Laman

Monday, January 30, 2012

Tanda-tanda Orang Sedang Mabuk Narkoba

Tes darah atau urine sering dilakukan untuk memastikan seseorang berada di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang lainnya. Namun beberapa gejala umum juga bisa menunjukkan jenis narkoba apa yang sedang digunakan orang tersebut.

Gejala atau tanda-tanda orang sedang menggunakan narkoba sangat bervariasi tergantung jenis narkoba yang digunakan. Pengetahuan tentang gejala-gejala itu penting bagi para orangtua yang mencurigai anaknya mulai coba-coba atau bahkan sudah kecanduan narkoba.

Beberapa gejala yang bisa dikenali dari pemakai narkoba saat berada di bawah pengaruh obat terlarang antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet, Selasa (24/1/2012).

1. Ganja
Selain sering tertawa tanpa sebab yang jelas, gejala lain dari orang yang sedang berada di bawah pengaruh ganja adalah tampak selalu mengunyah sesuatu karena efek lain dari ganja memang bisa memicu rasa lapar. Gejala lain yang bisa diamati dari pemakai ganja adalah mata merah, mengantuk, kurang motivasi dan kadang-kadang halusinasi.

2. Ekstasi
Sebagai perangsang atau stimulansia, ekstasi dan sejenisnya bisa menyebabkan pemakainya mengalami peningkatan tekanan darah serta denyut jantung. Gejala lain yang bisa diamati antara lain mudah tersinggung, euforia atau rasa senang yang berlebihan, lebih percaya diri, rasa malu hilang, berani ambil risiko, menjadi pribadi yang berbeda, tidak bisa tidur dan sering mengulum permen lolipop atau sejenisnya karena tubuhnya butuh lebih banyak gula untuk mengimbangi perilaku yang jadi terlalu bersemangat.

3. Obat penenang
Barbiturat dan benzodiazepine digolongkan sebagai oabt penenang atau depresan dan sebenarnya ditujukan sebagai obat tidur. Gejala pada penyalahgunaan obat ini antara lain denyut nadi melambat, mengantuk, koordinasi gerak tubuh terganggu dan susah mengontrol perilaku.

4. Halusinogen
Obat yang tergolong sebagai halusinogen antara lain Lysergic acid diethylamide (LSD) dan mushroom. Sesuai namanya, gejala paling umum dari penyalahgunaan halusinogen adalah halusinasi dan biasanya disertai pandangan kabur, gangguan tidur dan paranoid atau rasa takut yang berlebihan.

5. Narkotika
Beberapa contoh narkotika adalah opium, morfin, heroin dan sabu-sabu. Beberapa jenis narkotika juga ditemukan dalam obat batuk, misalnya codein. Gejala yang muncul pada penyalahgunaan narkotika antara lain mengantuk, rasa senang yang berlebihan dan juga lebih toleran terhadap rasa sakit karena salah satu efek narkotika adalah pereda nyeri.

6. Lem
Penyalahgunaan bahan berbahaya tidak hanya ditemukan di kalangan orang berduit, beberapa anak jalanan juga sering melakukannya dengan menghisap lem. Tanda-tanda orang menyalahgunakan lem bisa dikenali dari napas yang bau bensin, tampak linglung atau bingung dan mudah tersinggung.

7. Obat batuk
Beberapa jenis obat batuk seperti difenhidramine, dextrometorphane, chlorampheniramin dan pseudoefedrine juga sering disalahgunakan. Gejalanya antara lain bicara tidak jelas, denyut jantung melambat serta gejala umum yang merupakan efek samping obat batuk yakni rasa kantuk yang tidak tertahankan.

7 Kesalahan Mengapa Kulit Wajah Memburuk



SETIAP perempuan mendambakan kulit sempurna. Untuk mencapai kesempurnaan, perempuan sering membuat kesalahan dalam perawatannya dan cenderung mengabaikan informasi akurat dari dampaknya terhadap kesehatan.

