Laman

Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

7 Tips agar gaji Bulanan tak cepat habis


Gaji ente selalu habis di pertengahan bulan? Berarti ente yang salah dengan pengelolaan uang ente setiap bulannya. Mungkin ente kerap merasa, perusahaan memberikan gaji yang terlalu kecil dan pemasukan selalu tidak bisa mencukupi pengeluaran.
Mungkin sebenarnya gaji ente sudah lebih dari cukup, hanya saja ente lebih banyak menggunakan gaji ente itu untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sebelum kebiasaan buruk ente ini jadi bencana keuangan, simak beberapa solusi agar ente bisa menyimpan gaji bulanan, seperti yang dikutip dari treed ini.


1. Sisihkan Gaji

Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di rekening bank yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu ATM pada akun bank tersebut.

2. Buat Prioritas
Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar tagihan-tagihan sebelum membelanjakan uang untuk kepuasan semata. agan harus menyisihkan uang di awal untuk membayar tagihan-tagihan tersebut.

3. Jangan Belanjakan Sekaligus
Saat menerima gaji, jangan membelanjakan uang agan sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak agan akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut.

4. Bijak Saat Berbelanja
Jangan membeli berdasarkan keinginan, namun berdasarkan kebutuhan. Saat agan berpikir membutuhkan tas baru, pikirkan dua kali, apakah tas lama agan benar-benar tidak bisa dipakai sampai harus membeli yang baru? Jika tidak, bahkan mungkin masih ada beberapa tas di dalam lemari, sebaiknya alokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting, atau ditabung.

5. Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang agan/sista punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan agan/sista dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.

6. Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika agan tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar agan tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji agan masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya agan tidak akan terbebani lagi dengan utang.

7. Investasi
Investasikan gaji agan dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti agan menabung disiplin.


Quote:
PS : jika tips ini di lakukan Puji Tuhan mungkin agan akan bahagia di masa mendatang

Wednesday, March 14, 2012

5 Strategi Keuangan untuk Dapatkan Pernikahan Harmonis



Jakarta - Bukan rahasia lagi kalau banyak pasangan bercerai karena masalah keuangan. Uang memang bisa jadi hal yang sangat sensitif di semua aspek kehidupan.

Bicara soal uang, menurut penelitian yang dilakukan Jason Carroll, seorang professor bidang kehidupan keluarga di Brigham Young University, sifat matrealistis bisa berdampak buruk pada pernikahan. Dari penelitian itu terungkap, pernikahan pasangan yang keduanya tidak matrealistis 10-15% lebih baik ketimbang pasangan yang sama-sama matrealistis. Pernikahan pasangan yang hanya salah satunya saja matrealistis juga lebih baik dibadingkan pasangan yang keduanya gila uang.

"Pasangan yang sangat mengagung-agungkan uang biasanya kurang responsif pada pasangannya dan tidak terlalu fokus dengan hubungannya. Mereka mencari kebahagiaan bukan pada orangnya," ujar Carroll. Dalam penelitiannya, ia melihat, pasangan yang sama-sama tidak matrealistis punya dasar kuat ketika menghadapi cobaan keuangan yang datang.

Bagi Anda yang tengah membangun sebuah keluarga, tentunya ingin memiliki hubungan yang bahagia, bebas dari masalah keuangan. Berikut ini lima strategi yang bisa dicoba untuk mendapatkan pernikahan harmonis, seperti dikutip dari Business Insider:

1. Definisikan apa yang Anda mau dan bagaimana cara mencapainya
Saat melakukannya, duduklah dan obrolkan hal itu bersama pasangan. Anda bisa bersama-sama mendiskusikan bagaimana pola pengeluaran masing-masing dan rencana keuangan seperti apa yang cocok untuk dijalani.

"Hal ini bisa jadi cara yang membantu pasangan untuk mengetahui hal apa yang nantinya bisa menjadi sebuah masalah," ujar perencana keuangan dari Veritana Financial Planning, Inc, di California, Susan E. Honig.

2. Memiliki Akun Bersama
Menurut Honig, memiliki akun bank terpisah, bisa membuat pasangan saling curiga dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Pernikahan pun bisa bermasalah kalau hal itu dilakukan.

Oleh karena itu Honig menyarankan buatlah akun bersama. Sebelumnya putuskan dulu uang apa saja yang akan dimasukkan ke dalam akun tersebut. Sebaiknya buat dua akun, akun yang khusus untuk pengeluaran penting dan akun untuk bersenang-senang. Diskusikan juga berapa jumlah uang yang kedua belah pihak setuju untuk dimasukkan ke akun bersama itu. Dengan cara ini, pasangan bisa mengatur keuangan mereka dengan lebih sehat.

