Laman

Monday, July 9, 2012

Tips Agar Komputer Tetap Aman Saat Liburan



Masa liburan telah tiba, namun saat masa-masa liburan, terkadang Anda lupa untuk memproteksi komputer Anda agar tetap aman.

Saat si kecil dalam masa liburan, mereka memiliki waktu lebih banyak untuk berada di depan komputer. Sehingga, mereka rentan menimbulkan risiko keamanan yang berasal dari internet.

Misalnya, ketika anak Anda menggunakan internet, bisa saja mereka mengakses akun email Anda, bahkan membuka spam message yang berisi penipuan. Terlebih bila ada virus Trojan dari keluarga SINOWAL yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi di komputer Anda.

Kemudian, akses Anda ke jejaring sosial pun dapat menimbulkan ancaman kriminalitas, jika Anda memposting status yang berisikan informasi yang dapat disalahgunakan pihak-pihak tertentu.

Oleh karena itu, untuk menjaga liburan Anda tetap nyaman dan jauh dari penipuan internet, berikut kami berikan tips dan trik yang dilansir dari Net-scurity, Jumat (6/7/2012).

Hati-Hati dengan Status di jejaring sosial
Terkadang karena semangat untuk liburan, kita sering memposting rencana liburan sekeluarga di jejaring sosial. Hal tersebut memungkinkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat melakukan tindakan kriminal.

Contoh tweet “saya besok mau liburan sekeluarga di luar kota selama satu bulan,” postingan tweet tersebut mungkin sepele buat Anda namun buat pihak-pihak tertentu, informasi tersebut dapat mereka gunakan untuk melakukan tindakan kriminal.

Jika Anda terpaksa harus memposting rencana dan kegiatan liburan Anda, sebaiknya sebelum liburan, Anda memproteksi akun jejaring sosial Anda.

Seperti Twitter misalnya, Anda dapat memproteksi tweet Anda. Jadi, ketika ada pihak-pihak diluar teman Anda tidak dapat mengetahui status Anda. Karena, di luar sana kemungkinan ada pihak-pihak yang mencari informasi tersebut untuk melancarkan aksi kriminalnya.

Instal parental controls komputer
Jika Anda yang tak memiliki rencana liburan keluar rumah, dan mungkin membiarkan anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu di depan komputer selama liburan. Anda sebagai orangtua disarankan menginstal “parental controls” untuk mengurangi resiko anak Anda mengakses situs-situs berbahaya (kekerasan,seksual).

Waspada ketika menggunakan fasilitas WiFi
Waspadalah terhadap fasilitas WiFi publik, Anda bisa saja menggunakan jaringan yang telah dibuat oleh para hacker untuk mencuri informasi apapun ketika Anda sedang berselancar.

Bila Anda terhubung dengan email, situs jejaring sosial atau toko online, pastikan Anda menggunakan koneksi aman (https), sehingga lalu lintas yang terenkripsi, informasinya tidak dapat diakses orang lain.

Pastikan Komputer Anda up-to-date
Malware selalu berusaha untuk mencari kelemahan di komputer Anda, jika komputer tidak up-to-date lubang keamanan dapat masuk ke dalam sistem untuk menginfeksi.

Oleh karena itu, Pastikan semua patch keamanan dan update terpasang dengan benar dan pastikan komputer Anda memiliki perlindungan yang handal yang diinstal pada komputer Anda.

Friday, July 6, 2012

Makhluk Misterius Yang Ada Di Indonesia

Sebelum lebih jauh mengetahui satu persatu tentang makhluk-makhluk misterius yang dimaksud, kita sedikit ulas tentang Cryptozoology. Istilah Cryptozoology pertama kali dipopulerkan oleh Bernard Heuvelmans pada akhir 1950-an.

Istilah ini merupakan gabungan dari 3 kata Yunani yaitu Kryptos, Zoon, Logos. Kryptos yang berarti tersembunyi, Zoon yang berarti hewan dan Logos yang berarti ucapan.