Berikut ini 9 kesalahan dalam merawat kulit menurut pemilik Tru Skin Clinical Spa di Manhattan Jennifer Fifer:
Quote:
1. Memilih produk pembersih
Perhatikan kandungan pembersih kulit wajah. Apakah menyebabkan pengelupasan? Pilih produk dengan bahan kimia sedikit dan hindari yang mengandung SD-40, yaitu isopropil alkohol. Sebab kandungannya bisa membuat iritasi kulit yang cenderung berjerawat dan sensitif sehingga menyebabkan kemerahan, kekeringan, bintik coklat dan penuaan dini.
Quote:
2. Sering melakukan pengelupasan
Banyak produk perawatan kulit muka saat ini memiliki zat alpha hydroxy acids untuk memerangi keriput dan garis-garis halus. Namun jika dilakukan terlalu sering membubuhkan pelembap di pagi hari dan krim exfoliating pada malam hari berisiko terjadi penipisan kulit.
Quote:
3. Memencet jerawat
Singkirkan tangan Anda dari jerawat, sebab akan memecah dinding folikel yang memungkinkan bakteri menyebar. Lebih baik gunakan masker wajah yang mengandung belerang untuk menurunkan pembengkakan.
Quote:
4. Penggunaan pelembap berlebih
Perempuan percaya penggunaan lebih banyak pelembap akan menjaga kandungan oksigen di kulit. Sebaiknya gunakan produk pelembap dengan kandungan air di atas 50 persen.
Quote:
5. Percaya air bisa melembabkan kulit
Jangan hanya mengandalkan air saja untuk menjaga kelembaban kulit. Sebaliknya pertimbangkan asupan makanan dengan menambahkan diet asam lemak essensial dari buah alpukat agar kulit bersinar.
Quote:
6. Paparan sinar matahari
Paparan sinar matahari yang berlebihan bisa menyebabkan jerawat. Gunakan tabir surya yang mengandung seng dan titanium untuk melindungi penyumbatan pori-pori.
Quote:
7. Tidur dengan riasan wajah
Jangan pernah tidur dengan riasan masih menempel di wajah. Pastikan untuk mencuci muka sebelum tidur. Sebab kulit memperbaiki diri pada malam hari.

Menjaga agar lensa kamera anda tidak jamuran

Jamur pada lensa disebabkan oleh spora fungi. Spora fungi ada dimana2. Itu alami dan tidak bisa dihindari. Fungi2 yg pada umumnya yg menggangu lensa adalah fungi2 kelas zygomicota. Kebanyakan fungi tersebut hidup optimal pada range suhu daerah tropis (20-40 derajat dan kelembaban tinggi). Berikut adalah gambar siklus hidupnya:



Supaya spora tidak bergerminasi menjadi hifa pada lensa, maka siklus hidup yg harus kita putus adalah yg saya beri tanda merah.


Kondisi yg mempengaruhi spora untuk bergerminasi adalah sebagai berikut:

1. Temperatur
Temperatur sangat rendah atau sangat tinggi akan mencegah fungi berkembang. Perkembangan spora optimal pada suhu 30 derajat plus minus 5 lah. Yahh suhu hidupnya mirip2 kaya manusia deh. Di suhu tinggi seperti 40 derajat atau rendah seperti 10 derajat spora ga bisa tumbuh (tapi tidak mati). Untuk membunuh spora dibutuhkan suhu 121 derajat dengan tekanan 15 psi minimal 15 menit.

Saran: Untuk lensa jangan kita taro di suhu ekstrim. Nanti yang ada lensanya rusak. Biarkan saja pada suhu ruang, karena faktor berikutnya bisa kita atur sehingga spora gagal jadi hifa

2. Kelembaban
Kelembaban >70% mutlak dibutuhkan agar spora bisa bergerminasi. Lebih kering, spora akan dorman (tidak mati / hibernasi).

Saran: Karena di indonesia kelembaban rata2 tinggi, maka kita perlu menyimpan kamera dan lensa di drybox. Drybox bisa dibeli di toko2 kamera, atau bikin sendiri. Thread2 DIY drybox seperti ini sudah bayak dibahas..

ini salah satu contohnya http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1056801

3. Ketersediaan Makanan
Untuk perkembangan, maka spora juga butuh makanan untuk menghasilkan energi. Tidak seperti tanaman, fungi tidak bisa berfotosintesa untuk membuat makannanya sendiri. Oleh sebab itu fungi sangat tergantung oleh ketersediaan makanan di sekitarnya. Makanannya berupa bahan2 organik.