3. Lakukan 'Kencan Keuangan' Secara Rutin
Ahli perencanaan keuangan di USAA (United Services Automobile Associatio) J.J. Montanaro mengatakan, dikusi soal keuangan sebaiknya jadi agenda rutin pasangan. Jadi pilih satu hari dalam seminggu kapan Anda dan pasangan melakukan 'kencan keuangan' itu. Jangan bicara soal keuangan hanya saat ada masalah saja.

4. Pakai Cara Kuno, Simpan Uang di Amplop
Untuk keperluan tertentu, seperti membeli hadiah atau berbelanja, Anda bisa menggunakan cara kuno dengan menyimpan uang di amplop. Dr. James Roberts, profesor bidang marketing dari Baylor University mengatakan, cara ini memang kurang modern, tapi cukup efektif. Dengan menyimpan uang di amplop sesuai jumlah yang dibutuhkan, Anda jadi tidak lebih boros ketimbang membawa kartu kredit atau kartu debit.

5. Buat Perjanjian
Perjanjian ini perlu agar Anda dan pasangan lebih disiplin dalam menjalankan perencanaan keuangan yang sudah dibuat. Dalam perjanjian itu tulis apa saja harapan dan rencana Anda dan suami. Lalu tulis juga apa yang harus dilakukan jika salah satu pasangan melanggar.

Tuesday, January 3, 2012

Cara Efektif Mengatur Keuangan Agar Tidak Boros



Quote:
1. Sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan tiap bulan untuk ditabung.
Quote:
2. Jika mendapatkan bonus pergunakan maksimal 50 persen dan sisanya ditabung.
Quote:
3. Thr atau gaji ke 13 sebaiknya digunakan untuk menambah tabungan bukan sebaliknya, yaitu digunakan untuk keperluan yang tidak mendesak.
Quote:
4. Beri target pengeluaran perhari, jgn sampai melebihi target. Pikirkan matang2 apa2 yg hrs dibeli,beli yg penting2 saja, yg tidak penting bisa ditunda.

jangan pernah membeli sesuatu hanya karena ia murah.

jangan pernah membeli sesuatu,yang tidak membuat kita lebih bermanfaat bagi orang lain.

jangan pernah membeli sesuatu, krn kita khawatir dilihat tidak kaya.

jangan pernah menganggap, uang pinjaman sebagai uang tambahan belanja.

Quote:
5. Bedakan antara kebutuhan & keinginan

kebutuhan, merupakan hal-hal dasar yang harus dipenuhi seseorang guna kelangsungan hidupnya. Contohnya: Seperti sandang, pangan, papan dan lain sebagainya. Setiap manusia memerlukan hal-hal dasar ini.

Karena sifatnya berupa pemenuhan hal-hal dasar, kebutuhan itu itu bersifat terbatas. Seperti jika lapar maka otomatis kebutuhan kita adalah ingin makan. Oleh karena itu, ada pepatah “makanlah kamu ketika lapar, dan berhentilah sebelum kenyang”. Artinya, jika kebutuhan sudah terpenuhi, kita tidak perlu membuang uang dengan membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Sedangkan keinginan merupakan hal-hal yang kita dambakan, atau cita-citakan. Jika kebutuhan adalah standar terendah atau mutlak, maka keinginan adalah standar ideal atau cenderung tinggi.
Quote:
6. Pertama-tama dahulukan penggunaan uang utk keperluan yg benar2 penting dan pokok, selanjutnya utk keperluan sekunder / kebutuhan sehari-hari dan sisanya bisa kita sisihkan utk ditabung di bank dan jangan sekali-sekali utk diambil tabungannya sampai ada keperluan yg benar2 penting.

Quote:
7. Hitung-hitung budget

jujur kita tidak terlalu suka memikirkan soal budget, kan? "susah" atau "tidak pernah berhasil", itulah alasan yang kita lontarkan. Suka atau tidak, budget alias anggaran adalah alat penting untuk mengontrol keuangan. Kita bisa melihat seberapa banyak uang yang kita punya, ke mana "perginya", dan seberapa besar yang tersisa.