Cryptozoology sekarang adalah istilah yang sering digunakan untuk merujuk kepada cabang ilmu yang menyelidiki makhluk-makhluk misterius yang belum terklasifikasi dalam ilmu pengetahuan modern. Sedangkan Cryptid berarti makhluk misterius yang belum terklasifikasi oleh ilmu pengetahuan modern.

Sekarang kita mengenal secara singkat makhluk-makhluk Misterius yang disinyalir ada di Indonesia, dan keberadaannya hingga saat ini belum ada tanda yang pasti, selain informasi terdahulu yang tentu saja belum terjangkau oleh alat perekam seperti era sekarang. Saya meyakini Anda mungkin sudah familier di telinga dengan kata-kata atau makhluk-makhluk berikut ini sebelumnya.

Quote:
Berikut nama-nama makhluk misterius yang ada di Indonesia

Quote:
1. Ahool
Ahool adalah monster terbang yang berbentuk seperti kelelawar raksasa, beberapa sumber menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa, seperti halnya monster-monster misterius lainnya, belum ada bukti nyata dara para ilmuwan yang bisa membuktikan keberadaan monster ini.

Mahluk ini pertama kali terlihat oleh Dr. Ernest Bartels ketika menjelajahi gunung salak yang berada di Pulau Jawa tepatnya Jawa Barat. untuk lebih jelas mengenai Ahool dalam versi engglish bisa klik di sini wikipedia versi inggris.

Spoiler for ahool:
Quote:
2. Batutut
Batutut atau Ujit termasuk salah satu hewan Cryptozoology yang konon mirip Bigfoot, penampakannya disekitar Cagar Alam Vu Quang Vietnam, Laos dan Kalimantan, Indonesia.

Pertama kali ditemukan oleh Penjelajah Prancis pada tahun 1947 dan diteliti oleh Dr John MacKinnon pada tahun 1970.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Batutut merupakan populasi Homo Erectus yang mampu bertahan hidup.

Spoiler for batutut:
Quote:
3. Dingiso
Dingiso (Dendrolagus mbaiso) Dikenal juga sebagai Bondegezou merupakan spesies Kangguru pohon dari endemik sekitar Papua Barat, Indonesia. Penampakan di kawasan Pegunungan Sudirman pada ketinggian 3250-4200 meter di atas permukaan laut. Pertama kali ditemukan pada tahun 1987, oleh Dr Tim Flannery dari Australia. film dokumenter tentang Dingiso pertama kali diputar pada tahun 2009 oleh BBC Pasifik selatan setelah melakukan pencarian selama 11 hari dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Penelitian dan Klasifikasi Dingiso ini masih terus dilakukan.

Spoiler for dingiso:
Quote:
4. Ebu Gogo
Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan. Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.

Spoiler for ebu gogo:
Quote:
5. Orang Pendek Atau Yeti
Orang Pendek adalah nama yang paling umum diberikan untuk cryptid yang dilaporkan hidup di hutan-hutan pulau Sumatra. Binatang ini telah dilihat dan didokumentasikan selama 100 tahun oleh penghuni hutan, penduduk desa, kolonis Belanda, dan ilmuwan dan pengelana Barat. Konsensus antara saksi adalah binatang itu merupakan primata bergerak yang hidup di tanah dan ditutupi oleh bulu pendek dan memiliki tinggi sekitar 80 cm dan 150 cm.

Spoiler for yeti:
Quote:
6. Orang Bati
Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.

Spoiler for orang bati:
Quote:

7. Orang Gadang

Orang Gadang merupakan hewan Cryptid berbentuk Primata Raksasa Misterius dari Sumatera. Dikenal juga dengan nama "Great Man" atau "Giant Mias". Beberapa sumber mengatakan Orang Gadang berdiri tegak memiliki ketinggian antara 7,5 sampai 12 kaki atau sekitar 2-4 meter.

Spoiler for orang gadang:
Quote:
8. Veo
Veo adalah hewan Cryptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.