Lensa yang sudah tua, tentunya akan mengumpulkan debu. Debu dapat berupa zat oraganik dan spora. Zat organik inilah yg dipakai oleh fungi untuk berkembang. Namun karena jumlahnya sedikit, biasanya fungi hanya berkembang sampai pada tahap hifa dan akhirnya mati karena tidak ada makanan yg mencukupi untuk mencapai siklus pembentukan sporangium. Sisa2 pertumbuhan ini kemudian menempel pada coating lensa sehingga jadi sulit dibersihkan. Lain cerita kalo spora jatuh pada roti. Fungi pasti akan berkembang subur hingga membentuk sporangium.

Selain debu, di telapak tangan kita pun terdapat "makanan" yg bisa digunakan untuk berkembang biak.

Saran: Kalo bisa hindari sering2 memotret tempat2 berdebu dan simpanlah lensa di dry box untuk menghindari debu dan menjaga kelembaban. Setelah pemakaian, tentunya lensa suka kotor kena sidik jari dll. Jangan lupa dibersihkan dengan alkohol (pelarut organik).
Lensa2 canon seri L tertentu udah whater sealed. Ini cukup memnbantu menghindari kontaminasi pada internal parts pada lensa nya.

Untuk melihat contoh lensa2 berjamur, silakan cek disini:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2658445


Dijamin ngga riposss.. ini gua yg nulis sendiri. Bukan copas

Semoga bermanfaat buat fotografer kaskus.

Cheers

UPDATE!!! FAQs mengenai jamur pada lensa.

FAQs
Q: Kalo udah jamuran parah bisa dibersihin ga?
A: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ngebersihin lensa dari jamur itu susah dan tidak 100% berhasil. Tergantung tingkat keparahannya.
Jika jamur telah mengerak di lapisan lensa, satu-satunya cara membersihkannya adalah memoles ulang dan recoating elemen lensa yg terinfeksi. Ini adalah pekerjaan yang sangat khusus, dan tidak ekonomis. Tapi kalo lensa yg kena sebangasa 400mm f/2.8 IS boleh dipertimbangkan, tapi kalo lensa sekelas 50mm f1.8 ya mendingan dibuang aja. Sepertinya di indo ga ada yg bisa memoles lensa ulang deh. Kalo dibawa ke service center pun mereka sepertinya enggan. Takut alat polesnya terkontaminasi juga.

Untuk jamur yang sedikit dan letaknya di luar bisa dibersihin sendiri. Yaitu dengan mengelap lensa degnan alkohol isopropyl 96%. Kalo agak membandel boleh dicoba dengan campuran hidrogen peroksida 2% + amonia 4% + akuades 94%. Di lap pelan2. Masalah terbesar adalah kalo yg terkena elemennya dalam, ya harus dibongkar. Setiap elemennya biasanya kan ada "semen" / lem buat nempelin lensa ke housing nya, untuk melepasnya sih gampang. Cukup tinggal manasin saja. Tapi untuk masangnya kembali perlu seorang spesialis

Q: Denger2 pake disinari UV bisa mati? denger2 kalo disekap dengan silica gel bisa sembuh? dll
A: Benar. Secara fisiologis memang jamur bisa mati. Namun, "jasad" nya sering kali masih menempel di lensa dan mengerak. Jadi metode ini tidak 100% bisa berhasil.

Q: Kalo lensa sering dipakai rentan jamuran ga ya?
A: Yang bahaya itu lensa yg frekuensi pemakainannya lama, tapi frekuesi penyimpanannya juga lama. Misalnya 1 minggu dipake full, terus disimpan 1 minggu. Kalo nyimpennya bener sih ga apa2, tapi kalo penyimpanannya ga bener cepat jamuran.

Tapi kalo lensa tsb frekuensi dipakenya sering misalnya 2-3 hari sekali dipake dan konstan, dengan penyimpanan seadanya lebih ngga cepet jamuran.. Contoh nyatanya adalah kaca mata, dipakai tiap hari ga jamuran.

Q: Gimana cara menghidari spora2 nakal?
A: Spora ga bisa dihindari. Kita hidup berdampingan dengan spora. Namun kita bisa mengendalikan supaya sporanya tidak jadi jamur.

Q: Berapa kelembaban ideal untuk menyimpan kamera dan lensa?
A: Untuk menghindari fungi, simpan di tempat kering yg memiliki RH dibawah 70%.

Untuk menghindari kerusakan mekanik simpan di tempat yg memiliki RH diatas 30%

Idealnya peralatan disimpan pada RH berkisar 40-50%.

