak. Pulau ini akan ramai wisatawan saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh, khususnya bagi traveler keturunan Tionghoa.

Inilah Gudang Senjata di Bogor



Siapa sangka, Bogor ternyata punya 'gudang senjata'. Mulai dari samurai, bambu runcing, pistol, senapan laras panjang, hingga meriam, dapat Anda lihat dari dekat. Tidak percaya? Datanglah ke Museum Perjuangan dan buktikan sendiri.

Tidak jauh dari Jakarta, Bogor di Jawa Barat adalah eskapisme traveler dari ibukota dan wilayah sekitarnya. Cuaca yang sejuk menyambut kedatangan Anda setibanya di Bogor. detikTravel berkesempatan mengunjungi Kota Hujan ini beberapa waktu lalu.

Untuk urusan traveling, Bogor punya banyak destinasi yang menarik. Salah satunya adalah Museum Perjuangan di Jl Merdeka nomor 56, dekat dengan Pusat Grosir Bogor (PGB) dan Terminal Merdeka. Di museum, Anda akan melihat berbagai jenis koleksi senjata seperti bambu runcing, samurai, hingga meriam.

"Museum ini menyimpan koleksi revolusi fisik yang berlangsung pada tahun 1945-1940. Ada senjata yang digunakan oleh laskar rakyat, seperti pedang, bambu, dan ada juga koleksi lain seperti meriam," kata Mahrup, pemandu museum.



Mahrup pun membeberkan sejarah dari Museum Perjuangan ini. Dia mengungkapkan, museum ini berbeda dari museum lainnya karena merupakan gedung tua. "Dulunya gedung ini digunakan oleh Belanda sebagai gudang rempah-rempah, lalu tahun 1944 diambil Jepang. Kemudian tahun 1945 dijadikan sebagai balai rakyat untuk ketahanan kota dan kabupaten, lalu sempat dikosongkan selama dua tahun," ungkapnya.



"Setelah itu, museum ini telah ada sejak tanggal 10 November 1957 dan diresmikan tanggal 15 November 1958," tambah Mahrup.

Harga tiket masuk museum dengan dua lantai ini cukup Rp 3.000 saja dan buka setiap hari. Memasuki bagian depan museum, Anda akan disambut oleh senapan bidik laras panjang. Di kanan dan kirinya, juga ada meriam dan koleksi pistol dengan beragam jenis. Asyiknya, ada penjelasan yang lengkap di senjata-senjata tersebut.

"Ini museum tertua dan paling komplit di Indonesia versi museum juang. Serta, menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bogor dalam mengusir para penjajah," ujar Mahrup menjelaskan.

Tidak hanya senjata saja, pengetahuan tentang sejarah perlawanan Indonesia terhadap Belanda pun ada di sini. Anda bisa mempelajari sejarah dari manuskrip tentang perjuangan rakyat Indonesia. Selain itu, ada juga mata uang Indonesia di zaman dulu, foto-foto para pahlawan dan pakaian-pakaian tentara Indonesia.

"Museum ini sering didatangi wisatawan dari Jakarta dan juga anak-anak sekolah. Di lantai atas, kita juga sering memutar film dokumenter," kata Mahrup yang menggenakan kemeja biru.

Thursday, February 21, 2013

Ternyata Inilah Ujung Dari Tembok Besar China





Tembok Besar China adalah salah satu mahakarya arsitektur dunia. Namanya tersohor di semua negara, pun menjadi destinasi wisata favorit wisatawan. Tapi apakah Anda tahu letak ujung Tembok China? Tembok Besar China seperti dibangun melampaui batas kemampuan manusia.

Selebrasi dan tragedi mewarnai pembuatannya, dua ribu tahun lalu, pada masa Dinasti Qing. Tembok ini dibangun atas perintah Kaisar pertama China yaitu Qin Shi Huang, untuk melindungi Kekaisaran China. Butuh waktu puluhan tahun yakni dari 220-206 SM untuk merampungkan tembok raksasa ini.



Tembok ini memanjang lebih dari 20.000 kilometer, membelah dataran luas China. Tapi apakah Anda tahu di mana ujung benteng ini? Selain Top Lake di sebelah barat, ujung lainnya ada di Shanhaiguan. Berada di timur China, Shanhaiguan dijuluki sebagai Old Dragon's Head atau disebut juga Laolongtou. Ujungnya persis menjorok ke Laut Bohai.