Dalam Wikipedia dijelaskan. The Veo (Manis cryptus) is a cryptid described in The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals[1] by Karl Shuker as living on the island of Rintja (Rinca) and resembling other pangolins, or scaly ant-eaters. This creature is reported to be as big as a horse. No modern Pangolin approaches that size but on the nearby islands of Java and Borneo, large pangolins of up to 8 feet did once live.

Sightings of the Cryptid have linked them to relic dinosaurs, particularly the stegosaurus or the ankylosaurus due to superficial similarities.

The Veo is described as being a nocturnal, mountain-dwelling creature, subsisting on a diet of ants and termites. Cryptozoologists have suggested that the Veo may represent a relict population of the extinct Manis paleojavanicus.

Spoiler for veo:
Quote:
9. Ikan Coelacanth
Ikan Coelacanth, Ikan yang disangka sudah punah ternyata ditemukan hidup di perairan Sulawesi. Ikan tersebut bernama Coelacanth yang berasal dari kata-kata Yunani ”coelia” (berongga) dan ”acanthos” (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga. Berdasarkan catatan sejarah, ikan coelacanth hidup pertama kali ”ditangkap” kalangan ilmiah pada tanggal 23 Desember 1938, ketika Kapten Hendrick Goosen mendapatkannya dari Laut India, tak jauh dari mulut sungai Chalumna. Oleh Marjorie Courtenay-Latimer – seorang kurator museum di East London, Afrika Selatan – ikan tersebut diserahkannya kepada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof. J.L.B. Smith.

Pada 1998 atau enam puluh tahun sejak temuan pertama, seekor ikan Coelacanth tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan yang oleh nelayan disebut ”raja laut” itu kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Edmann. Bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, Mark menerbitkan temuannya di majalah ilmiah Nature, 1998.

Sebenarnya beberapa coelacanth sudah diidentifikasi oleh para ilmuwan, seperti coelacanth (Latimeria chalumnae Smith) yang terdapat di Kepulauan Komoro. tetapi menurut penelitian lebih lanjut dapat dipastikan bahwa coelacanth yang berasal dari Sulawesi, Indonesia merupakan jenis ikan purbakala yang dipastikan sudah punah. Oleh karena itu perlu dipertanyakan bagaimana cara ikan ini dapat bertahan hidup hingga saat ini.

Spoiler for ikan coelacanth:

Tentang Presiden Soerkarno (Bung Karno)