Membuat Kamera Sendiri dengan bahan bahan yang Mudah!

Pengertian
-Kamera Lubang Jarum-
Bagi penggemar fotografi, alat menjadi tidak terlalu penting. Kecanggihan kamera kadang justru menjadi salah satu kendala untuk mengeksplorasi seni fotografi. Siapa sangka, sebuah foto indah bisa dihasilkjan dari sebuah kaleng.

Kamera lubang jarum menawarkan pemanjaan idealisme yang luar biasa. Sangat pantas jika KLJ digunakan sebagai kendaraan untuk pendidikan dan seni.

KLJ merupakan suatu tantangan yang baru didalam era digital ini walaupun kehadirannya sudah lama ada didunia fotografi, bahkan kamera lubang jarum adalah nenek moyang dari semua jenis macam kamera. Dengan KLJ juga kita dapat berkreasi sesuai dengan imajinasi kita dalam membuat suatu kamera.

Quote:
Ini Kameranya ...
Quote:
Quote:

Quote:
Quote:
~Cara Pembuatan~
1.Gunakan kaleng atau kotak kecil sebagai badan kamera. Kemarin yang digunakan untuk kamera adalah kaleng biskuit.
2.Keseluruhan badan kamera (interior maupun eksteriornya) di cat hitam (biasanya pake cat doff bukan yang glossy) untuk mencegah adanya refleksi cahaya
3.Buat sebuah lubang kecil di salah satu sisi sebagai jalan masuk cahaya (diafragma). Bila lubang terlalu besar, tutup lubang dengan aluminium, lalu lubangi aluminium dengan jarum.
4.Tempelkan sebuah penutup yang berfungsi sebagai rana (bisa menggunakan lakban hitam) di lubang tersebut untuk mencegah masuknya cahaya saat kita sedang tidak melakukan pemotretan. Untuk mengecek apakah lubang tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, kita dapat mengetahuinya dengan melihat ke dalam sisi belakang kamera.
5.Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar)
6.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.
7.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)

Note:
1. Semakin besar lubang, dan semakin lama bukaan lubang: maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur.
2. Semakin kecil lubang, dan semakin singkat bukaan lubang: maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.
Quote:
Quote:
*HASIL*


10 TEKNIK BICARA Kepada Balita




10 TEKNIK BICARA
Kepada Balita



Quote:
Diajak bicara tak menoleh, bukan tanda si kecil tak tahu sopan santun. Di usia balita, perhatian mudah teralih dan anak belum paham dengan tata laksana berbicara dengan orang lain yang benar. Anda perlu membuatnya menatap Anda saat Anda mengajaknya bicara.

Quote:
1. Minta untuk menatap

Setiap anak terlihat tidak mendengar perkataan Anda, ulangi terus. Jika tetap tampak tidak mendengar, segera minta dia untuk menatap Anda. “Adik, lihat Bunda dong.

Bunda sedang bicara dengan adik, lho!” Katakan dengan nada halus agar si kecil tidak merasa diintimidasi. Permintaan untuk menatap ini menjadi salah satu cara belajar anak, bahwa berbicara dengan orang lain harus dengan cara menatap lawan bicaranya.
Quote:
2. Posisi badan sejajar

Posisikan badan Anda sejajar dengan tinggi badan anak dengan jarak tidak terlalu jauh. Posisi seperti ini membantu anak fokus pada Anda. Ia dapat menangkap pesan yang Anda berikan dan berdialog dengan Anda. Ketika si kecil masih terlihat tidak menoleh atau memerhatikan Anda, sentuh pundaknya sebagai bentuk meminta perhatiannya.

Bila jarak Anda dan si kecil jauh, Anda akan kesulitan untuk menyentuhnya, bahkan ia bisa merasa Anda tidak menganggapnya sebagai lawan bicara yang penting, begitu juga dengan pesan yang Anda sampaikan.
Quote:
3. Kontak mata

Anda sering mendengar “bicara empat mata” yang artinya pembicaraan yang membutuhkan kontak mata yang kuat. Kontak mata sangat dibutuhkan ketika Anda berbicara dengan anak.