Saran: Menurut financial planner dan direktur women's financial network, susan jackson, agar kata budget terasa lebih positif ganti saja dengan money planning, spending plan atau cash control. Nah, cobalah lebih realistis. Jangan lakukan perubahan total. Lakukan bertahap saja. Yang penting adalah disiplin mematuhi anggaran. itu sebabnya, mungkin kita perlu selalu membawa catatan kecil berisi daftar belanjaan dalam tas. Jika ternyata pengeluaran anda masih melebihi budget, jangan menghukum diri terlalu keras. Ingat, perubahan takkan terjadi hanya satu malam.
Quote:
8. Dari yang kecil

memang tak bisa disangkal, biaya hidup sekarang mahal. Namun, sebenarnya kita tetap punya kemampuan untuk menabung. Bayangkan saat ini kita harus menabung Rp. 200.000. Mungkin kita akan beralasan tak ada dana karena harus membayar ini-itu. Namun, ketika seorang teman lama menelepon clan mengajak kita bertemu di sebuah restoran, tiba-tiba saja kita memiliki uang rp200.000 untuk pergi.

Saran: "lebih baik kita mulai menabung dengan sedikit uang ketimbang menunggu sampai uang terkumpul banyak tapi malah tak pernah memulainya (karena uang tidak kumpul-kumpul)," saran susan. Hanya 10% dari penghasilan saja kok minimal yang harus kita tabung. Jika masih sulit juga, coba saja cara lama yaitu menggunakan celengan (tapi jangan celengan bergembok dan berkunci, ya). Kita bisa menyelipkan Rp. 100.000 setiap gajian ke dalam celengan atau memasukkan koin Rp. 500 setiap hari hasil kembalian bus atau belanja di supermarket. Jangan lupa untuk selalu menaikkan uang tabungan, jika gaji kita naik atau cicilan kita lunas.
Quote:
9. Lupakan kartu kredit

membayar tagihan lebih dari pembayaran minimum sebaiknya menjadi langkah awal untuk meninggalkan ketergantungan kita pada kartu kredit. Kita pasti tahu pembayaran minimum tak akan menghapus utang di kartu kredit kita yang terus berbunga di atas bunga. Nah, di sinilah kita akan menyadari perlunya kita membuat budget. Kita bisa melihat besar dana yang tersisa dan mungkin bisa menggunakannya untuk membayar utang. Lni bisa mempercepat pelunasan utang tersebut.

Saran: Alternatif lain adalah memanfaatkan program transfer balance dari kartu kredit lain yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu 6 bulan, misalnya. Namun, menurut brouwer dari outlook financial solutions, kunci utama terbebas dari utang adalah mengubah kebiasaan penggunaan kartu kredit. Kita bisa mulai dengan meninggalkan kartu kredit di rumah atau tak menunda pembayaran tagihan. Mau sedikit ekstrim? Mintalah pengurangan limit kartu kredit, misalnya hanya dua kali lipat dari gaji anda. Dengan cara ini, kita akan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Quote:
10. Belajar investasi

nah, setelah urusan utang beres, kini kita akan punya uang lebih untuk memulai investasi. Sebenarnya sih, dengan hanya Rp. 100.000, kita sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok untuk kita? Kita bisa menilai diri kita lewat kuis yang termuat di buku-buku investasi atau meminta bantuan jasa financial planner, tipe investor yang manakah kita? Konservatif, moderat atau agresif? Memang kita akan dikenakan biaya saat berkonsultasi. Namun, jika mempertimbangkan situasinya, kita tetap mendapat keuntungan kok, yaitu saran dari profesional.

Quote:
11. Jangan lupa proteksi

ok, di tahap ini kita pasti sudah berhasil memiliki sejumlah dana di tabungan dan investasi. Namun, semua itu tak ada artinya jika tiba-tiba kita divonis menderita penyakit berat. Uang tabungan dan investasi bisa habis untuk biaya pengobatan.

Saran: Penyakit yang kian banyak akibat gaya hidup kurang sehat, membuat kita mau tak mau harus memiliki asuransi kesehatan. Terutama buat kita yang biaya kesehatannya ditanggung sebagian atau tidak ditanggung sama sekali oleh perusahaan. So, dengan menyisihkan uang sedikit untuk proteksi, kita bisa mengambil manfaatnya di kemudian hari.

Masa depan dimulai hari ini
mungkin kita berpikir, terlalu dini untuk memikirkan soal pensiun. Survei newpoll pada tahun 2004 menemukan 56% pekerja terpaksa menunda rencana pensiun karena tak mempersiapkan dana hari tua. Nah, tak ada salahnya kita mulai berpikir soal rencana keuangan hari depan. Mungkin saja kita berniat pensiun dini dan tak ingin gaya hidup berkurang. Itulah pentingnya menyusun strategi keuangan sejak sekarang.

Quote:
demikian tipsnya agan2 smoga bermanfaat dalam mengatur keuangan kita.