Presiden Soekarno (Bung Karno) Inilah sosok pejantan tangguh Indonesia. Lelaki yang tampak jelas wibawa dan kharismanya ini menjabat sebagai presiden pertama Indonesia pada tahun periode 1945 – 1966 yaitu Presiden Soekarno (Bung Karno). Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dari pasangan Sukemi Sosrodihardjo (seorang guru) dan Ida ayu Nyoman Rai (bangsawan Bali) yang lebih dikenal Idayu. Beliau meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno atau biasa di panggil Bung Karno merupakan pencetus konsep mengenai dasar negara Indonesia dan menamainya Pancasila.
Quote:
Semasa hidupnya, beliau mempersunting tiga istri dan diberkahi delapan anak. Dari istri pertama Fatmawati dikaruniai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri kedua Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri ketiga Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.
Di usia 13 tahun Soekarno kecil menyelesaikan sekolah Dasar Bumiputera di Mojokerto, melanjutkan kesekolah dasar Belanda dan lulus setahun kemudian dengan sekaligus mengantongi ijazah ujian calon pegawai negeri rendahan. Soekarno (Bung Karno) tinggal di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto (sahabat ayahnya Sukemi Sosrodihardjo). Haji Oemar Said Tokroaminoto adalah politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian Soekarno (Bung Karno) melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada tanggal 25 Mei 1926.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Bersama Sartono, Anwari, Samsi Tilaar, Sujdjadi, Iskak Tjokroadisuryo, Budiarto Tjipto Mangunkusumo, dan Sunario, Ir. Soekarno (Bung Karno) merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan perserikatan Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian diubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan kemerdekaan Indonesia. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Akibatnya, Belanda memenjarakannya di penjara Sukamiskin, Bandung 29 Desember 1929. Keluar dari penjara tahun 1932, aktivitasnya membakar semangat rakyat semakin gila. Lalu ia di tangkap lagi secara dadakan karena menyebarkan risalah Mencapai Indonesia Merdeka dan diasingkan ke ende Flores. Setelah 4 tahun dipengasingan ende, kemudian tanggal 14 Febuari 1938 Ir.Soekarno (Bung Karno) dipindahkan ke Bengkulu.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. kemudian Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang di bacakan di kediaman Soekarno. Sehari setelah Indonesia merdeka, panitia persiapan kemerdekaan kemudian mengesahkan dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 bahwa Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakilnya.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Perjuangan demi perjuangan Presiden Soekarno (Bung Karno) bersama pejuang-pejuang rakyat Indonesia telah membawa bangsa ini dalam kemerdekaan yang mutlak. Namun setelah kejayaan Kepresidenannya dan apa yang telah di raih, ia mengalami kejatuhan. Dimulai sejak pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia pada tahun 1956, disusul dengan pemberontakan G-30-S/PKI, membuat Soekarno tidak dapat “memenuhi” cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. Presiden Soekarno (Bung Karno) semakin terpuruk setelah pengangkatan Soeharto sebagai Presiden Indonesia yang Ke2 oleh MPR.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Kesehatan Soekarno (Bung Karno) sebagai mantan Presiden terus memburuk, ia jatuh sakit hingga sekarat karena tidak mendapatkan perawatan yang layak. Detik-detik akhir hidup mantan Presiden Soekarno (Bung Karno) seperti tiada arti, terbengkalai dengan penyakit-penyakit menggerogoti tubuhnya. Perjuangan dan Prestasi terbesar di jagat raya Indonesia ini yang ia dapat seakan angin lalu tak berbekas, ia benar-benar menderita bahkan sangat menderita. Hari Minggu, 21 Juni 1970 Soekarno (Bung Karno) meninggal dunia. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya. Soekarno (Bung Karno) meninggal dengan membawa kemuliaan hidupnya dengan penghargaan dan sederet gelar lainya, termasuk 27 gelar doctor kehormatan.
Spoiler for bung karno:

Quote:
Pemerintah menganugerahkan Bung Karno sebagai Pahlawan Proklamasi. Soekarno (Bung Karno) memang Pahlawan Indonesia yang gagah berani “Jasa dan tentang mu tak akan terlupakan hingga hancur Bumi”. Adakah Soekarno (Bung Karno) lainnya di ZAMAN sekarang?
Itulah riwayat presiden pertama kita "PRESIDEN SOEKARNO". Semoga pemimpin kita nanti akan seperti beliau. Dan semoga yg membaca thread ini dapat menjadi pemimpin yg teladan seperti beliau.

FOTO-FOTO BEWARNA BUNG KARNO

Spoiler for bung karno:


President John F. Kennedy dan President of Indonesia Ahmed Sukarno keluar dari pintu Selatan White House, Washington, D.C. Press photographers observe.


Spoiler for bung karno:


Presiden Soekarno menyalami anak perempuan Presiden Kennedy, Caroline Kennedy


Spoiler for bung karno:


President John F. Kennedy berdiri bersama putrinya Caroline Kennedy dan President Indonesia Ahmed Sukarno di South Lawn, White House, Washington, D.C.


Spoiler for bung karno:


Foto Bung Karno saat bercanda dengan wartawan


Spoiler for bung karno:


Spoiler for bung karno:


Spoiler for bung karno:


Spoiler for bung karno:


Spoiler for info tambahan:
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa sebelum meikah dengan Fatmawati, Bung Karno lebih dahulu menikah dua kali. Pernikahan pertama beliau adalah dengan Utari Tjokroaminoto. Putri H.O.S Tjokroaminoto itu Sukarno nikahi waktu umurnya 17 tahun sementara Sukarno berusia 21 tahun. Alasan utama Sukarno menikahi Utari pada waktu itu adalah ingin meringankan beban Pak Tjokro yang ditinggal mati istrinya. Pada waktu itu pernikahan Sukarno-Utari dilaksanakan secara "kimpoi gantung".