Kontak mata menandakan Anda bersungguh-sungguh mengajaknya berbicara. Si kecil juga merasa dirinya dianggap sebagai orang penting bagi Anda. Bukan hanya kalimat menegur atau perintah yang membutuhkan kontak mata dengan anak, dialog sederhana juga membutuhkan kontak mata.
Quote:
4. Bermain peran berbicara dengan orang lain

Bisa jadi anak tidak paham bagaimana memperlakukan lawan bicaranya. Dia sebenarnya mengerti apa yang Anda bicarakan, dia juga mau melakukan apa yang Anda minta. Ajarkan cara berbicara pada orang lain dengan mengajaknya bermain peran. Gunakan boneka-boneka milik anak.

Berikan peran kepada masing-masing boneka. Posisikan wajah boneka berhadap-hadapan ketika sedang berbicara agar si kecil tahu begitulah sikap yang baik ketika berbicara dengan orang lain.
Quote:
5. Cari perhatian anak

Kemampuan si kecil tentang pemahaman dan tingkat konsentrasi yang belum sempurna mengharuskan Anda selalu mencari perhatian anak.

Satu kali dipanggil tidak menengok, dua kali dan ketiga kali masih juga belum menengok ke arah Anda, segera cari perhatiannya, misalnya dengan menghampiri kemudian menyodorkannya satu barang yang membuat si kecil tertarik berbicara dengan Anda. Meski begitu hati-hati, jangan sampai barang tersebut malah terlalu mengalihkan perhatiannya. Jika ini terjadi, langsung jauhi barang tersebut.
Quote:
6. Beri penjelasan

“Adik, lihat Bunda dong kalau diajak bicara?!” Anda sering mengucapkan kalimat ini ketika si kecil tak juga memerhatikan Anda. Berhasil?

Tidak selalu! Ia bosan mengapa harus menatap Anda ketika berbicara dengan Anda. Dia tidak tahu kenapa itu harus dilakukannya. Anda perlu memberikan penjelasan mengapa Anda mengharapkan si kecil menatap Anda. Lengkapi kalimat “Lihat, Bunda dong” dengan “Lihat Bunda dong, karena kamu perlu melihat ini adalah mainan yang harus kamu bereskan.”

Jelaskan pula bahwa menatap orang yang sedang berbicara merupakan bentuk penghargaan dan bersikap santun kepada orang tersebut.
Quote:
7. Ketahui kemampuan pemahaman anak

Setiap anak punya kemampuan pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang sudah paham bila Anda bertanya “Alasan apa yang membuat kamu melakukan itu?” Namun, ada juga yang baru bisa paham bila Anda bertanya “Adik, Bunda ingin bertanya, kamu tadi kenapa membuang gelas-gelas itu?”

Alasan anak tidak menatap Anda ketika diajak berbicara, bisa saja karena dia tidak paham kepada siapa Anda bicara dan Anda bicara tentang apa. Gunakan kalimat pendek, dan sederhana sebab kemampuan konsentrasi anak usia 2-3 tahun masih belum berkembang sempurna.
Quote:
8. Pilih momen

Menunggu momen yang tepat untuk berbicara dengan orang lain, termasuk si kecil, merupakan cara yang jitu. Orang dewasa saja tidak mau diganggu bila sedang asyik dengan aktivitasnya, begitu juga anak. Jika Anda bisa menunggu dia hingga tidak terlalu sibuk, mengapa tak menunggu? Kalau anak sudah selesai dengan aktivitasnya, mudah untuk Anda mengajaknya berbicara berhadapan.

Untuk mengetahui, mulailah pendekatan terlebih dahulu sebagai bentuk interupsi. Cara ini membuat anak memiliki persiapan untuk menghentikan aktivitasnya.
Quote:
9. Minta tolong

Percaya dengan salah satu dari 6 huruf ajaib, “TOLONG”? Coba, katakan “Tolong...” ketika berbicara pada anak sebelum mengemukakan kalimat perintah. Si kecil niscaya tidak merasa dipaksa dan diperintah sehingga ia tidak lagi mengulang perilaku tidak mau melihat, sebagai bentuk atau cara pura-pura tidak mendengar ucapan Anda.

Cara ini sekaligus mengajarkan anak bagaimana bersikap santun.
Quote:
10. Beri contoh

Mengajarkan bagaimana mendengarkan dan menatap si pembicara butuh contoh konkret. Jika anak merasa didengar dan ditatap ketika sedang berbicara, ia akan menyerap dan meniru bagaimana menjadi pendengar yang baik atau merespons sumber pembicara.