Tempat ini jadi destinasi wisata karena di atasnya bertengger menara pemantau dan sebuah kuil. Shanhaiguan atau Shanhai Pass berlokasi dekat Kota Qinhunangdao, 300 kilometer sebelah timur Beijing. Shanhai Pass memanjang 5 kilometer, bermuara langsung ke laut lepas.



Nama Laolongtou diberikan karena ujung tembok ini mirip naga panjang yang kepalanya terbenam di air laut. Pengunjung bisa naik ke atas tembok dan melihat langsung panorama laut lepas, juga mengunjungi menara pemantau dan sebuah kuil di atasnya. Namun rupanya, tak sepenuhnya bagian Laolongtou adalah bangunan asli. Mengutip situs Amusing Planet pada, pada Juli 1905 tentara Jepang mendarat di Shanhai Pass. Mereka membombardir area itu, menghancurkan beberapa sisi tembok ini. Apa yang berdiri sekarang adalah upaya pemerintah China untuk membuat replika dari bangunan aslinya.



Laolongtou dibagi menjadi tujuh bagian yaitu Estuary Stone City, Menara Chenghai, Nereus Temple, Jinglu Beacon Tower, Nanhaikou Pass, Ningchai City, dan Binhai Walls. Dua tempat favorit wisatawan adalah Changtai Tower dan Nereus Temple yang bertengger di atasnya.

Changtai Tower adalah bangunan dua lantai dengan pondasi kayu dan bata, berfungsi sebagai menara pemantau. Nereus Temple tersohor karena pernah didatangi para Kaisar di masa Dinasti Qing. Kuil inilah yang jadi tempat mereka berdoa kepada leluhur sebelum melanjutkan perjalanan ke sebelah timur laut China.

Monday, November 19, 2012

Istana Air Tamansari Keraton Yogyakarta

Lebih dari dua ratus tahun yang lalu, sebuah taman pada masa itu, yang merupakan masa yang penuh keindahan dan rahasia, berdiri sebagai lambang kejayaan Raja Mataram. Memang bukan asli arsitektur Jawa atau Nusantara. Namun keindahan ciptaan bangsa Potugis itu tetap bermakna dan menjadi simbol keajaiban budaya manusia.


Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan Yogyakata memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo. Kesemuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari.


Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).



Pintu Masuk


Quote:Bagian Sakral
Bagian sakral Tamansari ditunjukkan dengan sebuah bangunan yang agak menyendiri. Ruangan ini terdiri dari sebuah bangunan berfungsi sebagai tempat pertapaan Sultan dan keluarganya.



Quote:Bagian Kolam Pemandian
Bagian ini merupakan bagian yang digunakan untuk Sultan dan keluarganya bersenang-senang. Bagian ini terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan dengan bangunan bertingkat. Air kolam keluar dari pancuran berbentuk binatang yang khas. Bangunan kolam ini sangat unik dengan pot-pot besar didalamnya.







Quote:Bagian Pulau Kenanga
Bagian ini terdiri dari beberapa bangunan yaitu Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti, Sumur Gemuling, dan lorong-lorong bawah tanah. Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti adalah sebuah bangunan tinggi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai tempat pengintaian. Bangunan inilah satu-satunya yang akan kelihatan apabila kanal air terbuka dan air mengenangi kawasan Pulau Kenanga ini. Disebutkan bahwa jika dilihat dari atas, bangunan seolah-olah sebuah bunga teratai di tengah kolam sangat besar.




Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang berbentuk seperti sebuah sumur didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat.


Sementara itu lorong-lorong yang ada di kawasan ini dahulu konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Kraton Yogyakarta. Bahkan ada legenda yang menyebutkan bahwa lorong ini tembus ke pantai selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul yang konon menjadi istri bagi raja-raja Kasultanan Yogayakarta. Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.




Tamansari adalah sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Tamansari memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan Tamansari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif utuh dan terawat serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata. Di lingkungan Tamansari ini dapat dijumpai masjid Saka Tunggal yang memiliki satu buah tiang. Meskipun masjid ini dibangun pada abad XX, namun keunikannya tetap dapat menjadi aset dikompleks ini. Disamping itu, kawasan Tamansari dengan kampung tamam-nya ini sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik yang berupa lukisan maupun konveksi.