Utari ikut bersama Sukarno yang waktu itu sedang menimba ilmu di Bandung. Bersama mereka nge-kost di rumah Inggit Ganarsih. Namun, 3 tahun Sukarno tak mendapatkan sosok istri pada diri Utari. Pikiran Utari masih layaknya anak-anak. Ia belum paham akan kewajibannya sebagai istri. Justru kebutuhan Sukarno dipenuhi oleh Inggit. Mulai dari makan, baju, hingga merawatnya saat sakit. Akhirnya Sukarno mengembalikan Utari pada Pak Tjokro setelah tiga tahun hidup dengannya tanpa ia "sentuh" sedikitpun.

Lepas dari Utari, Bung Karno meminang Inggit yang usianya jauh di atasnya. Toh mereka bisa bersama hingga 13 tahun. Namun, Sukarno tak memiliki anak dari Inggit. Mereka mengangkat anak untuk menemani hari-hari mereka. Puncaknya ketika usia Bung Karno 40 tahun dan dalam masa pengasingan di Bengkulu beliau mengenal sosok Siti Fatimah. Gadis 18 tahun putri ketua Muhammadiyah Bengkulu yang akhirnya ia persunting sebagai istrinya setelah resmi bercerai dari Inggit Ganarsih.

Spoiler for kata-kata mutiara:

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .
(Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”.
(Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”
(Soekarno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”.
(Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
(Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”
(Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……”
(Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “.
(Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.”
(Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya”
(Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.”
(Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong”
(Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase”
(Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

Spoiler for penjelasan:
kadyo siniram banyu wayu sewindu merupaka peribahasa yang artinya seperti tersiram air yang sudah (di)diam(kan) selama sewindu, maksudnya terasa dingin atau sejuk atau segar.

Jadi maksud Bung Karno disini adalah bahwa lukisan sawah yang adem ayem itu “terasa dingin”, berbeda dengan lukisan samodra yang bergelombang.


Spoiler for kata-kata mutiara:

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”
( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Kumpulan Foto-foto Polisi Jaman Kolonial Hindia Belanda

sebelum lahirnya indonesia, bumi nusantara ini dulu dikenal dunia dengan nama dutch east indies, sebuah negara koloni belanda yang dikenal dengan keindahan alam dan hasil bumi yang melimpah ini masih menyimpan banyak sejarah bangsa yang harus diketahui, salah satunya tentang sistem pemerintahan dan keamanan, untuk urusan militer negara dutch east indies masih dibantu tentara dari negara induk yakni belanda, namun untuk keamanan dalam negeri dutch east indies memiliki lembaga kepolisian modern dengan nama dutch east indies politie yang dibentuk pada tahun 1887 hingga 1945, mereka bertugas menjaga keamanan dalam sebuah kota atau wilayah, dutch east indies politie sendiri diambil dari warga pribumi dengan seorang perwira belanda sebagai pemimpin.
polisi hindia belanda wilayah yogyakarta, tahun 1923
Spoiler for :


seorang sersan polisi hindia belanda wilayah singkep, 1910
Spoiler for :

polisi hindia belanda wilayah sumba barat, tahun -

Spoiler for :


kantor pusat polisi hindia belanda wilayah makassar, tahun 1897
Spoiler for :


sebuah pos polisi hindia belanda wilayah malang, tahun 1930
Spoiler for :

polisi hindia belanda wilayah sumatra, tahun 1911

Spoiler for :


kantor polisi hindia belanda wilayah sumatra utara, tahun 1910
Spoiler for :


polisi hindia belanda wilayah sumatra, tahun -
Spoiler for :


polisi hindia belanda wilayah madiun, tahun 1920
Spoiler for :


polisi bersepeda hindia belanda wilayah bali, tahun 1901
Spoiler for :


peringatan hari ratu belanda dari polisi hindia belanda wilayah pekalongan, tahun 1922
Spoiler for :


kantor polisi hindia belanda wilayah malang, tahun 1930
Spoiler for :


polisi hindia belanda berkuda wilayah batavia, tahun 1921
Spoiler for :


kantor pusat polisi hindia belanda wilayah surabaya, tahun 1917
Spoiler for :


data foto tidak diketahui
Spoiler for :


kantor polisi hindia belanda wilayah jember, tahun 1912
Spoiler for :


akademi perwira polisi hindia belanda, sukabumi, tahun 1930
Spoiler for :

