Laman

Friday, September 21, 2012

Kunyah Makanan Pelan-pelan Saja: Diabetes No Way !!!

Dalam kehidupan yang sibuk dan serba cepat, terkadang orang lebih suka untuk mengunyah makanan dengan cepat. Ternyata kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko diabetes. Kunyah makanan Anda pelan-pelan agar risiko diabetes menjauh.

Sebuah penelitian terbaru telah membuktikan bahwa makan secara terburu-buru bisa meningkatkan risiko terkena diabetes di usia lanjut.

Menurut penelitian, kemungkinan orang yang selalu mengunyah makanan dengan cepat berisiko tinggi mengalami penyakit metabolisme seperti diabetes. Ini disebabkan karena mengunyah makanan dengan cepat dapat meningkatkan kuantitas gula dalam aliran darah dalam seketika.

Akibatnya, orang yang sering makan cepat-cepat cenderung lebih mudah mengembangkan impaired glucose tolerance (IGT) atau dikenal juga dengan pra-diabetes.

"Tingkat gula darah pada orang dengan IGT lebih tinggi dari biasanya, sehingga mereka berisiko mengembangkan diabetes. Tapi masalahnya kondisi ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2 jika tindakan tidak dilakukan. Kemungkinan orang-orang (yang makan dengan cepat) mengembangkan diabetes tipe 2 dalam 10 tahun berikutnya adalah 50 persen," jelas Dr Pradeep Ratnaparkhi, seperti dilansir Timeofindia, Jumat (14/10/2011).

Menurutnya, makan terlalu cepat berbahaya bagi kesehatan dengan berbagai cara. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi karena dibutuhkan waktu bagi otak untuk memberikan sinyal bahwa perut sudah kenyang.

Otak membutuhkan waktu 20 menit untuk menyadari bahwa perut sudah kenyang. Jadi, jika Anda mengunyah dengan cepat maka kalori yang masuk ke tubuh akan semakin banyak hingga Anda mendapatkan sinyal bahwa perut sudah kenyang.

Hal ini ternyata mengakibatkan kenaikan berat badan yang pada gilirannya berhubungan dengan pra-diabetes dan diabetes tipe 2.

"Diet sehat dan olahraga teratur dapat membantu orang dengan pra-diabetes menjaga tingkat gula mereka di bawah kontrol. Dan makanlah secara perlahan agar tetap ramping dan bugar," tutup Dr Pradeep Ratnaparkhi.