Kampung Tamansari ini sangat dikenal sehingga banyak mendapat kunjungan baik dari wisatawan mancanegara maupun wisata nusantara. Tidak jauh dari Tamansari, dapat dijumpai Pasar ngasem yang merupakan pasar tradisional dan pasar burung terbesar di Yogyakarta. Beberapa daya tarik pendukung inilah yang membuat Tamansari menjadi salah satu tujuan wisata Yogyakarta Kraton Yogyakarta.

Spoilerfor INFORMASI LEBIH DETIL:



Dua ratus tahun silam, Taman Sari yang berarti “taman yang indah” adalah sebuah tempat rekreasi dan kolam pemandian atau disebut pula pesanggrahan bagi Sultan Yogyakarta beserta seluruh kerabat istana.

Terletak tidak jauh dari kompleks Keraton Yogyakarta saat ini, walau kondisinya cukup memprihatinkan sebagai salah satu situs peninggalan sejarah, taman yang setengahnya tinggal reruntuhan itu tetap banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.



Mengutip dari Babad Mangkubumi, Taman Sari ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi pada tahun 1683 (silsilah kerajaan Mataram) menurut penanggalan tahun Jawa atau tahun 1757 Masehi. Taman itu berdiri, tepat bersamaan dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (sejarah kerajaan Mataram).



Kompleks Taman Sari yang menempati lokasi seluas lebih dari 12 hektare berarsitektur dan relief perpaduan antara gaya arsitektur Hindu, Budha, Islam, Eropa, dan Cina itu selesai dibangun pada tahun 1765 Masehi. Untuk memberi makna pada setiap bangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono I waktu itu memberi nama masing-masing bangunan yakni Keraton Pulo Kenanga, Masjid Taman Sari dan Pulo Penambung yang terapung di atas air, kolam pemandian dan gedung tempat tidur Sri Sultan dan Permaisuri.

Kolam pemandian terletak di sebelah selatan masjid membujur dari utara ke selatan terdiri dari kolam pemandian yang disebut Umbul Kawitan, Umbul Pamuncar, Umbul Panguras.

Umbul Panguras adalah kolam pemandian khusus bagi Sri Sultan, sedangkan Umbul Pamuncar adalah kolam pemandian yang disediakan bagi permaisuri, dan Umbul Kawitan untuk putra-putrinya Raja.

Bangunan lain Gedung Cemeti, Taman Ledoksari merupakan tempat peraduan dan tempat yang sangat pribadi untuk raja. Dalam sebuah rumor, menyebutkan, Taman Sari memiliki terowongan yang ujungnya tembus ke pantai selatan yang disebut Parangkusuma dan berfungsi sebagai sarana persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.

Satu bangunan yang menyiratkan perpaduan arsitektur Portugis dan Jawa adalah Sumur Gumuling, Bentuknya menyerupai gedung teater melingkar dan tepat di tengah bangunan, terdapat telaga buatan (Segaran) terdapat puing bangunan besar dan luas.

Di salah satu sisinya terdapat tangga setapak yang gelap menjuju lorong bawah tanah Taman Sari yaitu Sumur Gumuling. Di ujung lorong terus menuju atrium (bilik) bundar yang terbuka bagian atasnya. Di tengah dasar atrium ada kolam kecil seperti sumur. Ruang kecil di sisi barat dari kedua galeri ini dipakai sebagai masjid. Jika dilihat dari keunikan struktur bangunan ada kemungkinan tempat itu didesain sebagai tempat meditasi dan pengasingan diri.

Selain itu menurut mitos, terowongan tersebut juga berfungsi sebagai jalan pertemuan antara Sultan dengan Penguasa Laut Selatan yaitu Nyai Roro Kidul.

JAM BUKA
Buka setiap hari dari pukul 09.00-15.30 WIB

TIKET MASUK
Domestik : Rp 2.500,00
Mancanegara : Rp 5.000,00

KEGIATAN
Setelah selesai dipugar, Taman Sari akan disediakan untuk umum yang ingin melakukan kegiatan-kegiatan khususnya yang berhubungan dengan kebudayaan, walaupun tidak menolak kemungkinan untuk dipergunakan sebagai tempat untuk acara lain misalnya pesta.

FASILITAS :
- Tempat parkIr
- Pemandu wisata berlisensi