Kesalahan Tata Bahasa yang Bikin Sesak Dada

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali menemukan penggunaan bahasa Indonesia yang keliru. Saya mungkin bukan mahasiswa jurusan sastra Indonesia, tapi saya ingin mencoba membantu memaparkan contoh-contoh penggunaan bahasa yang salah dan menyalahi kaidah bahasa Indonesia, dan sudah terlanjur menjadi budaya umum…



PENULISAN SINGKATAN DAN AKRONIM
Singkatan merupakan perpendekan serangkaian kata ke dalam bentuk beberapa huruf. Kata-kata yang dimaksud biasanya merujuk kepada nama lembaga, bidang studi, nama tempat, atau istilah. Umumnya huruf-huruf yang membentuknya adalah huruf-huruf awal dari kata-kata tersebut. Cara membacanya pun beragam, tergantung huruf-huruf yang membentuknya. Misal, “IPA” akan diucapkan “I-Pa” karena memiliki huruf vokal “A” di belakang . Rasanya kita jarang sekali mendengar orang menyebut “I-P-A”. Namun “IPS” akan dibaca “I-P-S” karena terdiri dari dua huruf mati atau konsonan yang mengakhiri singkatan. Mustahil rasanya saat ditanya mengenai jurusan, orang menjawab, “Saya jurusan Ipssss!”

Tapi masyarakat kita seringkali mengasosiasikan akronim sebagai singkatan. Meski fungsinya sama-sama sebagai penyingkat, tapi akronim memiliki bentuk yang berbeda dengan singkatan. Akronim dibentuk dari kumpulan suku kata dari kata-kata yang disingkatnya. Nah, faktor terpenting yang membedakan singkatan dan akronim adalah penggunaan huruf besar dan kecil. Akronim cenderung ditulis sebagaimana layaknya nama lembaga atau orang: diawali huruf besar, sisanya huruf kecil. Dan membacanya tidak pernah dengan cara mengeja, melainkan selalu mengucapkannya seperti membaca kata biasa. Misal, “Depdagri”.

Nah, lantas apa yang menjadi salah kaprah? Ya itu tadi, penyalahgunaan huruf besar dan kecil. Masyarakat cenderung menuliskan akronim dengan huruf besar semua. Misal, “Saya kuliah di UNPAK.” Padahal yang betul seharusnya, “Saya kuliah di Unpak.” Karena setiap huruf dalam kata “Unpak” bukan penyingkat. Yang menjadi penyingkat adalah suku kata “Un” dan “Pak”.

Oya, satu hal yang terpenting, jangan menggunakan sistem CamelCase dalam akronim, ya. Contoh “Unpak”, jangan ditulis “UnPak”, meskipun bila ditulis tanpa disingkat, huruf P pada “Pakuan” menggunakan huruf besar.


PENYALAHGUNAAN BEBERAPA KATA

Ubah atau Rubah?
“Kau boleh acuhkan diriku… dan anggap ku tak ada… tapi takkan merubah…” Sebuah petikan lagu yang sangat indah dari seorang Once. Saya pun suka. Tapi kata “merubah” itu lho… mengganjal sekali! Mana sudah terlanjur “diakui” menjadi karya seni pula, huft….

Yah, akuilah kalau kita cenderung menggunakan kata “merubah” atau “dirubah” dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin “kambing hitam”-nya adalah kata “berubah” yang sudah sangat familiar di telinga kita. Sehingga tanpa sadar kita kebiasaan menerapkannya juga dalam imbuhan me- dan di-.

Padahal yang paling tepat adalah “mengubah” dan “diubah”. Karena kata dasarnya adalah “ubah”. Coba deh, cari kata “rubah” di kamus. Pasti definisinya mengenai sejenis hewan dan tak ada sangkut-pautnya dengan “rubah” yang kita maksud. Mungkin bisa dimaafkan bila kita keceplosan menggunakan kedua kata yang salah kaprah itu dalam percakapan sehari-hari, tapi jangan sampai “keceplosan” menggunakannya dalam karya tulis, yaaa…!

Tinggali dan Tinggalkan
“Ku mempunyai dua hati yang tak bisa, ‘tuk kutinggali….” Pasti familiar dong, sama petikan lagu nakal milik T2 ini. Ya, lagi-lagi ada kesalahkaprahan bahasa yang terlanjur “diakui”. Memang, dalam beberapa kata, imbuhan belakang –kan dan –i tidak benar-benar sepadan. Contoh, “membubuhkan” dan “membubuhi”. Yang membedakan adalah, kata pertama cenderung merujuk pada apa yang dibubuhkan pada sesuatu, maka kita ambil contoh kalimat: “Saya membubuhkan tanda tangan di kertas”. Sementara pada kata kedua, mengacu pada apa sesuatu yang dibubuhi, maka bentuk kalimat yang ideal adalah, “Saya membubuhi kertas dengan tanda tangan”. Mau contoh lain? Oke, misalnya, “memasukkan” berarti si subjek membuat sesuatu masuk ke dalam sesuatu, sementara “memasuki” artinya si subjek sendiri yang masuk ke dalam sesuatu.

Nah, ketahuan dong, kalau petikan syair T2 itu salah besar? Bahkan dari makna pun sudah berbeda meski kata dasarnya sama. “Kutinggalkan” artinya si “aku” menjauh dari sesuatu, sementara “kutinggali” berarti “aku” TINGGAL DI DALAM sesuatu. Mungkin penggunaan kata “kutinggali” ini dimaksudkan agar senada dengan kata di bait sebelumnya, yakni “dua hati”. Tapi rasanya nggak usah maksain juga kan, Mas Dodhy? Atau memang Anda nggak tahu? ***sombong***

Kau-
“Kau” adalah salah satu bentuk kata ganti orang kedua tunggal. Yang menjadi salah kaprah adalah penggunaan kata “kau-” yang diikuti beberapa kata kerja tertentu. Sama seperti “ku-”, kata “kau-” seharusnya digabung dengan kata kerja yang mengikutinya. Misal, “kaupikir”, “kauambil”, “kaurasakan”, atau “kausimpan”. Tapi hal ini tidak berlaku untuk kata ganti “kamu”, “Anda”, “sampeyan”, “ente”, “yey”, dan lainnya karena “kau-” di sini sepadan dengan “ku-” (bukan “aku”).

Geming, Seronok, dan Acuh
Salah satu penyakit berbahasa yang terparah adalah ketika makna suatu kata diubah menjadi sangat kontradiktif dengan makna aslinya. Salah satunya “geming”. Makna asli dari kata ini adalah “bertahan” atau “tetap pendirian”. Contoh kalimatnya: “Meski sudah dibujuk, saya tetap bergeming.” Tapi belakangan maknanya diputarbalikkan seratus delapan puluh derajat menjadi “berubah pendirian”. Contoh kalimat: “Karena dipaksa sedemikian rupa, akhirnya dia bergeming.”

Di samping itu, ada juga kata “seronok”. Entah siapa yang menyesatkan arti kata ini menjadi sangat negatif. Mungkin karena penggalan bunyi kata “-ronok” yang tidak enak didengar secara verbal, sehingga menimbulkan kesan bahwa kata “seronok” berarti “tidak sopan” atau “tidak enak dipandang”. Padahal makna “seronok” justru “sopan” atau “sedap dipandang”. Jadi, salah besar kalau ada yang bilang, “Pakaian pelacur itu seronok sekali!”

Terakhir, ada lagi kata yang maknanya seenaknya dibolak-balik laksana martabak emih. Yakni “acuh”. Seperti kata “seronok”, mungkin bunyi kata “-cuh” itu yang menimbulkan asumsi salah mengenai makna kata “acuh”. Pernah saya menemui kalimat, “Saya sakit hati karena ucapan saya diacuhkan.” Lha, ucapan diacuhkan kok sakit hati, sih? Harusnya senang dong, karena artinya ucapan tersebut DIPEDULIKAN

kata gabung
Ragam jurnalistik ini banyak digunakan dalam persurat kabaran.
-> Kesalahan kalimat tersebut terletak pada penulisan kata persurat kabaran. Memang betul, kata gabung seperti surat kabar, tanggung jawab dan sebagainnya dituliskan terpisah. Tetapi apabila kata-kata tersebut mendapat awalan dan akhiran, harus dituliskan serangkai. Jadi penulisan yang betul: persuratkabaran, pertanggungjawaban.
Contoh lain:
memberi tahu -> pemberitahuan
ambil alih -> pengambilalihan
gotong royong -> kegotongroyongasn
tidak adil -> ketidakadilan
salah guna -> disalahgunakan
jungkir balik -> dijungkirbalikkan

menyingkat waktu
Untuk menyingkat waktu, marilah kita mulai acara ini.
->Waktu tidak dapat dipersingkat; karena itu kalimat tersebut salah. Yang betul: Untuk menghemat waktu, marilah kita mulai acara ini.

saling
Sebagai sesama manusia, kita wajib saling tolong-menolong.
-> Kata saling sudah menunjuk pengertian dilakulkan oleh dua belah pihak; sama benar dengan bentuk tolong-menolong. Maka yang betul: sebagai sesama manusia, kita wajib saling menolong; atau: sebagai sesama manusia, kita wajib tolong menolong. Bentuk yang sejenis dengan bentuk tersebut.
Saling kejar-mengejar seharusnya: saling mengejar, kejar mengejar atau berkejar-kejaran.
Saling pegang-memegang seharusnya: saling memegang, pegang-memegang atau berpegang-pegangan.
Bentuk seperti di atas, termasuk gejala pleonasme.

pelopor
Salah seorang yang mempelopori berdirtinya koperasi di desa ini ialah bapak saya.
-> Yang betul memelopori. Kata tersebut berasal dari kata dasar pelopor. Karena awalan me yang melekat padanya, maka bunyi p-nya luluh; dan menjadi memelopori.

dipersilahkan
Para tamu dipersilahkan masuk.
-> Kesalahan kalimat tersebut pada penulisan kata dipersilahkan. Kata tersebut seharusnya dituliskan tanpa h: dipersilakan.

waktu dan tempat saya persilakan
->Kalimat ini sering sekali dipakai orang, padahal kalimat tersebut salah. Siapa yang biasannya dipersilakan? Jawabannya tentu saja bukan waktu dan tempat, melainkan orangnya. Karena itu, mestinya kalimat tersebut kita ubah:
-> Bapak atau Saudara............saya persilakan.(isilah titik-titik terwsebut dengan nama orang atau pejabat yang akan memberi sambutan)


Nah, itu baru segelintir dari seluruh kesalahan tata bahasa yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan masyarakat kita. Kalau sampai kebiasaan ini mendarah daging dalam diri anak cucu kita kelak, wah, bahaya tuh! Bisa-bisa bahasa Indonesia yang baku benar-benar musnah di kemudian hari.

Memahami bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memang suatu keharusan. Tapi jangan sampai jadikan hal itu sebagai alasan untuk bergaya sok keinggris-inggrisan. Kalau masyarakat Indonesia sendiri banyak keliru dalam menggunakan bahasa Indonesia, wah, lantas siapa yang harus melestarikan bahasa nasional kita ini? Orang Amerika? Orang Malaysia? Orang Zimbabwe? Tidak mungkin, bukan?



sumber : http://bahasa.kompasiana.com/2011/09...in-sesak-dada/

Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa, seharusnya perkembangan zaman dan perubahan teknologi komunikasi tidak bisa menggerusnya, apalagi hanya demi pergaulan.